DIARY ALYA

DIARY ALYA
142


__ADS_3

Pendaftaran sidang Alya telah selesai kini tinggal menunggu sekitar 3 bulan lagi untuk wisuda.


Kini ia sudah merasakan lega dan tak lupa bersyukur sudah diberi kemudahan dan kelancaran menempuh pendidikan kurang lebih 4 tahun itu dan kini sudah menjadi sarjana komputer.


Alya sedang bersantai di kamarnya sambil menikmati me time dengan membaca novel kesukaannya.


tok...tok..tok...


"Kak, Kak Alya."


Pintu kamar Alya diketuk oleh adiknya.


"Kenapa sih Ikhsan."


Alya bangun dari tempat tidurnya dan beranjak membuka pintu kamarnya.


"Kenapa."


Alya berdiri di pintu.


"Itu di cari."


"Siapa."


"Siapa lagi, berlaga nggak tau."


Alya mengerutkan dahinya memang dia tidak ada janji mau pergi sama siapapun.


"Buruan Kak, ditunggu itu."


Ikhsan pergi meninggalkan kamar Alya.


Alya keluar dari kamarnya dan menuju ke depan.


"Mas Angga."


Ucap Alya saat melihat tubuh Angga dari belakang yang sedang mengobrol dengan Bapaknya.


"Mas Angga."


Panggil Alya dan Angga menoleh sambil tersenyum.


"Bapak tinggal dulu ya, Al ambilkan minum."


"Iya Pak."


Bapaknya masuk ke dalam meninggalkan mereka berdua.


"Kok nggak bilang kalau mau kesini Mas."


"Biar kejutan."


Kata Angga sambil tersenyum.


"Kamu lagi ngapain di kamar."


"Baca novel aja Mas, Alya ambil minum dulu ya."


Alya beranjak masuk ke dalam dan meninggalkan Angga sendiri.


Tak lama Alya keluar membawa sebuah nampan berisi minuman dan juga camilan.


"Ikut Mas yuk, nggak lagi sibuk kan."


"Nggak Mas, emang mau kemana."


"Ke rumah Mas."


Alya diam terpaku, Dia kaget mau diajak ke rumah Angga sore itu juga walaupun kemarin sudah tahu sih kalau ada rencana mau ke sana tapi nggak tahu juga kalau hari ini.


"Sekarang Mas."


"Iya Sayang, mau ya."


"Mas ijin dulu sama Bapak dan Ibu."


"Iya Mas ijin ke Bapak sama Ibu."


"Alya panggil Bapak sama Ibu ya."

__ADS_1


Angga menganggukkan kepalanya kemudian Alya masuk ke dalam untuk mencari kedua orang tuanya.


Bapak dan Ibunya keluar kemudian duduk di hadapan Angga.


"Ada apa Mas Angga." Tanya Bapaknya Alya.


"Begini Pak, Bu. Saya kemari ingin meminta ijin untuk mengajak Alya ke rumah untuk ketemu sama ibu dan bapak."


Ucap Angga dengan sedikit gugup karena takut tidak diizinkan.


"Oh.. Kirain mau bicara apa Mas Angga." Kata Bapaknya Alya yang tersenyum.


"Al, sana ganti baju."


Pinta Ibunya.


"Iya Buk."


Saya masuk ke dalam untuk berganti baju dan bersiap ikut Angga.


Beberapa menit kemudian Alya sudah keluar dengan mengenakan gamis berwarna merah marun dipadukan dengan jilbab yang senada dan membawa tas kecil untuk menyimpan dompetnya juga ponselnya.


Alya duduk di sofa, sambil menunggu Angga yang masih berbicara dengan Bapaknya.


"Sudah siap Al." Tanya Bapaknya.


"Iya Pak."


"Jangan pulang malam-malam ya." Pesan Bapaknya.


"Iya Pak." Ucap Angga.


"Kalau begitu kami pamit Pak, Bu. Ijin membawa Alya."


Angga meraih tangan kedua orang tua Alya bergantian dan mencium punggung tangannya.


"Hati - hati ya Mas Angga."


"Iya Bu."


Angga melajukan sepeda motornya meninggalkan rumah Alya menuju ke arah rumahnya.


Tanya Alya saat mereka melaju.


"Nggak sayang, paling 20 menit nyampai."


Angga membelokan sepeda motornya ketika melewati pertigaan ke arah rumahnya.


"Alya kayak pernah ke sini deh Mas."


"Masa Sayang, emang kemana."


"Alya itu pernah ke acara pernikahan teman Alya di daerah sini dulu waktu masih kerja di pabrik."


"Rumahnya sebelah mana."


"Lupa - lupa ingat Mas."


Angga tersenyum saja namun tertutup helm Alya pun tidak melihatnya.


Kemudian tak lama sepeda motor Angga berhenti di depan sebuah rumah yang memiliki cat berwarna putih.


Perasaan Alya semakin deg - degan entah kenapa jantungnya bisa berdebar lebih kencang.


Alya turun dari sepeda motor dan membuka helmnya.


"Ini rumah Mas."


Kata Angga sambil membuka helmnya, dan Alya tersenyum.


Di depan ada seorang perempuan dengan membawa anak yang masih bayi berada di gendongannya beserta seorang ibu - ibu.


"Ayo masuk."


Angga menggandeng tangan Alya dan mengajaknya masuk ke dalam.


" Assalamualaikum." ucap Mereka berdua.


" Waalaikumsalam."

__ADS_1


"Al, ini Ibu. Dan itu adik Ku."


Angga memperkenalkan Ibunya dan juga adiknya yang baru saja melahirkan.


Alya meraih tangan ibunya Angga dan mencium punggung tangannya.


"Masuk Mbak." Ucap Ibunya Angga.


Alya juga bersalaman dengan adiknya Angga.


"Lucu ya, berapa bulan Mbak." Tanya Alya Dia suka melihat anak kecil.


"Baru dua bulan Mbak, silahkan masuk Mbak."


Alya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya ternyata Bapaknya Angga pun keluar dan Alya meraih tangannya dan mencium punggung tangannya.


"Ini Bapak Al."


"Alya Pak."


"Iya masuk Nak."


Alya tersenyum dan kemudian masuk ke dalam, Dia duduk di ruang tamu ditemani oleh Angga.


Tak lama Ibunya tadi keluar dari dalam dengan membawa nampan berisi minuman dan camilan.


Bapaknya Angga baik, mereka mengobrol banyak hal dan menyinggung juga masalah wisuda Alya.


"Sebentar lagi Wisuda."


"Iya Pak."


Alya merasakan keluarga Angga baik dengan dirinya, yang tadinya Alya merasa takut sekarang jauh lebih tenang.


Hari semakin sore Alya memberi kode kepada Angga untuk pulang.


"Mau pulang sekarang."


Alya menganggukkan kepalanya.


"Ya udah pamit dulu sama Bapak dan Ibu."


Alya berpamitan dengan kedua orang tua Angga.


"Kalau libur main ke sini Al." Kata ibunya Angga.


"Insya Allah Bu, Alya pamit."


"Iya hati - hati Ga."


"Iya Bu."


"Alya pamit Pak."


"Iya hati - hati."


Alya tidak berpamitan dengan adiknya Angga karena dia sudah pulang ke rumahnya sendiri.


Alya naik ke atas motor Angga dan kemudian Angga pun melajukan sepeda motornya meninggalkan rumah untuk mengatur Alya pulang.


"Sayang, makasih ya."


Angga meraih tangan Alya dan meletakkannya di perutnya.


"Buat apa Mas."


"Makasih udah mau ke rumah buat kenal sama keluarga Mas."


"Iya Mas, Alya senang ketemu sama keluarga Mas."


" Alhamdulillah, kalau libur main ya."


"Alya nggak bisa janji juga lho Mas, Alya malu kita belum ada ikatan."


"Nggak papa Sayang, Mas ngerti."


Angga mengusap tangan Alya dan yang satu memegang setir.


😀😀😀😀😀

__ADS_1


__ADS_2