DIARY ALYA

DIARY ALYA
22


__ADS_3

Satu semester rasanya cepat sekali, tak terasa ujian nasional sudah di depan mata, entah kenapa Alya merasa sangat takut menghadapi ujian nasionalnya.


Dia takut tak lulus dan mengecewakan kedua orang tuanya, Dia teringat akan pesan dari Bapak kepala sekolah saat renungan bersama satu minggu sebelum ujian untuk meminta doa dan memohon maaf atas dosanya kepada kedua orang tuanya.


Alya setelah sholat maghrib memeluk Ibunya dia menangis meminta maaf kepada Ibunya, banyak sekali dosa yang dia perbuat kepada Ibu yang sudah melahirkannya tak lupa dia juga meminta doa agar di lancarkan ujiannya.


Tak lupa Alya juga meminta maaf kepada Bapaknya dan meminta doa untuk kelancaran ujiannya.


Hari ini pengambilan kartu ujian, setelah mendapatkannya Alya bersama ketiga sahabatnya duduk di kantin menikmati es sesuai pesanan mereka.


"Entah kapan lagi kita bisa begini setelah ujian." tiba - tiba kata Ana yang terlihat sedih.


"Aku juga bakal kangen banget masa SMA Kita." Silvi.


"Kita akan sibuk dengan dunia kita sendiri - sendiri." Alya mengaduk - aduk es nya.


"Kita janji ya masih sempetin kumpul walaupun cuma di weekend." Sifa mengulurkan tangannya dan mereka saling menggenggam erat.


Setelah menghabiskan minumannya, mereka pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian hari pertama dua hari lagi.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hari pertama ujian telah tiba, sejak adzan subuh Alya sudah bangun dan melaksanakan sholat subuh dan membantu ibunya di dapur.


Setelah selesai Alya membersihkan diri kemudian bersiap berangkat ke sekolah dengan diantar oleh bapaknya karena kerja masuk siang.


Setelah berpamitan kepada Ibunya, Alya tak lupa memeriksa kembali peralatan ujiannya yang sudah ditata nya tadi malam takut saja nanti ada yang tertinggal dan akan membuyarkan konsentrasinya.


"Sudah semua Al."


"Sudah Pak."


Sesampainya di depan gerbang Alya turun dari motor dan meraih tangan Bapaknya mencium punggung tangannya.


"Alya, kerjakan dengan santai saja jangan buru - buru. Kerjakan yang mudah dulu menurut Alya dan satu lagi jangan lupa berdoa."


pesan Bapaknya.


"Iya Pak, Bapak pulangnya hati - hati nanti Alya naik angkot aja pulangnya."

__ADS_1


"Iya, hati - hati kalau pulang. Kamu masuk baru Bapak pulang."


"Assalamualaikum Pak."


"Waalaikumsalam."


Bapaknya Alya mengamati putrinya hingga tak terlihat lagi baru kemudian Bapaknya memutar sepeda motornya dan mengendarai menuju ke rumah kembali.


Alya senang bertemu dengan teman - temannya, walaupun perasaan mereka tidak karuan untuk menghadapi hari itu tetapi mereka saling menguatkan dengan bercanda bersama.


Bel berbunyi mereka semua berbaris di depan ruang ujian mereka masing-masing. Ketua kelompoknya menyiapkan dan pengawas berdatangan dan membuka pintu ruang ujian.


Setelah rapi mereka satu persatu meraih tangan kedua bapak ibu guru pengawas yang berdiri di depan pintu dan mencium punggung tangannya kemudian masuk ke dalam ruang ujian dengan tertib dan duduk sesuai dengan nomor ujian masing-masing.


Kemudian ketua kelompok menyiapkan untuk berdoa sebelum ujian dimulai.


Bapak Ibu guru pengawas membuka ujian dengan mengucapkan salam dan dijawab oleh semua siswa - siswi yang berada di dalam ruangan tersebut.


Setelah membacakan tata tertib yang harus ditaati selama mengikuti ujian Bapak Ibu guru pengawas pun menunjukkan amplop yang masih segelan dan membukanya kemudian membagikannya kepada seluruh peserta ujian.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2