
"Alya.."
Alya menoleh ke arah suara terdengar jelas ia laki - laki."
"Adit..."
Alya agak kaget sih, kok bisa ketemu di situ lagi bareng sama Angga lagi.
"Kamu sama siapa."
Adit menoleh ke kanan kiri mencari orang yang datang bersama dengan Alya.
"Itu, lagi ngantri di kasir."
Alya menunjuk ke arah Angga yang pas tersenyum ke arahnya.
"Pacar kamu."
Alya tersenyum aja.
"Kamu sama siapa Dit."
"Itu lagi sibuk bolak-balik baju dari tadi enggak dapat-dapat."
Adit menunjuk ke arah Silvi ternyata yang sibuk memburu diskon.
"He he .. kebiasaan Dia. "
Angga mengamati Alya dari antrian kasir ada rasa penasaran Alya kok bisa akrab dengan cowok itu.
"Siapa cowok itu."
Dalam hati Angga.
"Mas... Mas..."
Mbaknya kasir sampai memanggil Angga yang bengong.
"Eh, maaf Mbak ini."
Angga memberikan barang yang ia beli dan mengambil dompetnya.
"Al, sama siapa."
Silvi melihat Alya ngobrol sama Adit mendekatinya.
"Itu..."
Angga pas berjalan ke arah Alya bersama Adit dan Silvi.
"Ciye.. cowok baru."
Silvi menyenggol Alya yang tersenyum malu nggak enak sama Angga.
"Apaan sih."
Adit memandang ke arah Angga dengan tatapan sulit dipahami.
"Sudah Pak."
Tanya Alya ke Angga.
"Sudah ini."
Angga tersenyum menunjukkan belanjaannya.
"Ini kenalkan Pak, teman Saya."
Angga bersalaman dengan Adit kemudian dengan Silvi juga.
"Kok manggilnya Pak sih Al."
Bisik Silvi.
"Iya, emang kenapa."
"He he he... nggak Yang gitu."
Silvi suka menjahili Alya.
"Belum..."
Bisik Alya kemudian Mereka tertawa bersama.
__ADS_1
"Pak Angga mau kemana lagi."
Tanya Alya.
"Terserah Bu Alya mau kemana, saya ikut aja."
Katanya sambil senyum dan mendapatkan senyuman pula dari Alya. Adit yang melihat mereka berdua saling melempar senyum tentunya ada rasa cemburu di dalam hatinya.
"Dit."
Silvi menyenggol Adit yang terlihat jelas di mata Silvi kalau dia cemburu dengan kedekatan Angga dan Alya.
"Hmmm... kenapa."
"Pandangannya."
Bisik Silvi.
"Al, temenin aku ya cari diskonan di sana."
Ajak Silvi.
"Lain kali aja ya Sil, nggak enak sama Pak Angga nih."
Angga nya senyum aja.
"Saya nggak papa kalau Bu Alya mau sama Mbak Silvi."
Itu yang keluar dari mulutnya tetapi dalam hatinya Angga merasa dia yang ngajak Alya kenapa jadi sama temennya.
"Sorry ya Sil, lain kali lagi kita janjian, soalnya tadi kan aku ke sini sama Pak Angga."
"Yes... Dia milih aku ternyata, kelihatannya cowok ini ada rasa sama Alya."
Dalam hati Angga.
"Yuk Pak Angga kita mau kemana lagi."
"Bu Alya mau kemana."
"He he he.. Saya ikut aja."
"Oke, duluan ya Mbak Silvi, Mas."
"Iya Pak.."
"Duluan ya Sil, Dit."
Pamit Alya.
"Oke Al, hati - hati."
Hanya Silvi aja yang jawab.
Angga dan Alya berjalan beriringan meninggalkan Adit dan juga Silvi.
Tatapan Adit kepada Alya tak terlepas, hingga Alya tak terlihat lagi olehnya.
"Cemburu."
Silvi membuyarkan pandangan Adit yang menatap Alya.
"Ya.."
Kata Adit membuat silvi tertawa.
"Ha ha ha... Anda kurang beruntung Bung."
Dengan menepuk pundak Adit.
"Aku sadar Sil, aku jauh dari Angga. Wajar saja kalau Alya lebih memilih Angga."
"Sudah cari yang lain, memang Alya itu tidak berjodoh sama kamu. Angga terlihat sayang sama Alya tapi Mereka belum pacaran kok."
"Terus...."
Adit pergi meninggalkan Silvi dan diikuti olehnya.
"Terus cari yang lain aja, ha ha ha."
Sedangkan Angga ternyata membawa Alya ke restoran yang ada di dalam mall itu.
"Kita makan siang ya Bu."
__ADS_1
"Di sini."
Alya nampak ragu menunjuk restoran itu yang terkenal dengan harganya yang lumayan.
"Iya, yuk masuk."
"Wah ini seleranya, mantap jiwa."
Batin Alya sambil berjalan mengikuti Angga masuk ke dalam restoran.
"Silahkan Duduk."
Angga mempersilakan Alya untuk duduk terlebih dahulu.
"Makasih."
Mereka mengambil tempat duduk agak di pojok yang tidak terlalu ramai dan mereka duduk berhadapan.
"Silahkan mau pesan apa Bu."
"Samakan aja deh sama Pak Angga."
"Jangan gitu, Bu Alya aja yang milih."
"Oke."
Alya membaca daftar menu kemudian menuliskan pesanan mereka.
"Saya mau nasi gorengnya Pak kan terkenal di sini."
"Oke, samakan aja Bu."
Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, setelah menulis pesanan mereka saya pun memberikannya kepada pelayan restoran itu.
"Tadi teman sekolah Bu Alya."
"Iya Pak, teman di SMA."
"Terlihat Akrab sekali-kali kalian bertiga, he he he..."
"Kalau Silvi udah biasa kemana-mana bareng sama Dia terus masih ada lagi dua cewek, cuman kalau Adit tadi itu sepupunya Silvi jadi hanya sekedar kenal aja Pak."
Angga lagi - lagi tersenyum dan itu pasti membuat jantung Alya semakin berdegup kencang.
"Bu Alya punya geng ya, he he he.."
"Bahasanya Geng Pak Angga ini. Ya seperti sahabat lah udah bareng-bareng dari dulu waktu di SMA. Habis ini aku pasti diledekin karena ketahuan sama Silvi jalan sama Pak Angga."
Kata Alya sambil cemberut.
"Kalau diledekin nanti bilang sama aku biar aku kenal sama mereka."
"Yakin Pak Angga."
"Hmmmm..."
Angga mantap menganggukkan kepalanya dan sambil tersenyum lagi.
Pesanan Mereka datang, Alya dan Angga mulai menyantap pesanan mereka.
"Bu Alya mau pulang atau kemana lagi."
"Pulang aja deh Pak, capek."
"Oke, aku ke kasir dulu."
Angga berdiri dan menuju ke kasir untuk membayar pesanan mereka Alya pun mengikutinya dari belakang.
"Kok Pak Angga sekarang jadi manggil dirinya aku nggak saya lagi."
Batin Alya.
"Yuk Bu."
Mereka berdua jalan keluar menuju ke pintu keluar dari mall tersebut sambil berjalan beriringan dan ngobrol santai saja.
"Makasih ya Bu Alya untuk hari ini."
"Sama - sama Pak, makasih juga sudah ditraktir makan siang, he he he..."
"Nggak sepadan lah Bu, sama waktu Bu Alya yang sudah meluangkan waktu."
Alya tersenyum saja dan mereka sudah sampai parkiran dan mengenakan helm nya bersiap untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
😉😉😉😉😉