DIARY ALYA

DIARY ALYA
125


__ADS_3

Sesampainya di rumah Alya beristirahat, karena pulang terlambat dari biasanya sudah pasti dapat pertanyaan dari ibunya.


Alya menjawab saja ada kegiatan di sekolahan dan kemudian beristirahat di kamarnya.


"Sudah sampai rumah Sayang."


Pesan masuk ke ponsel Alya.


Alya membuka ponselnya dan tersenyum senang.


"Sudah Mas, Mas Angga sudah sampai belum."


"Sudah Sayang."


Bahagia sekali mereka berdua merasakan cinta yang bersemi di hati keduanya.


Malam semakin menampakkan dirinya, Alya akan meneruskan mengerjakan skripsinya untuk menyelesaikan bab 4. Dia berencana akan bimbingan kembali lusa bersama dengan Vera.


"Jangan buka sosmed ah, nanti Mas Angga tau lagi kalau begadang." Gumam Alya sendiri.


Dia meneruskan mengerjakan skripsinya hingga jam sudah menunjukkan angka 11 malam.


Dia masih chat dengan Vera jadi kelihatan online juga sama Angga.


"Lembur ya."


"Aduh ketahuan deh. Kok belum tidur Mas Angga." Gumam Alya sendiri.


"Ini mau tidur Mas, Mas Angga belum tidur."


"Beneran mau tidur atau baru buka laptop ini."


Angga tidak mau di bohongi sama Alya dan muncul panggilan video call dari Angga.


"Aduh, malam gini video call nggak percaya banget sih."


Alya menggerutu sendiri dan langsung mengambil jilbab yang ada.


Alya menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Hai..."


Alya menunjukkan gigi putihnya begitu melihat wajah Angga yang kelihatan baru bangun tidur.


"Ngapain."


"He he... Mau tidur kok Mas. Mas baru bangun."


"Iya capek dari habis maghrib tidur, malah lihat kamu online pasti begadang."


"Nggak Mas, ini mau tidur."


"Nerusin skripsinya."


"Iya Mas, lusa mau bimbingan."


"Sekarang istirahat, tidur. Teruskan besok lagi nanti malah sakit kalau di paksakan."


"Iya Mas, nih Alya matikan laptopnya."

__ADS_1


"Bagus, kalau nurut gitu kan cantik."


Alya tersenyum saja, Angga kalau sudah bilang sesuatu harus dituruti.


Alya benar - benar mematikan laptopnya dan merebahkan dirinya, sedangkan Vera yang tadi masih berdiskusi dengannya masih menunggu balasan chat-nya karena nggak mungkin Alya membalas bisa kelihatan sama Angga kalau online.


Pagi menjelang setelah siap semuanya Alya berpamitan dengan kedua orangtuanya untuk berangkat bekerja.


"Hati - hati Al."


"Iya Pak, Bu. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Alya mengajukan sepeda motornya menuju ke sekolahan. Sesampainya di sana Angga sudah berdiri di gerbang dan tersenyum kepadanya.


Pak Abdi yang kebetulan ada di samping Angga memperhatikan gerak-gerik mereka berdua.


"Pagi - pagi sudah dapat senyuman Manis dari Bu Alya bikin semangat ya Pak." Ledek Pak Abdi.


Angga tersenyum saja.


"Oh ya saya kok lupa Pak, Pak Angga kan sudah punya pacar sekarang ya." Pak Abdi sengaja ingin memancing Angga.


"Tahu darimana Pak."


"Itu di sosial media Pak Angga, berpacaran statusnya sama siapa Pak, nggak di kenalin pacarnya."


"Pak Abdi ini, itu kan status bisa di buat." Sangkal Angga.


"Ya jangan Pak, bisa membuat orang patah hati gara-gara melihat status Pak Angga."


Sedangkan di ruang guru Alya baru saja datang dan bersalaman dengan ibu - ibu guru yang ada di sana.


"Sebentar lagi kayaknya sekolah kita mau mantu." Celetuk Bu Asih yang sudah tahu info dari Bu Eni yang memergoki Alya dan Angga kemarin jalan berdua.


Alya langsung merasa jika yang di maksud Bu Asih itu mengarah ke dirinya, tapi Alya diam saja dan langsung duduk di kursi miliknya.


"Siapa Bu." Sambung guru yang lain.


"Ya ditunggu saja Bu, nanti pasti akan ada undangan."


"Wah... Sekolah kita memang pembawa jodoh ya."


Ibu guru pada heboh tapi Alya hanya diam saja kemudian mengambil bukunya dan pergi ke lab.


Bel masuk berbunyi bapak ibu guru mulai masuk ke dalam kelas sesuai jadwal masing - masing.


Angga menuju ke ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya sendiri.


"Aduh ini kenapa flashdisk nggak bisa di buka." Angga bergumam sendiri.


"Padahal file penting ada di dalam sini semua."


"Sayang pasti bisa benerin ini, ke lab ah istirahat nanti."


Hingga tak terasa bel istirahat berbunyi, sebagian siswa-siswi keluar dari kelas untuk mengisi perut mereka dan ada juga yang masih tinggal di dalam kelas.


Angga menuju ke lab untuk menemui Alya karena ingin meminta tolong agar flashdisk nya bisa dibuka kembali.

__ADS_1


"Assalamualaikum."


Ucap Angga saat masuk ke dalam lab.


" Waalaikumsalam."


Alya menoleh ke arah pintu dan tersenyum melihat Angga begitu juga sebaliknya. Dan terdengar suara dua laki - laki di dalam, ternyata ada Pak Abdi dan Joko juga yang sedang ngobrol sambil mengerjakan tugas mereka.


"Wah Pak Angga, sini Pak."


Panggil Pak Abdi.


"Di sini Pak." Angga basa - basi.


"Iya lagi mencetak tugas anak ini."


"Ada apa Pak Angga, nyari Bu Alya." Tanya Joko


"Iya ada perlu sama Bu Alya sebentar Pak."


Joko dan Pak Abdi menganggukkan kepalanya sedangkan Angga menghampiri Alya yang duduk di depan laptopnya.


Pak Abdi dan Joko pura - pura aja nggak melihat tapi telinga mereka siap mendengarkan.


"Lagi ngapain."


Angga mengambil duduk di samping Alya.


"Ini membuat media pembelajaran."


Angga memperhatikan layar laptop Alya.


"Sayang.. Tolong flashdisk ku nggak bisa di buka ini."


Alya menatap Angga mendengar Dia memanggilnya Sayang.


"Cie... Sayang ha ha ha..."


Pak Abdi langsung meledek mereka berdua.


"Sudah go public Pak. ha ha ha.."


Ledek Joko


Angga tersenyum saja, tapi Alya menundukkan kepalanya.


"Nggak papa, tenang aja."


Angga meyakinkan Alya semua baik - baik saja.


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Selamat Pak Angga dan Bu Alya langgeng sampai menikah." Ucap Pak Abdi yang mendekati mereka berdua.


"Doanya Pak."


Angga yang menjawab Alya berpura - pura mengotak - atik flashdisk milik Angga.


🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2