
Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam mall.
"Maaf Bu Alya."
Angga menarik jilbab Alya ke bawah mungkin terangkat saat dia melepas helm tadi.
"Oh.. Makasih Pak."
Alya nampak malu mendapat perlakuan Angga seperti itu.
Angga tersenyum.
"Mau naik tangga atau eskalator."
Angga sedikit menggoda Alya.
"Eskalator aja lah Pak, masa mau lewat tangga manual sampai lantai tiga."
Alya menampakan wajah sedihnya.
"Sekalian diet Bu he he he..."
"Bukan langsing yang didapat tapi betis tambah besar Pak."
"Ha ha ha.. Bu Alya bisa aja. Silahkan."
Angga mempersilahkan Alya untuk naik duluan ke eskalator dan Dia mengikutinya di belakang.
Sampai sudah Mereka di lantai tiga dimana disitu memang khusus untuk sepatu dan sandal.
Alya berhenti dan membuat Angga kaget yang ada di belakangnya.
"Aduh.. Kok berhenti Bu, untung nggak nabrak tadi Saya."
"He he he.. Maaf. Yang mau beli sepatu kan Pak Angga kenapa saya yang di depan. Saya mengikuti di belakang saja deh."
Angga tertawa kecil.
"Gemesin ini orang, kalau boleh tak cubit itu hidung."
Dalam hati Angga.
"Malah ketawa Pak Angga, jadi nggak."
"He he he.. Iya. Bu Alya cerewet juga ya tak kirain pendiam lho."
Angga berjalan dan Alya mengikutinya.
"Tergantung Pak, ada waktunya diam dan ada waktunya untuk cerewet tergantung lawan bicaranya."
"Berati Saya cerewet juga dong."
"Iya bisa begitu, he he he..."
Alya nyengir aja menampakan gigi putihnya.
"Ini bagus nggak Bu."
Angga mengambil sebuah sepatu kerja berwarna hitam.
"Bagus."
Alya menganggukkan kepalanya.
"Saya serius Bu tanyanya."
Angga pura - pura agak sebel.
"Saya serius Pak jawabnya, memang bagus harganya aja juga mantap he he he..."
"Ha ha ha.. "
Malah ketawa Angga.
"Kok ketawa Pak, lucu ya."
"Untung Saya ajak Bu Alya tadi, jadi ada hiburan he he he..."
"Lah.. Memangnya Saya pelawak."
Alya menunjukkan muka jengkel.
"Nggak Bu, bercanda jangan marah dong."
Angga tersenyum sambil menggerak-gerakkan kedua alisnya menggoda Alya.
"Nggak marah,.."
Tapi muka Alya masih di tekuk.
"Nggak marah kok mukanya di tekuk gitu, cantiknya hilang nanti."
Gombal Angga membuat Alya salah tingkah.
__ADS_1
"Bisa copot jantung Ku."
Dalam hati Alya.
"Jadi beli yang mana ini."
Alya mengalihkan pembicaraan dan berjalan melihat - lihat sepatu lainnya.
Angga yang memandanginya tersenyum sendiri.
"Malu Dia, tapi tambah cantik kalau kayak gitu."
Dalam hati Angga.
"Ini bagus Pak."
Alya mengambil satu model sepatu lagi namun warnanya sama.
Angga mendekatinya dan mengambil sepatu dari tangan Alya kemudian mencobanya.
"Bagus Bu, nyaman juga tapi kurang besar sedikit ukurannya di kaki saya."
Angga mencobanya dengan berdiri dan menggerakkan kakinya.
"Nanti minta nomornya aja Pak yang sesuai dengan kaki Pak Angga."
"Oke, boleh juga."
"Berapa nomornya Pak, biar saya mintakan sama Mbaknya."
"42."
Kata Angga sambil tersenyum memandang Alya.
"Oke."
Alya menghampiri SPG dan meminta nomor 42 yang sesuai dengan model sepatu tadi yang diambil.
"Maaf Bu, kosong yang 42. Adanya 41 yang model itu."
Kata SPG nya.
"Yah.. Gimana Pak kosong."
Alya agak kecewa padahal modelnya bagus di kaki Angga sangat pas.
"Kita cari yang lain aja Bu, makasih ya Mbak."
"Iya Pak."
"Ini bagus nggak Bu."
Angga mengambil model sepatu satu lagi dan menunjukkannya ke Alya.
Tapi Alya yang tadi berjalan di belakangnya ternyata memilih duduk setelah melihat ada bangku kosong yang biasanya untuk tempat mencoba sepatu.
Angga mendekatinya.
"Capek ya Bu."
Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Bentar ya Pak, mau duduk."
"Iya nggak papa, Bu Alya tunggu di sini aja ya sebentar nanti saya balik lagi."
"Mau kemana Pak, masa Saya ditinggal di sini sendirian."
"He he he... Nggak sendirian Bu itu banyak orang."
Angga menunjuk orang yang berlalu lalang dengan aktivitas mereka masing-masing.
"Mau kemana sih Pak, ikut aja."
Alya mau berdiri tapi di larang Angga dengan kode menggunakan tangannya.
"Udah Bu Alya duduk aja, nanti tambah capek. Saya mau beli minum aja nggak lama kok."
"Ya udah jangan lama Pak."
"Oke, jangan kemana-mana ya nanti kalau hilang loh.. Saya nanti dimarahi orang tua kamu he he he..."
"Emang Saya anak kecil, Pak Angga itu awas kalau nggak balik lagi saya di tinggal sendirian di sini."
"Ha ha ha.. Oke."
Angga berlalu meninggalkan Alya dan memintanya beristirahat di situ saja dia yang akan membeli minum.
"Perhatian juga Dia."
Alya tersenyum sendiri setelah Angga pergi.
Angga menepati janjinya dia tak lama kembali dengan membawa 2 botol air minum.
__ADS_1
"Ini Saya kembali kan ☺☺☺, silahkan di minum."
"Makasih."
Alya menerimanya dan kemudian meneguknya karena tenggorokannya sudah terasa sangat kering.
"Seger ya, kelihatan haus gitu."
Angga memperhatikan Alya seperti orang yang beberapa hari tidak minum dan Dia mengambil duduk di sebelah Alya yang masih kosong.
"He he he.. Alhamdulillah, makasih Pak."
"Maaf tadi nggak beli minum dulu, jadi kehausan Bu Alya."
"Nggak papa Pak, santai aja. Udah nemu model yang bagus lagi Pak."
"Tadi ada di situ, nanti aja istirahat dulu kasihan bu Alya."
"Nggak papa, mana."
Alya berdiri namun tangannya di tahan Angga.
"Minum dulu Bu, nanti aja nggak papa."
"Oke.."
Alya melirik tangannya yang masih di pegang Angga walaupun bukan bersentuhan kulit karena terhalang baju panjang Alya.
"Oh.. maaf Bu."
Angga melepaskannya dan Alya tersenyum saja.
Mereka menikmati minumannya dulu, dan setelah hausnya hilang Alya pun mengajak Alya kembali untuk mencari sepatu yang diinginkannya.
"Ayo Pak, kita cari lagi."
"Udah hilang capeknya."
"Udah, yuk cari lagi."
Angga ikut berdiri dan tersenyum kemudian mengikuti Alya dari belakang.
"Ini bagus Pak."
Angga malah tersenyum.
"Kok malah senyum, kenapa norak ya pilihannya."
"Bukan Bu, memang itu tadi yang saya pilih mau nunjukin ke Bu Alya, eh.. orangnya enggak ada taunya duduk di sana tadi."
"He he he.. Iya bagus ini Pak."
"Kok selera kita bisa sama ya Bu."
"Memang bagus modelnya Pak, coba deh nanti tinggal tanya nomornya."
Angga mencoba sepatu itu dan ternyata malah pas banget di kaki Angga.
"Ini pas Bu nyaman."
"Nggak di tambahin satu nomor lagi Pak, supaya agak longgar nanti kan juga harus pakai kaos kaki."
"Iya juga, bisa coba tambah satu nomor lagi."
Alya membantu Angga dengan memanggil SPG dan meminta satu nomor di atas itu.
Setelah di coba ternyata memnag lebih nyaman, akhirnya di ambil oleh Angga.
"Bu Alya nggak cari sekalian."
"Nggak deh Pak, kemarin baru aja beli sepatu."
"Mungkin mau cari sandal."
Tawar Angga.
"Nggak juga, masih bagus ini."
Alya menunjukkan kakinya.
Angga hanya tersenyum.
"Kita ke kasir ya Bu."
Alya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Angga, tetapi Sesampainya di kasir antriannya sangat panjang Angga pun meminta kepada Alya untuk mencari tempat duduk saja daripada capek berdiri.
"Bu Alya duduk sana aja, nanti capek kalau ikut berdiri di sini."
"Oke, Saya tunggu sana ya Pak."
Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya sembari melihat Alya yang berjalan menuju ke Bangku kosong itu.
"Alya..."
__ADS_1
😉😉😉😉😉
Siapa itu..???