DIARY ALYA

DIARY ALYA
148


__ADS_3

"Mas duduk sini."


Alya meminta Angga untuk duduk kembali di sampingnya.


Angga yang tadinya masih jongkok kemudian duduk di samping Alya.


"Makasih ya Sayang."


Angga masih menggenggam tangan Alya.


"Iya Mas, cuma Alya juga nggak tau nanti tanggapan Ibu sama Bapak."


"Mas akan bicara dengan sopan dan menunjukan keseriusan Mas kepada Bapak dan Ibu."


Alya tersenyum kemudian mengambil minuman di botol yang ada di sampingnya dan menenggaknya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Sayang, foto yuk."


Angga sudah mempersiapkan ponselnya kemudian merangkul pundak Alya dan jepret... 😁😁😁


"Mas apaan sih."


"Buat wallpaper."


Angga langsung menggunakan foto tadi untuk wallpaper di ponselnya.


"Ada aja Mas Angga ini."


"Bagus Kan."


Angga memperlihatkan layar ponselnya yang sudah berganti wallpaper nya dengan foto mereka.


"Bagus dong, Mas kita pulang yuk."


"Pulang sekarang."


Alya menganggukkan kepalanya.


"Oke, yuk."


Angga meraih tangan Alya dan menggenggamnya kemudian berjalan berdua untuk keluar dari lokasi itu menuju parkiran dimana sepeda motornya berada.


Angga melajukan sepeda motornya meninggalkan tempat itu dengan kecepatan sedang sambil menikmati perjalanan mereka berdua.


Sekitar satu jam berlalu Mereka sampai di depan rumah Alya, setelah sepeda motor berhenti Alya turun diikuti oleh Angga kemudian mereka mengucapkan salam.


" Assalamualaikum."


Ucap Mereka.

__ADS_1


" Waalaikumsalam." Jawab Ibunya Alya.


"Masuk Mas."


Alya dan Angga meraih tangan ibunya Alya dan mencium punggung tangannya secara bergantian.


"Bapak dimana Bu." Tanya Angga.


"Itu ada di dalam sebentar Ibu panggilkan."


Ibunya Alya masuk ke dalam, Angga duduk di ruang tamu.


"Sayang, Mas mau bicara sama Bapak sekarang." Bisik Angga dan Alya sedikit kaget.


"Mas yakin."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan mantap.


Bapaknya Alya keluar dan Angga pun meraih tangannya dan mencium punggung tangannya.


"Duduk Mas Angga, darimana ini tadi. Al kok nggak diambilkan minum."


"Iya Pak."


Alya pun masuk ke dalam untuk mengambilkan minum Angga.


"Nggak papa Alya kemarin sudah bilang mau pergi sama kamu, foto ya."


"Iya Pak, sekalian tadi Angga ajak jalan - jalan."


Alya keluar membawa nampan berisi minuman dan camilan.


"Silahkan Mas, ini buat Bapak."


"Makasih."


"Ayo Silakan diminum Mas Angga."


Angga tersenyum dan mengambil cangkir yang ada di hadapannya kemudian menyeruput isinya. Iya hampir meminumnya setengah dari isi cangkir itu kemudian meletakkan cangkir itu kembali di hadapannya.


"Pak, Angga mau bicara sama Bapak."


Setelah mengatur nafas dan juga jantungnya yang berubah menjadi berdegup lebih kencang Angga memberanikan diri untuk bicara dengan Bapaknya Alya.


"Mau bicara apa Mas Angga, sepertinya kelihatan sering sekali." Goda Bapaknya Angga yang melihat muka Angga menjadi lebih tegang daripada tadi.


Alya duduk di bawah menyaksikan televisi kemudian Ibunya pun juga keluar ikut duduk disampingnya Alya.


" Sebelumnya saya minta maaf Pak jika nanti kata-kata saya kurang sopan."

__ADS_1


Bapaknya Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Saya mencintai Alya dan Saya ingin meminta restu kepada Bapak dan Ibu untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang yang lebih serius." Angga sejenak diam kemudian melanjutkan ucapannya.


"Saya ingi menikahi Alya dan menjadikannya istri saya."


Angga akhirnya merasakan lega bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya.


Bapaknya Alya pun tersenyum kemudian memandang ke Alya.


"Alya.."


Alya menoleh ke arah Bapaknya.


"Iya Pak."


"Kamu mau nggak jadi istrinya Mas Angga."


Alya terlihat menggigit bibir bawahnya, ia gugup juga.


"Al, dijawab dong."


Kata Ibunya sambil meraih tangan Alya yang terasa dingin.


"Alya mau Pak."


Kata Alya dengan nada pelan namun mereka semua pun mendengarnya.


"Mas Angga sudah dengarkan jawaban dari Alya."


Angga menganggukkan kepalanya.


"Kalau Bapak dan Ibu selama Alya bahagia dengan pilihannya Bapak dan Ibu akan merestuinya. Yang penting kalian sendiri juga harus serius jangan dijadikan ini mainan. Menikah itu ibadah yang menyatukan dua orang yang berbeda menjadi satu bahkan bukan kalian berdua aja tapi dua keluarga." Nasehat Bapaknya Alya dan Mereka berdua serius mendengarkannya.


"Pesan Ibu kalian belum sah ya, harus jaga diri terutama Alya."


"Iya Bu."


Alya tersenyum nyengir aja dan Angga tersenyum paham maksud ibunya Alya.


"Angga akan segera bilang ke Bapak dan Ibu untuk segera melamar Alya."


"Kalau melamar nanti wisuda aja ya Mas Angga kan sebentar lagi." Kata Ibunya Alya.


"Baik Bu, Angga akan bilang ke Bapak dan Ibu."


Setelah pembicaraan serius itu tak lama Angga pamit dan dia sudah merasakan lega berhasil mengungkapkan perasaannya.


😀😀😀😀😀😀

__ADS_1


__ADS_2