DIARY ALYA

DIARY ALYA
60


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu semenjak Alya dan Mang Ahsan makan bersama.


Sekarang semakin kesini mereka berdua semakin akrab bahkan tidak segan lagi untuk bercanda.


Waktu Mereka makan bersama hanya ngobrol ringan saja malah lebih banyak membahas makanan yang mereka pesan karena beberapa makanan ada yang berasal dari Jawa Barat yang baru diketahui oleh Alya walaupun sudah beberapa kali membelinya.


Mereka bercanda kadang juga saling meledek, tetapi masih dalam kadar yang sewajarnya.


Hingga suatu malam saat mereka saling membalas chat, Mang Ahsan menyinggung urusan pribadi Alya.


"Mbak Alya, kita kan sering berbalas chat ini emang gak ada yang marah."


pesan dari Mang Ahsan.


"Ada Ibu kadang marah, sudah waktunya tidur malah aku main HP terus."


jawab Alya biasanya aja walaupun sebenarnya dia paham apa maksud dari Mang Ahsan.


"Bukan Ibu maksud aku, pacarnya ke mana emang nggak marah balas pesan cowok terus."


"Pacar ke laut, nggak pulang - pulang."


balasan dari Alya yang tidak pernah serius dibawanya santai saja dan bercanda.


"He he he.. lucu ya kamu. Pacarnya cari ikan terus di laut sampai nggak pernah pulang."


"Iya, ikan yang dicari nggak dapat-dapat."


"Biarin aja pacarnya nggak pulang atau sekalian gak usah pulang saja cari aja pacar lagi."

__ADS_1


Balas Mang Ahsan lagi bikin Alya melongo membacanya.


"Udah nggak mau cari pacar lagi Mang, bikin capek aja."


Curhat colongan Alya.


"Terus maunya cari apa, emang mau hidup sendiri terus."


Balasan Mang Ahsan.


"Mau cari suami aja."


Balasan Alya yang bisa membuat Mang Ahsan guling-guling di atas kasur.


"Aku juga mau cari istri aja, nggak mau pacaran."


"Ya cari dong Mang, udah cukup umur juga untuk meminang anak orang."


Alya membalas sesuai dengan kenyataannya jika umur Mang Ahsan memang sudah cukup untuk membina rumah tangga.


"Belum bisa kan harus menyelesaikan ngaji dulu. Lagian calonnya juga belum ada."


"Ya buruan diselesaikan ngajinya terus cari calon istri."


Balasan Alya semakin memancing saja.


"Kamu mau nggak jadi calon istri ku 🌹🌹🌹."


Pesan Mang Ahsan membuat Alya yang membacanya seperti berhenti detak jantungnya.

__ADS_1


"Sadar Al."


Alya menepuk pipinya sendiri untuk tidak ke bawa perasaannya.


"Salah ketik ya Mang, apa salah kirim ini kok jadi ngelantur. 😃😃😃😃"


Balasan Alya dibuat bercanda saja karena dia tidak mau kebawa suasana dan sebenarnya juga untuk menutupi kegugupannya.


"Aku serius."


Jawaban Mang Ahsan semakin membuat Alya jadi kalangkabut karena jujur perasaannya tak bisa dipungkiri jadi baper karena pernyataan cintanya Mang Ahsan.


"Nggak usah serius begitu Mang, nanti sakit."


Balasan Alya jelas menggambarkan dia seperti masih ada trauma pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.


"Kalau sakit diobatin dong 😝😝😝."


Malah bercanda lagi Mang Ahsan bikin Alya jadi nggak respek.


"Ini cowok apaan sih, nggak jelas banget jadinya."


Alya berpikiran seperti itu karena dirinya kebawa perasaan tetapi Mang Ahsan nya malah merespon dengan candaan.


"Diopname aja Mang."


Balasan Alya yang sedikit jengkel dan dari sini Alya sudah berpikir kalau Mang Ahsan itu memang orangnya slengean tidak pernah serius dengan ucapannya dan itu hanya untuk menimpali setiap balasan Alya.


😝😝😝😝😝

__ADS_1


__ADS_2