DIARY ALYA

DIARY ALYA
88


__ADS_3

Persiapan akreditasi sudah di mulai, waktu 2 minggu bukanlah waktu yang lama.


Semua di sibukkan dengan job masing - masing sesuai dengan standar yang telah dibagi namun juga kerja sama antar standar juga dibutuhkan agar bisa saling melengkapi komponen-komponen yang dibutuhkan.


Alya sudah mendapatkan jadwal sidangnya, waktunya sama dengan Vera bedanya Alya sore dan Vera dapat jadwal pagi jadi mereka bisa mempersiapkannya dan saling membantu.


Di saat Alya harus menghadapi sidang di sekolahan juga sedang sibuk mempersiapkan akreditasi.


Alya merasa bingung harus membagi waktunya namun Dia harus memprioritaskan sidangnya terlebih dahulu. Ia menghubungi ketua timnya jika esok hari dia tidak bisa hadir ke sekolahan karena harus mempersiapkan sidang proposal nya.


"Kok belum kelihatan Dia."


Angga melihat ke arah pintu masuk sekolah namun tak ada tanda-tanda juga Alya datang.


"Pak Angga, nunggu siapa."


Sapa Pak Ahmad yang baru saja datang.


"Nggak Pak, mari ke kantor Pak."


Mereka berdua berjalan menuju ke kantor untuk segera melakukan rutinitas Mereka di pagi hari.


"Apa nggak masuk ya, udah hampir jam 7 belum terlihat."


Angga duduk di kursinya namun sesekali melihat ke arah kursi Alya yang masih kosong.


Bel berbunyi dan bapak ibu guru masuk ke kelas masing - masing.


"Harusnya hari ini kan melengkapi berkas kemarin."


Angga masih bicara sendiri di dalam hati.


"Pak Angga dokumen kemarin yang TIK sudah selesai belum."


Tanya Bu Asih sebagai ketua Tim standar yang di pegang Angga.


"Kemarin saya sudah minta Bu Alya Bu, tapi belum di kasih."


"Bu Alya mana, kok kosong kursinya."


Bu Asih melihat kursi Alya yang biasanya ada jaketnya.


"Belum datang sepertinya Bu."


"Coba tak tanya Bu Rima dulu sebagai ketua timnya."


"Iya Bu."


Angga memandangi lagi kursi Alya.


"Maaf Bu Asih, Bu Alya untuk hari ini ijin karena harus mempersiapkan sidang penelitiannya. Jadi untuk dua hari ini belum bisa ikut kerja dengan kita tapi Dia akan berusaha menyelesaikan yang menjadi tanggung jawabnya."


Jelas Bu Rima di ruang guru itu dan Angga pun mendengarnya.


"Ternyata akan sidang, semoga lancar."

__ADS_1


Dalam hati Angga mendoakannya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Alya sibuk di rumah masih mencetak beberapa dokumen yang akan dibawanya.


"Ver, tolong ini di jadikan satu dengan itu."


Alya yang mencetak Vera membantu menyusunnya.


"Oke."


Kemudian terdengar nada panggilan di ponsel Alya.


"Al ini ada telepon."


Alya mengambil ponselnya yang diambilkan Vera.


"Bu Asih, pasti kerjaan."


Gumam Alya.


"Assalamualaikum Bu."


"Waalaikumsalam Bu Alya, maaf ya Bu kalau mengganggu."


"Iya Bu, maaf ada apa."


"Ini Bu untuk yang kemarin diminta oleh Pak Angga apa sudah dikerjakan."


"Belum selesai Bu, tapi sudah saya kerjakan sedikit."


"Baik Bu, tapi maaf ya Bu untuk 2 hari ini saya belum bisa hadir ke sekolahan."


"Iya Bu nggak papa, makasih ya Bu Alya maaf ini mengganggu persiapannya."


"Iya Bu, sama - sama."


Setelah mengakhiri panggilannya Alya meletakan ponselnya kembali dan fokus dengan persiapannya.


Tak terasa hari sudah malam, Alya dan Vera beristirahat untuk mempersiapkan tenaga dan pikirannya menghadapi hari esok.


"Semoga besok lancar Ver."


"Aamiin, semangat Al. Kita Bisa."


Alya merebahkan dirinya di tempat tidurnya sambil memainkan ponselnya.


Senyum Alya terbit saat membuka medsosnya.


"Ngapain Al."


Vera curiga dengan temannya itu senyum-senyum sendiri sambil memandangi ponselnya.


"He he he... lihat ini."

__ADS_1


Alya memperlihatkan media sosialnya ke Vera.


"Ciye.... buruan di balas nunggu Dia."


"Gimana kabarnya Bu."


Sebuah pesan masuk ke dalam messenger - nya."


" Alhamdulillah."


Balasan Alya ke pesan yang di kirimkan oleh Angga.


"Alhamdulillah, apa ini Bu. Alhamdulillah sehat atau Alhamdulillah banyak uang ini Bu 😁😁😁."


"Alhamdulillah sehat Pak, kalau banyak uang tapi nggak sehat malah repot Pak ☺☺☺."


Alya menjawabnya dengan bercanda.


"Betul Bu, dengar - dengar mau ujian proposal penelitian ya."


Angga semakin menunjukkan perhatiannya.


"Iya Pak, kok bisa tau pasti karena Saya nggak masuk tadi ya."


Alya sudah senyum - senyum sendiri membaca sambil berbalas pesan.


"Iya pada nyari Bu Alya, semoga sukses Bu. Masalah sekolahan nggak usah dipikir dulu Bu banyak kok guru yang lain."


Alya semakin bahagia membaca balasan dari Angga.


"Terima kasih Pak. Minta doanya semoga di lancarkan."


"Aamiin. Semangat ya Bu."


" ☺☺☺."


Hari larut malam Alya sudah mengantuk namun rasanya bahagia seperti dapat durian runtuh setelah berbalas pesan dengan Angga.


"Tidur Al, besok tempur."


Vera sudah memejamkan matanya dan membelakangi Alya namun tau temannya itu masih terjaga.


"Iya kamu tidur aja kan kamu yang pagi aku masih sore."


"Hmmmm... yang habis di perhatikan nggak bisa tidur."


ledek Vera.


"He he he... Aku kok seneng banget ya Ver."


"Udah bucin kamu itu."


"He he he... apa iya, tapi takut juga mau berharap."


"Hmmmm....."

__ADS_1


Vera udah tidur ke alam mimpinya..


😁😁😁😁😁


__ADS_2