
"Hai Alya, sudah pulang kuliah."
pesan dari Adit dan Alya baru membuka ponselnya saat hendak tidur.
Alya kemudian membalas pesan Adit, "Sudah Dit, masih kerja."
Informasi dari Silvi kalau Adit tidak meneruskan kuliah tetapi dia kerja sebuah percetakan, Alya memang tidak begitu mengenal Adit sebelumnya padahal mereka dulu satu SMA tapi sama sekali tak mengenalnya.
"Baru selesai Al, kamu besok kerja." balasan dari Adit.
"Iya Kerja masuk pagi Dit."
Balas Alya lagi.
Kemudian masuk pula pesan dari Tri ke ponsel Alya.
"Belum tidur Al, Kok masih online."
"Mas Tri, he he he..."
Alya senyum - senyum sendiri.
"Baru mau tidur Mas."
Balas Alya.
"Ya udah tidur jangan online terus, istirahat capek kan seharian beraktifitas. Besok masuk pagi, jangan cari aku ya he he he.. "
Balasan Tri membuat Alya penasaran padahal besok pagi jatahnya Tri masuk pagi juga bareng dirinya.
"Mas Tri nggak masuk pagi, kan jatahnya masuk pagi besok."
Alya kepo, daripada tidak bisa tidur karena penasaran.
"Kenapa kangen ya, ☺☺☺☺...
Besok tukar shift sama Mas Pri dia ada acara."
"Oh.. gitu ya Mas.
Ya udah selamat istirahat Mas."
"Oke, good night.. Jangan lupa berdoa dan juga mimpiin aku ya 😁😁😁."
"☺☺☺."
Alya menyudahi pesannya, dan meletakkan ponselnya di atas meja kecil di kamarnya, karena matanya juga sudah sangat mengantuk badannya juga terasa sangat capek membutuhkan istirahat.
🌹🌹🌹🌹🌹
Esok hari Alya terbangun saat mendengar adzan subuh, Dia melihat jam di ponselnya menunjukkan 4.30 pagi.
Ada pesan pula dari Adit ternyata semalam tapi dia sudah tidur.
"Selamat istirahat Al."
Pesan dari Adit.
Alya hanya membaca pesannya Adit saja tanpa membalasnya kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera melaksanakan salat subuh.
Selesai sholat Alya seperti biasa membantu ibunya di dapur untuk mempersiapkan sarapan sekaligus dia mau bawa bekal untuk makan siang.
Selesai siap semuanya Alya berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk berangkat bekerja.
"Hati - hati Al."
"Iya Buk, Pak. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Alya melajukan motornya menuju ke tempat bekerjanya dengan kecepatan sedang dan tak buru - buru juga karena waktunya masih sangat cukup sekali untuk sampai di sana.
Setelah absen Alya menuju ke ruangannya, karena sudah di tunggu rekannya serah terima shift malam.
__ADS_1
"Al, sendiri aja."
Ledek Mbak Ana rekannya masuk pagi.
"Biasanya juga sendiri Mbak, emang sama siapa."
"Itu.. Mekanik ganteng he he he...."
"Siapa sih mbak."
"Itu lho yang biasanya ngapelin kamu ke sini."
Alya berpikir dan mengingat-ingat siapa mekanik yang biasanya sering ke ruangannya.
"Siapa toh Mbak."
"Itu Si Tri... Pura - pura lupa kamu."
"He he he.. Mbak Ana bisa aja, dia ke sini juga kalau ada perlunya saja."
"Iya perlu sama kamu, iya kan."
Kata Mbak Ana sambil meninggalkan Alya di ruangannya.
Alya kemudian teringat pernyataan cinta Tri tadi malam dan dia belum menjawabnya, Dia bermaksud untuk bercerita dengan sahabatnya tetapi Dia berfikir Adit juga mendekatinya nantinya Silvi merasa tersinggung atau tidak.
Akhirnya Alya memilih bercerita dengan Yuli yang kebetulan satu shift dengannya saat ini. Dia menuju ke ruang produksi ingin melakukan pengecekan sekaligus nanti jika sudah ada waktu sela bisa bicara dengan Yuli.
"Hai Al..."
Pucuk dicinta ulam pun tiba, baru juga membuka pintu Yuli sudah nongol di depannya.
"Ngagetin aja Kamu Yul."
"He he he.. ngapain clingak - clinguk, nyari itu ya...."
Yuli menggerak - gerakan alisnya.
"Siapa."
"Heleh... siapa lagi kalau nggak Bambang tamvan he he he..."
Yuli mengikutinya dari belakang.
"Dia masuk siang."
"Wah.. Udah hafal jadwalnya nih, ha ha ha.. " ledek Yuli.
"Pelan kan suara kamu."
Alya menutup mulut Yuli dengan tangannya.
"Ada kabar gembira ya."
Yuli mengamati wajah Alya yang nampaknya sedang bergembira.
"Kenapa lihatnya kayak gitu."
" Sepertinya aku ketinggalan cerita ini." Yuli mengikuti Alya terus kemanapun berjalan.
"Udah sana kerja, nanti ceritanya."
Alya mendelik ke Yuli supaya pergi.
"Oke, istirahat harus cerita."
Senyum Yuli menelisik.
"Ya..."
Alya kembali bekerja begitu pula dengan Yuli. Tak terasa waktu istirahat tiba Yuli ingin menagih janji Alya dan menghampirinya ke ruangannya.
"Al.."
__ADS_1
pelan panggil Yuli supaya tidak mengganggu yang lainnya yang sedang beristirahat.
Alya yang duduk di depan lampu kemudian menoleh ke arah sumber suara ada Yuli yang nyegir kepadanya.
"Kenapa."
Alya menghampirinya.
"Ayo, makan katanya mau cerita."
"He he he.. ingat aja kamu, aku bawa bekel kok."
"Aku juga bawa yuk ke kantin."
Mereka berdua menuju ke kantin untuk makan siang, mereka memilih tempat duduk yang sedikit memojok agar enak bercerita.
"Ada kabar apa Al."
tanya Yuli sambil menyuapkan makanannya ke dalam mulut.
"Yakin mau denger."
Yuli menganggukkan kepalanya sambil mengunyah makanan yang penuh dalam mulutnya.
" Telan dulu makanan mu, kamu bisa tersedak nanti kalau mendengar ceritaku."
Yuli semakin penasaran dan langsung menelan makanannya yang ada di dalam mulutnya dan air untuk melancarkan makanan yang masuk ke dalam kerongkongannya.
"Apa Al, Mas Tri nembak kamu."
tebak Yuli membuat Alya menatap Yuli bagaimana sudah bisa tahu dia.
Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ekspresi Yuli langsung tersenyum dan ingin berteriak tetapi mulutnya lalu ditutup oleh Alya.
"Jangan teriak."
"He he he.. Seneng banget aku Al, terus kamu terima."
Yuli semakin kepo.
"Belum aku jawab."
"Whattt.. !!!! Kenapa tidak kamu jawab Al, kamu gak suka sama Mas Tri."
"Suara kamu Yul, malu ah."
"He he he.. Kenapa kamu nggak jawab Al. Aku tahu banget Mas Tri itu suka sama kamu dia tiap hari aja sering nanyain kamu ke aku, belum lagi kalau lihat kamu kerja dia sering menatap kearah kamu apa kamu nggak sadar Al bisa rasain kamu."
"Bukan gitu Yul, aku belum jawab itu bukan berarti aku nggak suka tapi..."
"Berati kamu suka juga kan sama Mas Tri." potong Yuli.
"Yul, biar aku jelaskan dulu jangan dipotong kalau orang mau bicara."
"Oke..."
"Aku belum menjawab itu karena ingin tanya sama kamu dulu mau mempertimbangkannya dulu."
"Apa lagi yang kamu ragukan Al, aku yakin Al, Mas Tri sayang sama kamu."
"Aku takut Yul, kalau kita pacaran terus putus kita jadi musuhan aku nggak mau itu. Kita di kerjaan yang sama, kuliah juga sama bagaimana nanti kalau kita udah nggak pacaran pasti akan merasa sangat canggung. Belum lagi kalau lihat mantan sama cewek lain, ngeri Yul,, hi hi.."
Alya tak membayangkan bergidik rasanya.
"Ha ha ha.. Kamu Al, gak usah jauh-jauh dulu mikirnya. Siapa tau berjodoh dan sampai menikah."
"Huft.. Jauh banget sampai nikah Yul, ini aja belum kepikiran."
"Udah nanti langsung di jawab iya aja."
Tak lama ada notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Alya.
"Minggu besok ada acara nggak Al." Dari Adit.
__ADS_1
😱😱😱😱😱