
Alya lagi libur hari sabtu ini dia tak ikut lembur. Lagian kontrak kerja tinggal satu minggu dan sudah bicara dengan kedua orang tuanya jika dirinya akan keluar kerja dan berganti kerja bersama Vera teman kuliahnya.
Walaupun kerjanya nanti tak akan sebanyak kerja di pabrik upahnya namun seenggaknya dapat membantu keuangannya seenggaknya cukup untuk jajan dan orang bensin dirinya sendiri jadi tidak merepotkan kedua orang tuanya.
Alya terlihat santai menikmati tontonan televisi di sabtu pagi sambil tiduran.
"Santai aja Al."
Ibunya melihat Alya hanya tiduran menonton acara televisi.
"Iya Buk, libur mau santai aja di rumah."
Jawab Alya dengan sambil duduk bersandar di tembok.
"Nggak jalan - jalan."
"Capek Buk."
Kata Alya sambil tersenyum ke ibunya.
"Mang Ahsan gimana, masih sering chat kamu."
Ibunya tiba - tiba bertanya begitu membuat Alya sedikit kaget.
"Masih Buk, tapi biasa aja."
Kata Alya tapi ada raut wajah kekecewaan di wajahnya.
"Dia kalau chat, ngapain aja."
pertanyaan ibunya membuat Alya sedikit bingung untuk menjawabnya.
"Ya chat aja Buk."
Kata Alya dengan wajah menyembunyikan sesuatu dari ibunya tapi pasti ibunya tahu dan merasakannya.
__ADS_1
"Nggak ada yang lebih, setelah kalian berdua kemarin sempat keluar makan bersama."
Ibunya memang sengaja mengorek keterangan dari Alya kalau tidak begitu Alya tidak cerita.
"Hmmmm... Oh ya Buk, kemarin Mang Ahsan bilang kalau dia suka sama Alya."
Ibunya tersenyum memandang
Alya yang terlihat ragu mengatakannya.
"Terus kamu bilang apa."
"Seperti yang Ibu bilang, aku nggak nyari pacar tapi nyari suami."
"Tanggapannya."
Ibunya semakin penasaran.
"Dia menimpali aja Buk, Aku juga cari istri gitu Buk."
"Terus selanjutnya."
"Kalau serius datang aja sama orang tua temui Bapak sama Ibu. Gitu Bu jawaban Alya."
"He he he..."
Ibunya malah terkekeh.
"Terus bilang apa Dia, kamu jawab gitu."
Lanjut ibunya Alya.
"Dia bercanda doang Bu, mana berani ha ha ha.."
Tawa Alya.
__ADS_1
"Nah, sekarang kamu tahu kan cowok gimana Dia."
"Heem Buk, nggak serius sama sekali."
Alya bersyukur mempunyai Ibu yang perhatian dengan dirinya
"Kamu harus waspada, kalau dia chat ya dianggap biasa saja seperti teman kamu yang lainnya. Perasaan Ibu dia tidak serius sama sekali sama kamu ini seperti bom waktu yang nantinya bakal terbongkar semuanya."
"Iya Buk, Alya selalu waspada dan tidak akan baper dengan apapun kata dia."
"Bagus lah, jadi perempuan yang berkualitas Alya jangan sembarang menaruh hati sama laki - laki."
"Iya Buk."
Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Kehidupan Angga kini sudah berbeda walaupun saat ini Dia tidak punya pasangan namun Dia sangat menikmati pekerjaannya menjadi seorang guru yang setiap hari bisa bertemu dengan anak didiknya.
Di sekolahan Angga sangat di hormati oleh siswa-siswinya dan juga sesama guru karena sifatnya yang baik hati dan ramah bisa bergaul dengan siapa saja.
"Pagi Pak Angga."
Sapa beberapa siswinya saat mereka berpapasan di gerbang masuk.
"Pagi, ayo segera masuk semuanya ke kelas."
tegur Angga kepada mereka karena jam sudah menunjukan waktunya pelajaran jam pertama di mulai.
"Baik Pak."
Mereka segera memasuki kelas masing - masing sebentar lagi guru kelas mereka akan masuk dan memulai pelajaran.
Angga pun segera menutup gerbang masuk karena hari ini dirinya sebagai guru piket.
__ADS_1
☺☺☺☺☺☺