
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat pagi Bapak Ibu."
Begitu pembukaan dari bapak wakil kepala sekolah bidang kurikulum pagi itu di ruang guru sebelum masuk ke dan memulai pelajaran.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Jawab Bapak Ibu guru yang ada di ruangan itu serempak.
"Pagi ini ada sedikit yang ingin saya sampaikan sebelum memulai belajar hari ini."
Lanjut Pak Ahmad sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
"Mohon untuk Bapak ibu guru saya Ingatkan Kembali untuk mencapai tujuan sekolah kita dibutuhkan kekompakan dari kita semua untuk membimbing anak-anak kita menjadi lebih baik dari sebelumnya."
"Jadi kami menghimbau untuk kedisiplinan Bapak Ibu guru dalam mengajar dan juga memasuki ruang kelas supaya anak didik kita tidak terjadi keramaian dan menganggu kelas sebelahnya karena terlambat Bapak Ibu memasuki ruangan kelas."
Semua berada di ruangan itu mendengarkan dengan seksama begitu pula dengan Alya yang baru hari ini mulai mengajar tentu banyak hal yang harus dipelajari dan pembiasaan yang harus diikuti.
Setelah panjang lebar Bapak wakil kepala sekolah bidang kurikulum memberikan pengarahan akhirnya dia menyinggung akan kehadiran Alya di ruangan itu yang notabennya sebagai guru baru tentu masih ada Bapak Ibu guru yang belum mengenalnya dan masih terasa asing akan kehadirannya.
"Dan di pagi hari yang sangat membahagiakan ini kita kedatangan teman baru, Kepada Bu Alya bisa maju ke depan untuk memperkenalkan dirinya kepada kita semua."
"Ayo Bu, maju Bu."
Teriak beberapa bapak ibu guru yang ada di ruangan itu yang membuat Alya malu dan tentunya gerogi.
Alya tersenyum dan akhirnya berdiri dari tempat duduknya menuju ke depan untuk memperkenalkan dirinya.
" Assalamualaikum selamat pagi Bapak dan Ibu guru yang saya hormati."
Alya kemudian berhenti sekejap mendengarkan jawaban salam dari semua yang ada di ruangan itu.
" Waalaikumsalam."
" Selamat pagi Bu."
Mereka semua terdengar kompak menjawab salam Alya.
" Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan kepada saya, Perkenalkan nama saya Alya Suciyati. Biasa dipanggil Alya, alamat Saya di kota X dan Saya di sini diberi amanah oleh bapak kepala sekolah untuk mengampu mata pelajaran TIK."
"Status Bu."
Teriak seorang Bapak yang duduk di belakang memang orangnya suka bercanda tapi dia sudah punya istri.
Alya tersenyum pasti sudah paham lah apa yang dimaksud oleh Bapak guru itu.
"Status apa ya Pak he he he..."
Alya berlaga nggak paham Dia.
"Status hubungannya Bu, sudah ada yang punya atau dalam masa tenggang atau malah lagi sendirian."
"Ha ha ha .."
Candaan Bapak guru itu membuat seisi ruangan bisa tertawa.
"Maunya apa ya Pak, he he he..."
Alya menanggapinya dengan santai dan dibalas dengan candaan juga.
" Banyak yang single ini di sini Bu Bapak gurunya."
__ADS_1
"Pak mau daftar lagi."
Timpal seorang ibu guru.
"Saya ini membantu yang masih muda-muda di sini Bu, untuk mengorek informasi tentang Bu Alya siapa tahu nanti ada yang mendekat dan sedang mencari pasangan hidup."
"Statusnya milik kedua orang tua Saya."
Jawaban Alya membuat seisi ruangan semakin ramai.
"Wah... Ayo buruan daftar cowok-cowok Di sini."
pagi itu benar-benar menjadi ceria setelah selesai dengan pengenalan dirinya Alya pun duduk kembali di tempat duduknya dan mempersiapkan diri akan segera masuk ke kelas.
Beberapa Bapak Ibu guru yang memiliki jam mengajar sudah masuk ke kelas, Alya pun begitu masuk ke dalam kelas yang pasti akan membuat seisi kelas ramai karena kedatangan ibu guru baru apalagi masih muda.
Sedangkan di dalam ruang guru nampak Pak Angga yang masih duduk di kursinya karena memang belum ada jam mengajar di kelas.
"Lagi apa Pak."
Pak Abdi yang tadi banyak mengorek tentang Alya.
"Membaca materi saja Pak, Pak Abdi kosong jam."
"Nanti Pak masih jam ketiga."
Pak Angga nama tersenyum dan menganggukkan kepalanya dia memang tidak terlalu banyak bicara namun jika diajak ngobrol Orangnya asik juga.
"Gimana Bu Alya tadi Pak."
Kata Abdi sambil tersenyum kearah Pak Angga.
Angga berlaga saja tidak paham.
"Cantik kan Pak Dia, masih muda lagi baru semester 6 tapi Dia terlihat dewasa. Pak Angga enggak mau mencoba untuk mendekat."
Angga tersenyum.
"Mendekat gimana Pak."
"Pak Angga ini, berlagak saja tidak paham. Buruan Pak nanti disambar orang loh."
"He he he... Masih mikir kerja dulu Pak."
"Kerja jangan terlalu dipikirkan Pak, nanti malah keasikan kerja lupa nanti untuk mencari pasangan hidup."
"Iya nggak akan lupa Pak tapi kali ini masih ingin fokus dengan kerja dulu. Lagian Bu Alya masih mahasiswa Pak, masih panjang masa depannya."
"Ya nggak papa di coba pendekatan Siapa tahu cocok tinggal buat komitmen aja Pak."
"Iya Pak, terima kasih atas sarannya tapi kali ini mau kerja dulu aja Pak."
"Ya terserah Pak Angga, saya ya mau lho membantu Pak Angga untuk mendekat Bu Alya."
"He he he.. Kasihan Bu Alya nya Pak, jangan di bercandain terus nanti malah nggak nyaman di sini."
"Wah.. Udah ada perhatian ini ke Bu Alya."
"Pak Abdi ini, jadi salah persepsikan. maksudnya itu Bu Alya kan di sini juga kerja dia masih punya cita-cita yang ingin dicapainya nanti kalau di sini malah nggak nyaman bagaimana pak kan kasihan."
"Jangan dibuat enggak nyaman dong Pak, di dekati dengan hati biar nyaman."
__ADS_1
Kata Pak Abdi sampai tersenyum dan kemudian berdiri meninggalkan Pak Angga.
"Ingat Pak Angga, saya masih tersedia untuk mendekatkan."
Pak Abdi masih saja menggoda Pak Angga dan disenyumi saja sama Pak Angga.
Di dalam kelas Alya nampak mulai akrab dengan siswa-siswinya Kendati baru pertama kali masuk ke dalam kelas namun dia cukup bisa mengkondisikan kelas dengan kondusif.
Tak terasa dua jam pelajaran telah berlalu hal yang mendengar bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi.
"Terima kasih untuk hari ini dan jangan lupa pelajari materi selanjutnya karena minggu depan kita langsung ke laboratorium komputer untuk praktek."
"Baik Bu."
Jawab Mereka serempak.
"Habis ini pelajarannya siapa."
"Pak Angga Bu."
Jawab Siswa laki - laki.
"Pak guru ganteng Bu."
Celetuk siswi-siswi perempuan yang memang suka kalau diajar oleh Pak Angga vitamin mata katanya.
"Pak guru ganteng."
Alya heran kenapa siswa-siswinya memanggil dengan sebutan pak guru ganteng. Dia memang belum begitu mengenal semua guru yang ada di sana apalagi yang Bapak - Bapak rasanya sungkan saja mau berkenalan.
"Iya Bu, vitamin mata."
Ucap salah satu siswinya yang kecentilan.
"Hu..hu...hu.."
Teman - temannya menyorakinya.
"Ya sudah saya akhiri ya takut paketnya sudah menunggu di luar, Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Alya mengambil pokoknya yang ada di meja kemudian segera keluar dari ruangan kelas.
Alya membuka pintu dan ternyata sudah ada seorang guru yang menunggunya di depan kelas.
"Maaf Pak, saya telat keluarnya."
Angga tersenyum.
"Nggak papa Bu, lima menit saja."
"Silahkan Pak, saya permisi."
Alya berlalu dari hadapan Angga menuju ke kantor.
"Oh ya, silahkan Bu."
Angga melihat punggung Alya yang berjalan lurus menuju ke kantor kemudian dirinya pun membuka handle pintu dan masuk ke dalam kelas.
😉😉😉😉😉
__ADS_1