
Libur akhir semester sebentar lagi karena penilaian akhir semester juga sudah berakhir dan kini saatnya pembagian raport untuk semua siswa siswi di sekolah Alya.
Pagi ini nampak semua orang bergembira terutama siswa-siswi yang berdatangan bersama orangtuanya untuk mengambil hasil belajar mereka selama satu semester ini.
Ini belum kenaikan kelas jadi siswa - siswi belum begitu tegang mukanya karena menunggu hasil apakah dirinya naik kelas atau tidak. Namun khawatir tetap ada takut nilainya jelek dan di marahi orang tua Mereka.
Angga sebagai guru BK terlihat sibuk menerima beberapa tamu yaitu orang tua dan wali siswa yang bermasalah.
Satu persatu Ia bimbing supaya untuk kedepannya menjadi anak yang lebih baik. Sebagai guru BK memang harus menjadi sahabat dari siswa - siswinya merangkul mereka untuk menjadi generasi masa depan yang cerah karena merekalah tumpuan bangsa ini.
Alya berada di ruang guru karena dirinya juga bukan wali kelas dia duduk di kursinya sambil membuka beberapa catatan miliknya.
Saat ini ada seorang siswa yang menemui dirinya karena nilainya belum tuntas batas minimal nilai yang harus dicapai.
"Bu, masa nilai saya kurang."
Terlihat wajah dari siswanya yang memelas.
"Sebentar Ibu buka dulu catatannya kamu kurang tugas apa."
"Saya sudah mengumpulkan semuanya kok Bu."
"Ia sebentar saya cari dulu kalau memang kamu sudah mengumpulkan pasti akan ada nilainya di sini dan nggak mungkin nilai kamu itu di bawah standar."
Alya kemudian menemukan data dari siswa tersebut.
"Ini bisa kamu lihat ya memang ada tugas kamu yang belum terkumpul."
Alya menunjukkan kepada siswanya itu.
"Itu yang apa Bu."
"Ini yang praktek mengenai jaringan kamu nggak masuk waktu itu dan kebetulan saat itu saya mengadakan penilaian, kamu juga tanpa izin waktu itu tanpa keterangan kenapa kamu tidak masuk."
Siswa itu mendengarkan penjelasan Alya di situ juga terdapat orang tua dari siswa tersebut yang ikut mendengarkan.
"Kamu kemana nggak masuk sampai nggak ada izin padahal dari rumah berangkat terus."
Ibunya Si Siswa tersebut menegur anaknya.
__ADS_1
Siswa itu hanya diam dan menundukkan kepalanya ia merasa jika dirinya bersalah.
"Maaf ya Bu, Waktu itu saya diajak sama Rio bolos."
Terangnya yang membuat Ibunya mau memarahi anaknya.
"Sejak kapan Kamu kumpul sama Rio sudah tahu anaknya nggak baik seperti itu masih saja main sama dia."
"Maaf Buk, Dion di ajak aja."
bela Siswa itu.
"Maaf Bu, anaknya sudah mengaku jika bersalah dan sebaiknya kita juga memberi kepercayaan kepada Dion ini untuk bisa berubah kedepannya."
Nasehat Alya.
"Dia memang seperti ini Bu Alya kalau tidak dimarahi itu nggak akan pernah sadar selalu berteman dengan teman-temannya yang nggak bertanggung jawab."
"Iya Bu. Untuk kamu Dion kalau tidak mau dimarahi sama ibu kamu nurut sama orang tua kalau sudah begini siapa yang rugi kamu sendiri kan."
"Iya Bu, Dion sadar."
"Baik Bu."
Dion menerima selembar kertas dari Alya dan segera pamit dengan orang tuanya meninggalkan sekolahan.
Waktu pun sudah siang dan Azan zuhur pun berkumandang orang tua siswa-siswi pun sudah banyak yang kembali ke rumah masing-masing, hanya masih ada beberapa yang harus menyelesaikan urusannya dengan anaknya.
"Ke masjid dulu sebelum pulang."
Alya mengambil jaket dan juga tasnya membawa serta ke masjid agar nanti bisa langsung pulang ke rumah setelah melaksanakan sholat.
Dia mengambil wudhu dan segera masuk ke dalam masjid untuk ikut berjamaah.
Imam sudah mengumandangkan takbir berati sholat sudah di mulai.
"Kayak kenal suaranya."
Batin Alya sebelum ikut mengangkat tangannya untuk takbir.
__ADS_1
"Astaghfirullahaladzim."
Ucap Alya dan segera memulai sholatnya.
Empat rakaat telah selesai ditunaikannya dan pasti juga sudah menengadahkan tangan meminta kepada Rabb Yang Maha Kuasa atas segala hajatnya.
Alya keluar dari dalam masjid dan menuju ke serambi untuk segera mengenakan sepatunya dan pulang ke rumah.
Saat mengenakan sepatu ada seseorang yang menyapanya padahal jamaah yang lain juga sudah mulai meninggalkan masjid.
"Bu Alya, mau pulang."
Alya menoleh ke arah suara saat dirinya mengenakan sepatu.
"Iya Pak, mau pulang sudah selesai juga."
Alya bicara dengan ramah dan sambil menyelesaikan mengenakan sepatunya.
"Iya Bu, hati - hati."
"Makasih ya Pak, Maaf saya duluan ya pak."
"Iya Bu."
Jawabnya dengan tersenyum.
Alya meninggalkannya yang masih mengamati diri Alya yang berjalan meninggalkan dirinya.
"Kok Dia keluar belakangan, Apa tadi yang jadi imam sholat dia."
Batin Alya sambil berjalan menuju ke parkiran.
"Ya sudah pulang."
Alya tersenyum sendiri.
😁😁😁😁
Siapa Dia ????
__ADS_1