DIARY ALYA

DIARY ALYA
156


__ADS_3

Alya masih berada di ruang tamu bersama keluarga besar, Mereka memuji keluarga Angga karena santun dan ramah belum lagi seserahan yang mereka bawa banyak banget.


"Beruntung kamu Mbak Alya, keluarga Mas Angga baik." Puji saudaranya.


"Aamiin.." Ucap Alya sambil tersenyum.


Alya mengambil ponselnya yang ada di kamar kemudian mengetik pesan dan Ia kirimkan ke Angga.


"Mas, sudah sampai rumah."


Pesan terkirim namun belum terbaca oleh Angga. Alya kembali ke depan karena saudaranya masih ada di sana.


"Al, ini seserahan nya taruh di kamar kamu." Pinta Ibunya.


"Iya Bu."


Dengan dibantu oleh Vera Alya memasukkan beberapa parcel seserahan ke dalam kamarnya. Ponselnya terdengar berbunyi dan ada panggilan masuk dari calon suaminya.


"Assalamualaikum Mas."


" Waalaikumsalam sayang, Mas sudah sampai rumah."


"Alhamdulillah Mas."


"Sayang, makasih ya sudah menerima lamaran keluarga Mas."


"Iya Mas, makasih juga diberi seserahan banyak banget perasaan kemarin nyari nggak sebanyak itu."


"He he he... Nggak papa seneng bisa memberi kamu apa yang kamu suka."


"Makasih Mas, istirahat Mas udah malam."


"Iya Sayang, Kamu istirahat juga. Besok berangkat kerja."


"Berangkat Mas."


"Besok Mas tunggu ya di pertigaan nanti sepeda motor kamu titipin terus bareng ke sekolahannya."


"Nggak usah Mas, Alya malah merepotkan Mas Angga nanti."


"Ya udah kalau kamu nggak mau, Mas jemput ke rumah ya kita berangkat bareng."


Angga sengaja supaya Alya mau.


"Jangan Mas, kita kan belum menikah."


"Iya kamu pilih yang mana."


"Oke, besok ketemu di pertigaan aja."


Angga di seberang sana tersenyum menang dia berhasil mengajak Alya berangkat bareng.


"Oke, Mas tunggu. Istirahat ya Sayang udah malam."


" Iya Mas, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam Sayang, I love you."


"Love too."


Vera yang sejak tadi mendengarkan Alya sedang teleponan terkekeh sendiri.


"He he he..."


"Kenapa kamu Ver."

__ADS_1


" Bahagia banget."


"Kamu juga harus bahagia dong, melihat temannya lagi bahagia begini."


"Pasti, Selamat ya Al sebentar lagi.." Mereka berpelukan


"Makasih semoga kamu juga segera menyusul."


"Mau menikah sama siapa Aku pacar aja nggak punya." Katanya sambil mencibirkan bibirnya.


"Yang kemarin PDKT gimana."


"Suram, kedua orang tuaku nggak ada restu sama sekali. Menyerah aku Al, ya bukan jodoh lah."


"Sabar Ver, akan ada yang datang yang lebih baik lagi."


"Aamiin."


Karena malam pun semakin larut Alya segera membersihkan diri dan berganti pakaian setelah itu melaksanakan salat Isya dan beristirahat sebab esok hari harus beraktifitas kembali.


Dia merebahkan dirinya di atas kasurnya sambil memandangi jarinya yang sudah melingkar sebuah cincin dari Angga.


"Seperti mimpi yang Ver, udah ada cincin di Jari ku."


"Bersyukur Al, sudah menemukan jodoh yang cocok. Ya walaupun hubungan kalian kadang diwarnai dengan air mata tapi aku melihat sosok Angga itu penyayang, sabar dan setia."


"Insya Allah Ver, Aku hanya bisa berdoa semoga kita dijodohkan sampai maut yang memisahkan."


"Aamiin Al, Hua... hua..."


Vera sudah menguap badannya memang terasa capek.


Alya masih tersenyum sendiri memandangi jarinya dan memegang kalung yang melingkar di lehernya.


"Makasih Mas, Alya seneng banget."


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi menjelang Angga sudah terbangun sejak subuh tadi yang saat ini sedang membersihkan beberapa kandang burung kesayangannya.


"Ga, ibu berangkat dulu."


Ibunya kalau pagi sudah berangkat ke kios buahnya.


"Iya Bu."


Setelah membersihkan semua kandang burung kesayangannya dia pun segera membersihkan dirinya untuk bersiap berangkat bekerja.


"Nggak boleh telat, pokoknya Sayang nggak boleh nunggu."


Dia bicara sendiri sambil mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Selesai bersiap dia sarapan dulu perutnya terasa keroncongan dan setelah selesai sarapan dia segera mengambil sepatunya dan mengenakannya untuk berangkat bekerja.


Sepeda motor Ia laju kan meninggalkan rumahnya dengan kecepatan sedang hanya butuh waktu sekitar 10 menit setelah sampai di tempat dimana dia membuat janji dengan Alya.


Pas Dia datang, pas Alya juga datang, "Sayang motornya titipin aja."


"Iya Mas."


Alya memarkirkan sepeda motornya di penitipan karena mereka berdua berangkat ke sekolahan berboncengan.


"Bawa apa Sayang."


Angga melihat Alya membawa paper bag.

__ADS_1


"Ini ada makanan tadi disuruh bawa sama Ibu katanya buat di makan bersama guru yang lain."


"Taruh depan sini Sayang."


Angga meraih paper bag itu dan meletakkan di bagian depan sepeda motornya.


"Ayo sayang naik."


Alya naik ke atas sepeda motor Angga dan mereka melaju menuju ke sekolahan.


"Sayang sudah siap kalau nanti bapak ibu guru tahu kalau kita sudah lamaran."


"Siap Mas, memang kenapa kam berita bahagia."


"Makasih Sayang."


Angga mengusap tangan Alya yang melingkar di perutnya.


Setelah dekat lingkungan sekolahan Alya melepaskan pelukannya dan hanya memegang jaket Angga saja.


Banyak pasang mata yang melihat mereka berdua berangkat bersama.


Setelah Angga menghentikan motornya dengan sempurna Alya pun turun dan Mereka berdua berjalan bersama.


"Mas, Alya ke ruang guru ya."


"Iya Sayang, Mas langsung ke ruangan ya karena mau menertibkan siswa di depan."


"Iya Mas."


Alya berjalan sendiri kearah ruang guru dengan membawa paper bag itu.


Di dalam ruang guru baru ada beberapa bapak ibu guru yang masuk, Ia pun meletakkan paper bag itu di depan.


"Pak, Bu ada sedikit makanan silakan bisa dinikmati bersama."


"Wah.. Makasih Bu Alya."


Bu Susi yang mendekat dan membuka paper bag itu.


Senyum Bu Susi langsung merekah dan bisa ditebak setelah itu dia mencandai Alya.


Alya yang sudah duduk di kursinya didatangi oleh Bu Susi.


"Selamat ya Bu Alya, sudah lamaran ya."


Alya tersenyum saja, bapak ibu guru yang ada di ruang itu langsung heboh dan bergantian mengucapkan selamat.


"Kapan nih resminya."


Pak Abdi udah mulai lagi Dia.


"Doakan saja Pak, semoga dilancarkan semuanya."


"Aamiin." Mereka serempak.


Angga yang masih bertugas menertibkan siswa pun tak luput dari ucapan selamat dari bapak ibu guru yang sudah mengetahui dari ruang guru tadi.


"Wah Pak Angga gercep nih, baru dapat ijazah langsung di ajak Ijab."


"Makasih Pak, doanya ya Pak."


"Insya Allah lancar semua."


"Aamiin.." Ucap Angga.

__ADS_1


😉😉😉😉😉


__ADS_2