
Dua hari sudah Alya dan Angga tak bertemu setelah mereka jadian. Alya baru merasakan sekarang jika Angga orangnya posesif maunya dia kemanapun ia pergi dan Alya berbuat apa aja harus bilang sama Angga, tapi karena cinta tak masalah juga buat Alya selama masih wajar saja.
"Sayang berangkat jam berapa dari rumah."
Setelah sholat subuh Angga sudah mengirimkan pesan ke Alya.
"Biasa Mas jam enam lebih dikit keluar dari rumah."
Balas Alya kemudian dia membiarkan ponselnya di charger dan membatu ibunya di dapur.
"Mas jemput ya."
Balasan masuk lagi dan Alya belum membacanya.
Setelah selesai dengan aktivitasnya membantu ibunya mempersiapkan sarapan Alya kembali ke kamar untuk bersiap berangkat kerja.
Dia duduk di pinggir tempat tidurnya sambil membuka ponselnya.
"Mas Angga lebay deh, nanti kalau di sekolahan gimana ya."
Alya bicara sendiri, Alya takut aja kalau nanti di sekolahan Angga memberikan perhatian yang berlebihan sehingga memancing rasa ingin tahu dari rekan-rekan guru yang ada.
"Nggak usah Mas, Alya bisa berangkat sendiri."
Balasan telah Alya kirimkan.
"Hati - hati ya Sayang."
Balasan juga masuk kembali.
"Iya Mas."
Alya memasukkan ponselnya ke dalam tas dan kemudian keluar dari kamar dan ikut sarapan bersama keluarganya.
Alya berpamitan dengan kedua orang tuanya setelah selesai sarapan untuk segera berangkat, dia tidak mau terhalang macet yang sering terjadi di pagi hari karena lalu lintas yang terlalu padat.
Sepeda motor Alya melaju dengan mulus di atas jalan beraspal menuju ke arah sekolahan dan sekitar 30 menit ia telah memasuki gerbang yang bertuliskan nama sekolahan yang terpampang besar.
Alya memarkirkan sepeda motornya di parkiran khusus bapak ibu guru.
"Mas Angga gasik banget."
Dalam hati Alya melihat sepeda motor Angga yang sudah terparkir rapi di sana. Helm dia lepas kemudian merapikan jilbabnya dengan mengaca di spion.
"Udah cantik."
Alya menoleh ke belakang sudah ada Angga yang tersenyum manis padanya, Alya pun tersenyum balik.
"Gasik banget Mas, eh.. Pak."
Alya menutup mulutnya takut ada yang mendengarnya.
"Kok ganti manggilnya."
"Di sekolahan, aku ke sana ya Pak. Selamat bertugas."
Alya terkekeh melihat Angga yang mengerutkan dahinya.
"Nggak salim dulu."
"Nggak ada, emang aku siswa. He he he..."
Alya berjalan meninggalkan Angga yang tersenyum memandangi Alya hingga tak terlihat.
Angga bertugas menjaga gerbang dan menindak kedisiplinan terhadap siswa-siswinya yang melanggar aturan, sedangkan Alya langsung masuk ke dalam lab karena ada jam mengajar.
Bel berbunyi semua siswa-siswi masuk kedalam kelas masing-masing dan juga bapak ibu gurunya yang mulai mengajar.
__ADS_1
Hingga tak terasa waktu istirahat telah tiba para siswa-siswi meninggalkan lab komputer dan menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka.
"Jangan telat masuk ya."
Pesan Alya.
"Siap Bu."
"Assalamualaikum."
Suara laki - laki masuk ke dalam lab.
"Waalaikumsalam."
Jawab Alya dan Joko yang berada di dalam lab komputer sambil melihat kearah pintu.
"Pak Joko, saya nunut print ya."
Pak Abdi masuk ke dalam ruangan guru.
"Silahkan Pak."
"Wah ada Bu Alya juga."
"Silahkan Pak."
Alya keluar dari dalam dan duduk di depan laptopnya.
"Kirain Mas Angga."
Batin Alya seraya menenggak minuman yang ada ditangannya.
"Wah.. Ada yang statusnya berubah ini." Kata Pak Abdi sambil memandangi laptopnya.
"Status apa Pak."
Joko ikut penasaran.
Alya terdiam saja dia kaget status Angga sudah di ubah di sosmed. Dia langsung membuka sosmed milik Angga dan benar saja statusnya berpacaran tetapi tidak menandai dirinya.
Pak Abdi dan Pak Joko melirik ke arah Alya dengan senyum-senyum yang tak jelas. Alya pura-pura diam saja tidak tahu kalau mereka memandanginya.
"Mas, sosmed nya udah di ganti berpacaran."
Pesan Alya kirim ke Angga.
Tak lama ada pesan balasan masuk.
"Iya, memang berpacaran kan sama kamu."
"Kapan Mas gantinya, aku baru tahu." itu pun dari Pak Abdi batin Alya.
"Semalam, biar dia nggak ngajak balikan terus."
Alya memandangi ponselnya dan membaca pesan itu berulang kali di dalam hatinya.
"Balikan, berati mantannya masih menghubungi." batin Alya.
"Nanti pulang ikut Mas, akan Mas jelaskan semuanya."
Pesan masuk lagi ke ponsel Alya.
"Iya Mas, Alya masuk dulu."
"Oke Sayang ."
Siswa - siswinya mulai masuk ke dalam lab dan Alya siap mengajar kembali karena jam mengajarnya belum habis.
__ADS_1
Hingga tak terasa waktu berakhir pembelajaran hari itupun telah usai semua siswa-siswi bergembira karena sudah tidak sabar untuk pulang ke rumah.
Alya masih di lab sedang membereskan peralatannya sedangkan Joko masih bersantai di dalam.
"Assalamualaikum."
Alya menoleh ke arah pintu.
"Waalaikumsalam."
Jawab Alya dan Joko yang keluar dari dalam ruangan menghampiri Angga.
"Siapa ini, Pak Angga makan - makannya mana."
Angga bingung dalam rangka apa.
"Makan - makan apa Pak."
"Habis jadian nggak syukuran gimana sih."
Angga melirik Alya yang diam saja mendengarkan mereka.
Angga senyum saja.
"Bahagia, langgeng sampai jenjang serius."
Joko menepuk pundak Angga dan keluar meninggalkan mereka berdua.
"Pak Joko tau tentang kita."
Angga mendekati Alya yang sedang berkemas.
"Nggak tau, cuma tadi Pak Abdi ke sini lihat status medsos kamu Mas terus mereka berdua pasti mikir begitu."
"Gitu, yuk cari bakso."
"Mas duluan aja tunggu diparkiran."
Alya sambil cengengesan dia belum siap mereka.
"Kenapa nggak bareng."
"He he he..."
Alya menampakan gigi putihnya, Angga pun paham.
"Ya udah, Mas tunggu diparkiran ya." Angga mengusap kepala Alya membuat jantung Alya berdegup kencang.
Angga keluar duluan dari lab komputer menuju ke parkiran baru Alya keluar setelah 5 menit berlalu.
Alya menjalankan sepeda motornya kemudian di ikuti Angga di belakang.
Sesampainya di kedai bakso yang sudah jauh dari sekolahan, Mereka masuk ke dalam dan memesan pesanan sesuai seleranya.
"Dek."
"Hmmm.. Iya Mas kenapa."
Mereka berdua saling pandang.
"Mas mau jelasin yang tadi."
"Yang mana Mas."
"Soal status tadi."
"Iya Alya dengerin."
__ADS_1
☺☺☺☺☺
Tahan dulu ya