DIARY ALYA

DIARY ALYA
64


__ADS_3

"Di butuhkan Guru untuk mengajar TIK di SMK A.


Segera masukan lamaran lewat email di bawah ini atau bisa datang langsung ke SMK Kami, terima kasih."


Begitu lah isi dari lowongan pekerjaan yang di-share di media sosial oleh SMK A.


Alya membacanya lagi berulang-ulang seperti ada minat di dalam dirinya.


"Eh.. ini kan Sosmed Joko, dia ngajar di sana."


"Lowongan kerjaan ini kan guru sedangkan Aku kan belum sarjana apa boleh ya."


Gumam Alya sendiri.


Joko itu masih sepupu Alya neneknya Joko itu Kakak dari Bapaknya Alya, jadi sangat dekat hubungan kekeluargaan mereka cuman karena kesibukan masing-masing jadi jarang untuk ngobrol bareng.


"Aku bilang Ibu dulu ah..."


Alya mencari ibunya untuk memberitahu jika ada lowongan guru di sekolahan Joko tetapi Alya ragu karena dirinya belum sarjana dan masih semester 6.


Setelah bercerita dengan ibunya Alya menjadi mantap karena kata ibunya "Nggak papa dicoba Siapa tahu rezeki kamu."


Alya kemudian mencari nomor Joko untuk menanyakan lebih lanjut mengenai lowongan tersebut, karena Dia juga sedang magang tetapi hanya mendapatkan jadwal 1 minggu 3 kali saja untuk masuk jadi masih ada waktu luang 3 hari jika misal dirinya diterima kerja.


"Assalamualaikum."


Ucap Alya saat panggilannya diterima oleh Joko.


" Waalaikumsalam, Alya ada apa." jawab Joko.


"Joko aku mau tanya."


"Iya soal apa Al."


" Itu aku lihat di sosial media kamu ada postingan lowongan pekerjaan sebagai guru, Apa benar."


ucap Alya.


"Oh.. Itu. Iya Al benar, kenapa apa kamu minat."

__ADS_1


"Minat sih, tapi aku kan belum lulus S1."


"Nggak papa, kamu buat lamaran aja besok ikut aku ke sekolahan."


"Besok..?"


Alya kaget kenapa langsung besok.


"Iya, ini sekarang kamu buat lamaran kerja terus bawa transkrip nilai kamu yang terakhir lengkapi dengan fotokopi KTP kamu."


Begitu penjelasan Joko kepada Alya.


"Emang nggak ada syarat lainnya."


"Nanti di bahas aja kalau sudah ketemu Bapak Kepala Sekolah aja. Sementara bawa aja syarat tadi."


"Gitu ya, ya udah aku mau siapin. Makasih ya Ko."


"Iya sama - sama, besok berangkat aku."


"Oke, Assalamualaikum."


Alya mencari ibunya dan langsung bercerita apa yang dikatakan Joko tadi.


"Ya udah Al, dibuat aja tadi apa yang disuruh sama Joko terus difotokopi itu berkas-berkas kamu yang dibutuhkan untuk kelengkapannya."


"Iya Buk."


Alya segera membuka laptop dan mencari contoh bagaimana membuat surat lamaran pekerjaan sebagai seorang guru karena belum pernah dia melakukan sebelumnya.


Setelah mendapatkan sesuai dengan yang diinginkannya, dia segera membuatnya dan menyesuaikan dengan data dirinya.


Hari sudah sore dan Alya sudah menyelesaikan surat lamarannya.


" Alhamdulillah tinggal print saja, dan fotokopi ini."


Katanya sambil merapikan berkas yang akan difotokopi dan membawa flashdisk menuju ke tempat fotokopian untuk mencetakkan.


Tak jauh dari rumahnya Alya segera melajukan sepeda motornya menuju ke sana.

__ADS_1


Alya memarkirkan sepeda motornya, dan terdiam di motor melihat sosok Mang Ahsan yang ada di sana juga karena tempat fotokopian itu tidak jauh dari pondok.


Berusaha bersikap biasa saja Alya mengambil kunci sepeda motornya dan mengambil berkasnya.


"Mas, print sama fotokopi ya."


Kata Alya dan membuat Mang Ahsan yang tadinya tidak tau jika yang datang Alya Karena posisinya memunggungi Alya menoleh ke arah suara.


Manik mereka bertemu dan hanya senyum tipis yang ditunjukkan Mang Ahsan ke arah Alya, begitu pula dengan Alya yang hanya membalas dengan senyuman.


"Mana Mbak."


Kata Mas fotokopian itu yang membuat Alya langsung menghadap ke arahnya dan pura-pura tidak memperdulikan Mang Ahsan.


"Ini Mas."


Alya memberikan flashdisk nya dan juga berkas yang akan difotokopi.


"Tunggu sebentar ya Mbak."


"Iya Mas."


Alya berdiri saja sebenarnya ada kursi kosong tetapi di dekat Mang Ahsan Alya pun sungkan untuk memintanya.


"Ini Mbak, duduk."


Mang Ahsan memberikan kursi itu setelah Aliyah memang diam saja lebih baik berdiri daripada mau minta kursi di dekatnya.


"Makasih."


Kata Alya singkat.


Mereka tak ada obrolan apapun Alya pun juga enggak tahu ngapain Mang Ahsan di sana.


"Ini Mbak."


Akhirnya selesai juga Alya pun segera menerimanya dan memberikan uang ongkosnya.


"Makasih Mas."

__ADS_1


☺☺☺☺


__ADS_2