
Sore pertama di Bali, menampakan keindahannya yang kemudian disambut malam yang siap bertugas menggantikannya.
Malam ini memang tidak ada kegiatan, mereka semua diberi waktu untuk istirahat mempersiapkan hari esok untuk menjelajahi pulau Dewata.
Setelah sholat maghrib Alya keluar dari kamarnya, ternyata Ibu - ibu sudah berkumpul di gazebo yang terdapat di tengah penginapan itu.
"Bu Alya sini, ngapain duduk disitu."
Panggil Bu Laras.
Alya tersenyum dan ikut bergabung dengan Mereka.
"Camilan Bu."
Tawar Bu Asih.
"Makasih Bu."
Terdengar lantunan gitar di gazebo lain ternyata anak - anak ada yang bawa dan sedang memainkannya.
"Ada yang gitaran ya Bu."
Tanya Alya.
"Iya itu anak - anak, asyik ya Bu. Suasananya jadi syahdu."
Kata Bu Laras.
"Asyik juga gitaran."
Celetuk Alya.
"Bu Alya bisa main gitar."
"Bisa Bu dikit he he.."
Mereka nggak ada yang tau jika Alya bisa memainkan gitar.
"Aku panggil mereka ke sini ya Bu."
Laras beneran memanggil anak - anak itu untuk gitaran dan nyanyi bersama, kebetulan wali kelasnya Bu Laras.
"Main di sini biar Bu Guru ikut nyanyi."
"Mau lagu apa Bu."
"Yang baru dong."
Pinta Laras.
"Kemesraan Mas."
Celetuk Bu Susi.
"Mana bisa kita Bu, lagu kapan itu Bu he he he.."
Mereka malah tertawa.
"Coba pinjam gitarnya."
Pinta Alya.
"Bu Alya bisa."
Kata anak - anak.
"Bisa dikit, lama nggak main."
Jreng....
Petikan gitar Alya membuat mereka bertepuk tangan dan mengundang yang lainnya.
"Ayo Bu Susi."
Pinta Alya.
ting..ting...ting...
"Suatu hari"
Dikala kita duduk ditepi pantai"
Alya mengawalinya dan mendapat tepukan dari semuanya.
"Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi."
"Burung camar terbang
Bermain di derunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita"
Semua mulai bernyanyi
"Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta"
"Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu"
__ADS_1
Alya seperti mencurahkan isi hatinya dan tepuk tangan semakin membara membuat yang lain ikut bergabung.
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Semuanya ikut bernyanyi, Angga yang mendengar keramaian ikut mendekat.
Senyumnya mengembang setelah melihat Alya memainkan gitar.
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu..
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Suara Alya menghipnotis semua dan membuat mereka ikut bernyanyi.
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Bu Susi yang melihat Pak Angga senyum - senyum memandang Alya dari kejauhan.
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu.
"Lagi Bu... Lagi.. Lagi.."
Teriak anak - anak.
"Main sendiri ya."
Alya memberikan gitar itu ke pemiliknya.
"Satu lagi aja Bu."
Rayu Mereka.
Alya tak tega apalagi murid cewek yang pingin banget haus hiburan.
"Lagu apa."
"Rasa ini Bu, Vierra."
Teriak mereka.
"Kok pas banget."
Batin Alya.
"Oke, setelah itu istirahat."
"Siap Bu."
Ting..ting..
Ku tak percaya kau ada di sini
Alya selalu menjadi awalan agar pas masuk ke nada.
Menemaniku di saat dia pergi
Sungguh bahagia kau ada di sini
Menghapus semua sakit yang ku rasa
Semua ikut bernyanyi.
Mungkinkah kau merasakan
Semua yang ku pasrahkan
Kenang lah kasih..
Anak - anak bernyanyi dengan bersemangat apalagi cewek - cewek begitu meresapi.
__ADS_1
Reff :
Ku suka dirinya, mungkin aku sayang
Alya ikut bernyanyi hingga memejamkan mata.
Namun apakah mungkin, kau menjadi milik ku
Kau pernah menjadi , menjadi miliknya
Namun salahlah aku, bila ku pendam rasa ini
Na nana nanana nana nanana
Selesai bernyanyi Mereka di minta bubar dan beristirahat di kamar masing - masing.
Alya masih bersama dengan guru yang lain mengawasi agar anak - anak tidak keluyuran.
Angga berdiri di samping gazebo mengawasi setiap kamar siswa - siswinya yang mulai di suruh menutup dan beristirahat.
"Ibu - ibu kita buat acara yuk."
Bisik Bu Asih yang memulai.
"Acara apa Bu."
Sahut yang lain.
"Kita makan malam yuk di luar, kita ajak biro aja pakai mobil jadi Bapak - bapak kita tinggal aja disini untuk jaga anak-anak."
"Boleh itu.."
Bu Eni semangat sekali.
"Tapi ingat jangan sampai bocor ke telinga bapak-bapak ya."
"Oke."
Mereka sambil melirik ke arah Alya.
"Bu Alya, jangan balas pesan Pak Angga ingat."
Larangan keras dari Bu Susi.
Alya nyengir aja menampakan gigi putihnya kenapa dia yang jadi sasaran.
"Ya udah kita keluarnya gantian ya, saya mau bilang ke biro dulu."
Akhirnya rencana mereka berhasil ibu - ibu guru keluar semua dari penginapan dengan mengajak pihak biro untuk mencari makan malam. Mereka ingin menikmati ayam betutu khas Bali tanpa memberitahu Bapak - Bapak namun mereka mengajak Bapak Sekolah.
Di dalam mobil saat perjalanan menuju restoran, Alya satu mobil dengan Bu Susi, Bu Eni dan Bu Asih.
"Bu Alya."
Panggil Bu Susi.
"Iya Bu."
Alya memandangnya.
"Sebenarnya gimana hubungan Bu Alya dan Pak Angga."
Alya tersenyum saja, namun nampak jelas di raut mukanya ada beban.
"Kalau tebakan saya Pak Angga pasti belum menyatakan perasaannya, iya kan Bu."
Alya lagi - lagi hanya tersenyum.
"Pak Angga gimana sih, udah ada di depan mata nggak buruan ditembak nanti kalau sudah sama yang lain aja nyesel."
Ucap Bu Eni dan Alya hanya tersenyum lagi.
"Bu Alya tinggal aja kalau lama, nggak tegas Pak Angga itu."
Tambah Bu Asih.
Alya melempar pandangannya ke arah luar jendela matanya sudah nanar.
"Bu, tenang aja cowok lain masih banyak nggak usah ditungguin yang gak pasti."
Kata Bu Eni.
Alya menyembunyikan kekecewaan di dalam hatinya dengan tersenyum.
"Nggak tau Bu, Saya bingung harus bagaimana."
Ucap Alya.
"Tapi kalau saya lihat Pak Angga juga suka sama Bu Alya. Tadi Saya selalu mengamati dia, Pak Angga itu senyum - senyum sambil memandang Bu Alya saat main gitar."
Terang Bu Susi yang membuat Alya tak tahan lagi menahan air matanya dan meluncur sendiri.
"Sabar Bu, mungkin Pak Angga lagi mempersiapkan sesuatu untuk Bu Alya."
Bu Susi mengusap punggung Alya yang nampak mengusap air matanya.
Ponsel Alya berbunyi dan ada pesan masuk.
"Bu Alya dimana."
Bu Susi, Bu Eni dan Bu Asih memandang ke Alya.
"Pak Angga."
Tanya Bu Susi dan Alya menganggukkan kepalanya.
"Jangan di balas."
Ucap Bu Asih dan Alya nurut aja Dia memasukan ponselnya ke tas kembali.
😆😆😆😆😆
__ADS_1
Yuk mana suaranya udah di bonusin ini 😆😆😆😆😆