
"Mbak, kok nggak di balas pesan Mang Ahsan."
Ikhsan pulang ke rumah dan langsung bilang begitu saat melihat Alya.
"Mang Ahsan siapa."
Alya berlagak lupa dia memang sengaja supaya Ikhsan yang ngomong.
"Mang Ahsan, Kakak pondok Ku yang mau kenalan sama mbak Alya."
"Yang kirim chat itu."
"Lah.. iya Mbak. Kok Mbak enggak bales sih."
"Mbak udah balas Dik, terus suruh balas apalagi dia kan cuman mau kenalan, Ya sudah dah kenal kan sekarang. Lagian Kamu berani banget sih Dik ngasih nomor Mbak sama dia nggak ijin dulu."
"Dia maksa Mbak."
"Hufftt... Lain kali Jangan kasih ke sembarang orang nomornya Mbak, Dik."
"Dia maksa terus Mbak, katanya mau kenal sama mbak Alya dia sering lihat Mbak Alya lewat di depan masjid kalau berangkat kerja ataupun kuliah."
"Memangnya Dia tau kalau Aku ini Mbak Kamu."
"Tau Mbak, Dia kadang juga jalan-jalan lewat depan rumah sini Mbak.''
Alya memandang Ikhsan dengan mengerutkan dahinya.
" Segitu niatnya Dia, mau kenal."
komentar Alya.
"Dia suka kali sama Kamu Mbak."
Alya semakin heran ternyata dia punya pengagum rahasia.
"Mana ada Dik, kenal orangnya aja enggak, lihat aja belum pernah cowok aneh."
"Dia cakep lho Mbak, ya hampir imbang lah sama Mas Tri tingginya juga segitu cuma putihan Mang Ahsan."
"Kayak sapi, ha ha ha..."
Alya malah tertawa.
"Dia sering nanyain Mbak Alya, kepo deh dia. Aku juga sering Dijajakan Mbak."
"Enak dong terusin aja jual informasi, Kamu cerita apa aja sama dia."
Alya sedikit marah.
"Yang dia tanya aku jawab aja Mbak." Enteng aja jawaban Ikhsan.
__ADS_1
"Kamu Ikhsan, bikin gregetan. Nyebelin kamu ya."
Alya tidak tahan lagi untuk mencubit adiknya.
"Aww... aoww..sakit Mbak."
Ikhsan mengusap lengannya bekas cubitan Alya.
"Ada apa."
Ibunya yang tadi di dalam rumah sampai kaget keluar mendengar teriakan Ikhsan.
"Mbak Alya Buk, cubit ini sampai gosong."
"Kenapa Al."
"Ikhsan itu yang nyebelin, masa cerita tentang Alya ke Kakak Pondoknya tanpa izin sama Alya Buk. Nomor Alya juga dikasih kan sama dia."
Ibunya geleng - geleng melihat kelakuan kedua anaknya, sedangkan Ikhsan cengengesan aja.
"Ikhsan, kamu nggak boleh seperti itu. Kakak Kamu juga punya privasi jangan sembarang menceritakan apalagi tidak kenal." nasehat Ibunya.
"Iya Buk maaf, tapi Mang Ahsan ngeyel terus Bu tanya tentang Mbak Alya, ya Ikhsan Jawab aja."
"Tapi jangan asal cerita dong Dik." Alya masih kesal.
"Mang Ahsan yang orang majalengka itu."
Ibunya Alya malah tau, karena sering mengikuti pengajian yang ada di pondoknya Ikhsan.
"Ibu tau Mang Ahsan."
Alya yang sekarang penasaran kok bisa ibunya tahu.
"Tahu lah, dia jadi perbincangan ibu-ibu kalau pengajian. Pada rebutan mau menjadikan dia mantu."
"Ha...!!!"
Alya sampai heran dan penasaran juga dengan sosok Mang Ahsan.
"Itu terkenal kan Mbak, mbak Alya aja yang enggak gaul enggak kenal."
"Biarin enggak kenal juga enggak papa. Emang kayak apa sih orangnya."
Tapi Alya jadi penasaran juga seperti apa sosok Mang Ahsan yang jadi perbincangan ibu-ibu di kampungnya.
"Kalau Mbak Alya lihat, jatuh cinta nanti."
Ikhsan mengejek Alya dengan menggerak - gerakan kedua alisnya.
"Seganteng arjuna."
__ADS_1
Alya tak mau kalah.
"Lebih ganteng dia."
"Kamu di kasih apa sih sama Dia, belain dia terus jadi sponsornya ya."
"Ha ha ha.. lihat aja nanti Mbak."
Alya masih gemas dengan adiknya itu, entah apa yang dikasih sama Mang Ahsan hingga Ikhsan pun nurut seperti itu.
Hari sudah petang sebentar lagi adzan maghrib akan berkumandang Ikhsan pun berpamitan kembali ke pondok.
Alya juga segera melaksanakan sholat maghrib bersama ibunya, Bapak dan Adiknya ke masjid.
Selesai sholat Alya membantu ibunya menyiapkan makan malam, sambil menunggu Bapak dan Adiknya pulang dari masjid.
Setelah makan malam selesai Alya memilih beristirahat di kamarnya sambil membuka laptop dan mendengarkan musik.
Laptop Alya baru hasil jerih payahnya bekerja dan juga di beri tambahan Bapaknya untuk kuliah.
"Mbak, pinjem motornya."
Ikhsan tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamarnya.
"Ikhsan ngagetin aja."
Alya mengusap dadanya yang berdebar karena kaget.
"He he he... pinjam motornya dong."
"Mau kemana, udah malam kayak gini mau kemana tadi juga udah balik pondok ngapain pulang lagi."
"Mau keluar Mbak, ke tempat Kang Hadi mau ambil kitab disuruh sama Pak Kyai."
"Alasan, sama siapa kamu."
"Sama Mang Ahsan."
Alya yang tadinya tengkurap langsung duduk mendengar nama Mang Ahsan.
"Enggak bohong kamu, awas kalau kelayapan."
Alya mengambilkan kunci motornya yang ada di atas meja kemudian melemparkannya ke Ikhsan.
"Kalau enggak percaya keluar itu ada Mang Ahsan lagi ngobrol sama Bapak."
Kata Ikhsan sambil melangkah meninggalkan kamar Alya dengan senyum-senyum.
Alya penasaran mau lihat wajah Mang Ahsan, namun malu lah masa keluar kamar mau lihat wajahnya.
Alya masih mikir gimana caranya mau lihat tapi tidak ketahuan.
__ADS_1
Alya menunggu Ikhsan menyalahkan sepeda motor, kemudian dia pun keluar dari kamar dan mengintip dari korden..
😁😁😁😁