DIARY ALYA

DIARY ALYA
134


__ADS_3

"Pak Angga, dipanggil Pak Ahmad ke ruangannya."


Kata Bu Asih yang tadi diberi pesan Pak Ahmad ketika melihat Angga di masjid.


"Iya Bu, makasih."


Angga segera menuju ke ruang Pak Ahmad untuk menemuinya.


Tok..tok..


Angga mengetuk ruangan Pak Ahmad dan kemudian membukanya setelah mendapat jawaban dari dalam.


"Permisi Pak."


"Pak Angga, masuk Pak silahkan duduk."


" Terima kasih Pak."


"Begini Pak Angga, ada undangan Bimtek Guru BK selama 3 hari di luar kota, karena Pak Angga sebagi guru BK di sini maka kami menugaskan Pak Angga untuk berangkat mewakili sekolah kita."


"Kapan Pak."


" Ini pelaksanaannya lusa tapi karena ada di luar kota kemungkinan Pak Angga harus berangkat besok pagi. Tenang saja Pak sudah tersedia tiket keretanya Pak Angga tinggal berangkat saja."


"Baik Pak kalau begitu saya akan berangkat."


"Baik Pak Angga, untuk masalah surat-menyurat sudah di siapkan oleh pihak tata usaha."


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi."


"Silahkan Pak Angga."


Angga keluar dari ruangan Pak Ahmad sambil berpikir.


"Besok harus berangkat, Alya masih sakit tiga hari nggak ketemu."


Angga berbicara sendiri di dalam hatinya. Dia masuk kedalam ruangannya kemudian mengambil ponselnya.


Tut...tut....


Ponsel terhubung namun belum ada jawaban dari Alya.


"Apa masih tidur Alya."


Angga berbicara sendiri karena teleponnya tidak diangkat oleh Alya.


Dia coba menghubunginya lagi, dan tetap tidak ada jawaban dari Alya.


"Sayang, lagi apa."


Pesan Dia kirimkan ke Alya namun belum ada balasan juga.


"Mungkin tidur dia."


Angga memasukkan ponselnya ke saku dan menyelesaikan pekerjaannya sebelum dia pulang.


Saat serius bekerja ponselnya bergetar ada panggilan masuk rupanya.


Angga tersenyum begitu melihat siapa yang memanggil.


" Assalamualaikum Sayang."


"Waalaikumsalam Mas, maaf ya Mas tadi Alya tidur ini baru bangun mau salat Dhuhur."


suara Alya terdengar parau khas orang bangun tidur.


"Iya nggak papa, gimana kondisinya sudah membaik kan."


" Alhamdulillah Mas, sudah terasa ringan ini badannya."


" Alhamdulillah, buat istirahat jangan lupa makan obatnya diminum biar cepet sembuh."


"Iya Mas, Mas udah makan belum."


"Belum nanti aja di rumah belum lapar rasanya."

__ADS_1


" Jangan telat makan ya Mas, Alya salat dulu ya nanti keburu waktunya habis."


"Iya Sayang, nanti Mas telepon lagi."


"Iya, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Ponsel Angga dia letakkan begitu saja di atas meja yang melanjutkan pekerjaannya.


Terlihat seseorang yang berdiri di depan pintu ruangan Angga yang terbuat dari kaca dan tembus dari luar dan kemudian mengetuknya.


" Assalamualaikum Pak Angga."


" Waalaikumsalam Bu, masuk saja Bu."


"Ini Pak menyampaikan Surat tugas untuk Bimtek Pak Angga besok pagi."


"Baik, makasih banyak ya Bu."


"Iya Pak, sama - sama. Oh ya Pak, Bu Alya sakit ya Pak seharian nggak kelihatan."


Alya emang dekat dengan ibu tata usaha satu ini, karena Alya saling membantunya jika terjadi trouble pada komputernya.


"Iya Bu, kecapean terus cuaca panas seperti ini malah dia minum es jadinya ya radang sama demam Bu."


"Semoga cepat sembuh ya Pak."


"Aamiin makasih doanya Bu."


"Oke, Saya permisi ya Pak."


"Silahkan Bu."


Setelah kepergian Bu Siti dari ruangan, agar membereskan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang karena sebentar lagi bel pulang akan berbunyi.


"Mending aku langsung ke rumahnya Alya aja, nanti sore pulang terus tinggal packing."


Sekolahan sudah sepi semua siswa siswi sudah pulang ke rumah masing-masing begitu pula dengan bapak ibu gurunya yang mulai satu persatu meninggalkan area sekolahan.


Sepeda motor Angga mulai melaju meninggalkan sekolahan menuju ke arah rumah Alya.


Sesampainya di depan rumah Alya, Angga memarkirkan sepeda motornya dan rumahnya terlihat sepi.


"Sepi pada kemana."


Angga bicara sendiri kemudian melepaskan helmnya dan berjalan menuju ke arah pintu rumah yang terbuka.


"Assalamualaikum."


Ucap Angga.


" Waalaikumsalam."


Alya keluar sambil mengenakan jilbabnya.


Angga tersenyum di depan pintu melihat Alya yang masih membenarkan jilbabnya.


"Mas Angga. Kok nggak kasih kabar tadi kalau mau ke sini."


Alya menghampirinya dan menyambut uluran tangan Angga.


"Sengaja surprise. Ini buat kamu."


"Mas repot - repot deh kalau ke sini, enggak usah bawa apa-apa Alya udah sembuh."


Angga langsung memegang dahi Alya yang masih sedikit terasa hangat.


"Masih hangat badan kamu sayang."


"Hmm.. duduk Mas. Mas langsung kesini tadi nggak pulang dulu."


"Iya, rumah kok sepi pada kemana."


" Bapak kerja, Ikhsan belum pulang, Ibu pergi tadi sama Dani mau beli sesuatu."

__ADS_1


"Mas, bentar Alya bikin minum dulu. Mas udah makan belum."


Angga tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Ya udah Alya siapin dulu."


"Kalau kamu masih sakit gak usah repot-repot, Mas bisa makan nanti."


Angga meraih tangan Alya yang ingin beranjak masuk ke dalam mempersiapkan makan untuk Angga.


"Alya nggak papa Mas, udah baikan. Mas tunggu bentar ya."


"Oke."


Angga duduk di ruang tamu sembari menunggu Alya yang masuk ke dalam mengambilkan makan siang untuk dirinya.


Tak lama Alya keluar membawa nampan yang berisi minuman serta makan siang untuk Angga.


"Maaf ya Mas lauknya seadanya."


Alya menata piring serta meletakan cangkir yang berisi minuman di meja.


"Ini udah enak Sayang, ibu yang masak."


"Iya, Alya baru bangun ini tadi salat Dhuhur. Makan dulu Mas pasti lapar."


Angga mengambil minuman terlebih dahulu kemudian mengambil piring yang berisi nasi dan menyantapnya.


Alya masuk ke dalam lagi, mengambil buah dan mengupasnya.


"Sayang, serasa punya istri."


Kata Angga membuat Alya yang mengupas kan buah untuknya menatap sambil tersenyum.


"Memang sudah pernah punya istri, Mas Angga bisa bilang gitu."


"Iya begini nanti rasanya kalau punya istri, pulang kerja ada yang mengambilkan makan, ada yang melayani setiap saat."


Angga meletakkan piringnya ke atas meja kembali yang sudah kosong.


"Buah ya Mas."


Angga menganggukkan kepalanya kemudian meneguk air terlebih dahulu.


"Sayang, Mas besok harus berangkat keluar kota untuk Bimtek."


Alya yang masih mengupas buah langsung menatap Ke Angga.


"Besok Mas, berapa hari."


"Iya besok, Mas harus berangkat kalau acaranya lusa kan jauh tempatnya ini naik kereta. Acaranya tiga hari."


"Hati - hati ya Mas."


Alya mengucapkan itu sambil menunduk, dia sudah merasakan sepi tidak ada Angga jika tidak Angga.


"Sayang, kenapa kangen ya."


Angga menatap Alya.


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Cuma tiga hari kok nggak lama, Sayang hati-hati kalau berangkat kerja, kalau pulang juga, terus kalau mau ke kampus jangan ngebut."


"Iya Mas. Mas hati - hati ya di sana jangan lirik yang lain."


Alya memasang wajah jutek.


"Ha ha ha... Kamu lucu kalau kayak gitu. Gimana mau lirik yang lain di rumah ada bidadari yang menunggu."


Blussshh...


Merah itu pipi Alya


😝😝😝😝😝

__ADS_1


__ADS_2