DIARY ALYA

DIARY ALYA
49


__ADS_3

" Assalamualaikum."


Angga menjawab panggilan ponselnya yang tertera hanya nomor saja tanpa nama.


" Waalaikumsalam dengan Bapak Angga."


Suara laki-laki menjawab.


"Iya benar, maaf darimana."


"Kami dari SMK X ingin memberitahu kepada Bapak Angga bawa besok Senin diharapkan hadir ke sekolah untuk tes wawancara."


"Insya Allah, Terima kasih atas infonya."


"Baik Pak, kami tunggu kehadirannya. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Angga kemudian terdiam, dia duduk di kursi ruang tamu rumahnya.


"Kenapa Mas."


Tanya Adiknya, Ana yang sudah mau menikah dan otomatis Angga dilangkahi.


" Kalau rezeki begini ya datang bersamaan semuanya."


"Maksudnya apa Mas."


" Mas dapat panggilan kerja lagi untuk wawancara padahal Mas sudah kerja ini dia 2 hari di SMK A."


"SMK mana Mas."


"SMK X, cukup favorit juga sekolah itu."


Angga malah bimbang sekarang mau melepaskan yang sudah di tangan untuk mendapatkan yang belum pasti.


"Dijalanin aja yang sekarang Mas, dan itu juga belum tentu diterima kan harus tes dulu."


"Iya Sih."


Angga berpikir kembali semoga keputusannya yang diambil tidak salah.


🌹🌹🌹🌹🌹


Alya masih termenung di sebuah tempat menunggu Tri, mereka membuat janji untuk bertemu setelah Alya pulang kerja.


"Sayang.."


Tri tiba - tiba sudah berada di belakang Alya.


"Mas, bikin kaget aja. Kapan datangnya nggak ada suaranya kok tiba - tiba di situ."


"Kamu melamun aja. Udah pesan."


Tri duduk di depan Alya.


"Baru minum ini, Mas mau apa Alya pesankan."


"Jus aja ya."


Alya menganggukkan kepalanya kemudian beranjak untuk memesankan minum.


"Sayang..."


"Iya Mas, hmmm... nggak jadi deh."


Tri mengurungkan niatnya untuk berbicara sesuatu.


"Kenapa Mas."


"Nggak papa, Mas baru aja denger lagu baru ini."


Tri mengambil ponselnya dan memutar sebuah lagu.

__ADS_1


"Sepinya hari yang ku lewati


Tanpa ada dirimu menemani


Sunyi kurasa dalam hidupku


Tak mampu aku 'tuk melangkah


Masih kuingat indah senyummu


Yang selalu membuatku mengenangmu


Terbawa aku dalam sedihku


Tak sadar kini kau tak di sini


Engkau masih yang terindah


Indah di dalam hatiku


Mengapa kisah kita berakhir


Yang seperti ini


Masih kuingat indah senyummu


Yang selalu membuatku mengenangmu


Terbawa aku dalam sedihku


Tak sadar kini kau tak di sini


Engkau masih yang terindah


Indah di dalam hatiku


Mengapa kisah kita berakhir


Yang seperti ini


Engkau masih yang terindah


Indah di dalam hatiku


Mengapa kisah kita berakhir


Yang seperti ini


Hampa kini yang kurasa


Menangis pun 'ku tak mampu


Hanya sisa kenangan terindah


Dan kesedihanku.


( Kesedihanku, Sammy Simorangkir)


"Lagu Sammy ya Mas."


Alya baru kali ini mendengar lagu itu namun hafal dengan suara penyanyinya.


"Iya lagunya Sammy."


Sebenarnya ada raut sedih dan tak rela di wajah Tri namun Alya tidak berpikiran sampai ke sana dia menikmati hari itu itu duduk bersama dengan Tri menikmati sore hari.


"Judulnya apa Mas."


Alya masih mendengarkan lagu itu sambil menyeruput minumannya.


"Kesedihan Ku, kamu tahu enggak apa kisah dibalik lagu ini."


Alya menggelengkan kepalanya dia belum meresapi isi dari lagu itu dan hanya mendengarkan musik yang enak saja di telinga tanpa memperhatikan setiap liriknya.

__ADS_1


"Ini kisahnya itu ada sepasang kekasih yang putus namun masih ingin balikan lagi."


"Oh..."


Alya mengangguk-anggukan kepala saja sebagai tanda paham.


"Suka dengerin lagu Sammy Mas."


"Ya kalau pas dengan suasana saja."


Alya benar - benar tidak mengerti apa maksud dari Tri memutarkan lagu itu.


Namun berbeda dengan dirinya ada beban terasa sesak didadanya.


"Alya maafkan Aku, maafkan Aku yang tak sempurna dan menyakiti hati mu. Sungguh aku tak sanggup untuk mengatakannya langsung, senyum mu itu selalu teringat di pikiran ku, semua kebaikan mu tak bisa Ku lupakan. Aku bahagia Al bersama Mu. Engkau masih yang terindah Al, tapi maaf mungkin ini pertemuan terakhir kita.


Batin Tri sambil menatap kekasih hatinya yang ada di depannya namun Alya sedang asik aja mendengarkan musik sambil menikmati minumannya tanpa punya firasat apapun.


"Mas, kenapa melamun."


Alya membenarkan lamunan Tri yang yang bengong menatap dirinya.


"He he he.. nggak papa Al. Dihabiskan minumnya, mau nambah lagi."


"Udah Mas, kenyang. Aku balik ya Mas, udah sore nanti dicari ibu."


"Ya udah hati - hati ya, mau di anter."


"Nggak usah Mas, Mas juga langsung pulang kan."


"Iya Sayang.."


Tri mengusap kepala Alya dan membuatnya tersenyum.


Mereka berpisah dari tempat itu menuju ke rumah masing-masing.


Malam telah tiba selesai sholat Isya Alya merebahkan dirinya di tempat paling nyaman bagi dirinya yaitu di atas kasur miliknya.


"Alhamdulillah."


Saat akan mengambil ponselnya untuk mendengarkan musik sembari menunggu mengantuk ada pesan masuk dari Tri.


"Alya lagi apa."


pesan dari Tri.


"Tiduran aja Mas, nunggu kantuk."


Balas Alya.


"Alya, maaf kan Mas ya. Mas harus jujur sama kamu, Kita sebaiknya sekarang berteman aja."


Alya yang tadinya membaca pesan balasan dari Tri sambil tiduran langsung tidur Sambil memandangi hp-nya.


Entah kenapa tiba-tiba dadanya terasa sesak, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata apa yang sedang dirasakannya.


Lama kalian memandangi ponselnya dan berulang kali Dia membacanya, Alya berharap itu hanya salah ketik tapi ternyata tidak ada balasan lagi dari Tri.


"Berteman Mas, kita putus."


gumam Alya sendiri, "Kenapa Mas, nggak ngomong langsung aja tadi padahal tadi kita baik - baik saja."


Air mata Alya mengalir dengan sendirinya tapi dia tidak akan menanyakan kenapa Tri memutuskannya secara sepihak.


"Baik Mas, kalau itu yang terbaik. Maafkan Alya kalau banyak salah Mas."


Cukup mengiyakan saja itu lebih baik menurut Alya.


"Aku juga minta maaf."


balasan dari Tri dan Alya tak mau membalasnya lagi.


😱😱😱😱😱😱

__ADS_1


__ADS_2