
Kini Alya dan Angga kembali lagi beraktivitas sebagai pengajar, Mereka masih bersiap untuk berangkat ke sekolahan.
"Ya Allah semoga hari ini suamiku tidak marah lagi."
Alya yang sedang bercermin dan berdoa di dalam hatinya.
Angga masuk ke kamar karena dia baru selesai habis mandi.
"Ngapain Sayang."
Angga melihat Alya mengusap mukanya dengan kedua tangannya.
Alya tersenyum saja dan menggelengkan kepalanya.
"Pakai seragamnya Mas, Alya siapin sarapan dulu ya."
Angga menganggukkan kepalanya dan Alya keluar dari kamar untuk mempersiapkan sarapan mereka.
"Angga mana Al."
Tanya ibunya yang sedang membuatkan minuman hangat.
"Masih ganti baju Bu, yang lain pada kemana Bu nggak sarapan bareng."
"Itu ada di luar, nanti Ibu panggil. Kamu panggil Angga kita sarapan bareng."
"Iya Bu."
Setelah menata sarapan untuk suaminya Alya kembali ke kamar untuk memanggil Angga.
"Mas sarapan yuk."
"Iya Sayang."
Angga menyudahi merapikan rambutnya dan ikut keluar dengan Alya untuk sarapan bersama dengan keluarga.
Selesai sarapan Angga dan Alya bersiap berangkat untuk bekerja dan berpamitan dengan kedua orang tua Alya.
Sepeda motor Angga melaju meninggalkan rumah menuju kearah dimana mereka bekerja dan lalu lintas pagi itu lumayan padat karena adanya perbaikan jalan.
"Macet banget Mas."
"Ya Sayang, kamu ijin aja dulu ke Pak Ahmad kalau kita telat."
Pinta Angga.
"Iya Mas."
__ADS_1
Sepeda motor mereka ikut berhenti dengan kendaraan lainnya menunggu bisa berjalan lagi dan Alya mengambil ponselnya kemudian mengirim pesan kepada Wakil Kepala Sekolah kalau mereka datang terlambat.
Hampir sekitar lima belas menit sepeda motor mereka berhenti dan akhirnya bisa berjalan kembali setelah dibuka tutup lalu lintas jalannya.
Sesampainya di sekolahan Angga memarkirkan sepeda motornya di parkiran khusus guru dan karyawan dan Alya langsung turun karena dia ada jam pertama dan sudah telat walaupun sudan ijin tadi.
"Mas, Alya duluan ya."
Alya ingin langsung berlari namun di tahan Angga.
"Bareng sama Mas."
Alya diam aja dan menunggu suaminya.
"Ayo sayang."
Angga meraih tangan Alya dan mengajaknya masuk.
"Harus banyak sabar Alya."
Dalam hati Alya bicara sendiri walaupun menggerutu di dalam hati senyum harus mengembang.
Angga mengantar Alya sampai depan Lab komputer dan terlihat dari luar guru baru kemarin sedang mengajar.
"Alya masuk ya Mas."
"Iya, ingat jaga jarak."
"Iya Mas."
Alya tersenyum manis dan kemudian masuk ke dalam, Angga masih mengamatinya dari luar baru setelah memastikan Alya aman, Angga pergi ke ruangannya.
Alya melakukan aktifitasnya seperti biasa sebagai pengajar hingga hari itu habis.
Bel pulang berbunyi, Alya bergegas mengemasi barang bawaannya.
"Bu Alya, saya boleh pinjam bukunya untuk mengajar besok."
Pak Doni mendekatinya dan sudah membuatnya gugup.
"Oh.. Iya Pak. Ambil aja ya di meja Pak, saya buru - buru pulang."
"Iya Bu, kenapa buru - buru Bu."
"Sudah di tunggu, duluan ya Pak."
Alya mengambil tasnya dan langsung keluar dari lab, untung Angga masih terlihat berjalan ke arahnya dan Alya menunggu di kursi depan.
__ADS_1
"Udah selesai Sayang."
Angga berdiri di depan Alya dan dia pun menengok ke arah dalam dan melihat Doni.
"Udah Mas, yuk pulang."
Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian meraih tangan Alya dan menggenggamnya.
" Kenapa Mas Angga sekarang menggenggam tanganku walaupun masih di sekolahan."
Alya berbicara sendiri di dalam hatinya.
Sesampainya di parkiran Alya mengenakan helm begitu pula dengan Angga dan mereka berdua langsung meninggalkan sekolahan.
Setelah melewati lalu lintas di siang hari itu yang cukup lancar namun cuaca sangat terik mereka telah sampai di rumah.
Alya membuka pintu yang tertutup dan mengucapkan salam karena Ibunya sedang pergi bersama Bapaknya, Mereka langsung masuk ke dalam kamar.
Alya mengambil baju ganti dan langsung ke kamar mandi karena ingin menyegarkan badannya sedangkan Angga masih memilih beristirahat dulu untuk menghilangkan keringat.
"Mas mandi."
Ucap Alya setelah kembali ke dalam kamar dan mendapati suaminya sedang memegang ponselnya.
"Pacar kamu kirim pesan."
Alya kaget mendengar Angga bicara seperti itu.
"Maksud Mas Angga apa, Alya nggak ada pacar."
Alya mau marah rasanya.
"Ini baca sendiri."
Angga memberikan ponselnya dan Alya langsung membaca pesan yang ada di sana ternyata dari Doni.
"Ini Pak Doni Mas."
"Iya , Dia perhatian banget sama kamu."
Kata Angga sambil keluar dari kamar.
"Mas... Kenapa sih Mas Angga, sudah dibilang enggak ada apa-apa sama Pak Doni. Ihhh.... "
Alya jengkel sendiri misal tidak memikirkan dosa suaminya udah nggak tahu mau diapain sama dia.
"Huhhh... Sabar Alya..."
__ADS_1
Alya pengaturan nafasnya sambil mengusap-usap dadanya.
🤣🤣🤣🤣🤣