DIARY ALYA

DIARY ALYA
111


__ADS_3

"Mari yang mau ke pulau penyu."


Penawaran menarik saat mereka telah sampai di Tanjung Benoa ternyata bisa menyeberang dengan menggunakan perahu kecil menuju ke pulau penyu.


Alya tertarik sebenarnya tapi Dia menyadari takut naik perahu menyebrangi laut.


"Ayo Bu, ini murah satu kapal kalau penuh ada diskon."


Ajak Bu Susi, rasanya Alya pingin ikut.


"Ayo Bu."


Ajak Bu Laras.


"Ya udah ayo."


Alya mengikuti para ibu - ibu.


Saat sampai di kapal ternyata hanya muat 8 orang.


"Maaf Bu hanya 8 orang."


Kata Bli yang menjalankan kapal.


"Yah, gimana Bu Alya."


Bu Susi merasa bersalah karena dia yang mengajak tadi.


"Ya udah saya nggak jadi nggak papa."


Alya mundur.


"Bu Alya ikut kapal itu aja masih kurang kayaknya orangnya, sama anak - anak nggak papa nanti ketemu di sana."


Kata Bu Asih yang sudah duduk di atas kapal.


"Mas, ini Bu Alya biar ikut kapal itu ya."


Teriak Bu Asih.


"Iya Bu, mari Bu Alya."


Kata Siswa - siswanya yang semua laki - laki.


Alya mendekat ke kapak itu dan naik di bantu anak - anak.


"Kurang satu lagi Mas."


Ucap Bli pemilik kapalnya.


"Pak Angga, ayo ikut."


Teriak salah satu siswanya.


Angga pun mendekat.


"Ayo Pak ikut ke pulau penyu kurang satu ini."


Angga melihat di atas kapal ada Alya tanpa pikir panjang dia pun langsung naik.


"Sudah komplit Bli, ayo jalan."


"Oke Bli..."


Aly tersenyum ke Angga yang duduk di hadapannya, mereka saling berhadapan dan Alya perempuan sendiri di sana.


Mesin kapal mulai di nyalakan, asapnya mengepul masuk ke dalam kapal membuat Alya batuk dan rasanya mau muntah karena baunya.

__ADS_1


"Uhuukk..uhuk..."


"Maaf Bu, kalau pertama memang seperti itu nanti asapnya akan hilang."


Ucap Bli.


"Iya Bli."


Alya menutup mulutnya menghadap ke depan dia sadar jika Angga dari tadi memandangnya.


"Kenapa bisa bareng Pak Angga sih." Dalam hati Alya.


Kapal mulai berjalan pelan menuju ke tengah laut, ombak sudah terasa menggoyang-goyangkan kapal.


"Wookkk..."


Alya menutup mulutnya yang terasa ingin muntah.


"Kenapa Bu."


Angga melihatnya kasihan.


"Nggak papa Pak."


Alya menggelengkan kepalanya saja.


Kapal mulai berjalan cepat dan ombak pun semakin keras menghantam kapal itu hingga terasa bergoyang.


Alya mulai merasakan ketakutan badannya terasa dingin dan gemetar. Dia menutup mukanya supaya tidak melihat ke depan tapi tak tahan juga menahan.


Dia rasanya mau nangis karena takut apalagi laju kapal semakin kencang.


"Pak.. Pelan kan Pak, huuukk... Aaaaa.... "


Alya matanya sudah berkaca - kaca dan mau menangis tapi malu juga dengan siswanya yang malah enjoy menikmati perjalanan.


Kata Siswanya yang duduk di samping Alya.


"Aaaa...aaaaaa.... Ya Alllah... "


Alya berteriak saat kapal bergoyang dan rasanya mau terbalik.


"Bu, Bu Alya. Nggak papa Bu."


Angga yang duduk didepannya merasa kasihan melihat Alya ketakutan seperti itu rasanya pengen duduk di sampingnya dan memeluknya.


Alya mengatur nafasnya dan mencoba untuk tenang namun lagi - lagi kapal bergoyang karena di hantam ombak dan rasanya miring ke kanan dan ke kiri benar - benar rasanya akan terbalik.


"Aaa..a.aa..... Pelan aja Pak.. Aaa...huu..huu...aa.a.."


Muka Alya sudah penuh peluh, Dia benar-benar merasakan ketakutan.


Memang Alya ini seperti orang fobia jika melihat air yang begitu banyak di hadapannya, apalagi ini di atas kapal yang rasanya bergoyang.


Yang membuat Alya takut itu jika terbalik terus bagaimana dia tidak bisa berenang.


"Bu, Bu Alya. Tenang Bu, sebentar lagi sampai."


Angga mencoba menenangkannya namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa juga.


"Aa..aaaaa.... kapan sih sampainya."


Alya sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri rasanya cuman ingin berteriak untuk melepaskan ketakutannya.


"Bu enak gini kok."


Siswanya pada asyik menikmati perjalanan.

__ADS_1


"Diam, Bu Alya itu ketakutan."


Bentak Angga kepada siswa itu yang membuatnya langsung diam.


"Bli, masih lama nggak."


Tanya Angga kepada yang menjalankan kapal itu.


"Sebentar lagi Bli."


Alya sudah nggak mau membuka mukanya, dia menutupnya dengan kedua tangannya.


Dia sebenarnya juga malu kenapa bisa berteriak-teriak apalagi di situ ada Angga.


Kapal kemudian melamban karena dermaga sudah terlihat di depan mata.


"Bu Alya, sudah sampai."


Angga mencoba membuat Alya untuk membuka kedua tangannya.


"Belum, kapalnya masih berjalan dan goyang-goyang ini."


Alya masih ketakutan.


Kapal merapat dan penumpang di silakan untuk turun.


"Silahkan Bli."


"Sebentar Bli."


Angga menunggu Alya untuk tenang.


Pemilik kapal itu mengerti jika Alya yang masih ketakutan makanya dia tidak buru-buru juga menyuruhnya untuk turun.


"Bu, Bu Alya."


Angga bicara agak mendekat walaupun masih duduk di depannya


Alya mulai mengatur nafasnya dan membuka kedua tangannya melihat sekitar dan pastinya Angga yang pertama kali dia lihat yang tersenyum manis kepadanya.


"Bu Alya sudah tenang."


Alya menganggukkan kepalanya.


"Kita turun Bu."


Angga berdiri dan berjalan duluan kemudian turun dari kapal dan mengulurkan tangannya untuk membantu Alya turun dari kapal.


"Pelan - pelan Bu."


Alya menerima uluran tangan Angga dan dia pun turun dari kapal dengan di genggam erat oleh Angga.


Setelah sampai di bibir pantai, Alya melepaskan tangan Angga dan terlihat jelas banget muka Alya yang malu karena mereka jadi perhatian banyak orang bahkan siswa - siswinya menyoraki.


"Ciye.. Pak Angga, Bu Alya."


"Ciye.. So Sweet."


Alya langsung masuk ke dalam untuk melihat penyu dan di ikuti oleh Angga.


"Sikat Pak, buruan."


Joko yang juga melihat adegan tadi ikut mensuport aja untuk mereka berdua.


Angga tersenyum dan berbisik ke Joko.


"Doakan Pak."

__ADS_1


☺☺☺☺☺


__ADS_2