DIARY ALYA

DIARY ALYA
48


__ADS_3

"Sayang, lagi apa."


Sebuah pesan masuk di ponsel Alya, saat dia sedang beristirahat sepulang dari kerja.


"Mas Tri, tumben udah balas pesan jam segini."


gumam Alya sendiri sekarang jadi terbiasa jarang berkomunikasi walaupun sekedar bales pesan harus menunggu sampai sore.


"Istirahat Mas, habis pulang kerja." balas Alya.


"Sore ini mau kemana, kan kuliah libur."


Ini malam minggu harusnya Tri ngapel dong tapi malah tanya.


"Di rumah aja Mas."


Balas Alya.


Lama Tri nggak balas hingga Alya terlelap karena merasakan badan capek tadi habis pulang kerja seharusnya dia libur tapi harus lembur menggantikan temannya.


"Mbak... buka.. Mbak..."


Dani mengetuk-ngetuk pintu kamar Alya.


Alya mengerjakan kedua matanya mendengar suara gaduh dari pintu kamarnya.


"Mbak.. "


"Iya, kenapa Dani. Berisik ah."


Alya membuka pintu kamarnya dan sambil mengucek mata.


"Itu ada nyari Mbak Alya."


"Siapa."


"Pacarnya datang, ciye..."


ledek Dani.


"Ngarang pacar apaan."


Alya masuk lagi ke dalam kamar.


"Mbak, beneran di tunggu ibu sama Bapak."


"Iya bentar."


Alya mengambil hijabnya kemudian mencuci muka ke kamar mandi.


"Al.. ini bawa ke depan kasihan dari tadi datangnya, itu ngobrol sama Bapak."

__ADS_1


Ibunya sedang membuat minum untuk tamu yang datang.


"Ada siapa sih Buk."


"Udah sana ke depan."


Alya mengerutkan dahinya siapa sih sebenarnya tamu yang datang.


Alya membawa nampan berisi minuman dan juga camilan ke depan untuk disuguhkan tamu yang datang.


Alya melihat tamu itu yang tersenyum kepadanya.


"Mas Tri."


ucap Alya pelan namun Tri masih mendengarnya dan tersenyum.


"Ini Alya, Bapak tinggal ke belakang ya silahkan ngobrol."


Bapaknya Alya beranjak pergi yang sejak tadi mengajak sering ngobrol karena Alya belum juga keluar dari kamar.


"Makasih Pak."


Ucap Tri.


Alya meletakkan nampan yang berisi minuman dan camilan di hadapan Tri.


"Silahkan di minum Mas."


"Makasih Sayang."


"Mas dari tempat magang."


Alya melihat Tri masih membawa tas ranselnya dan juga berpakaian rapi ala kantoran.


"Iya, tadi langsung ke sini."


Katanya sambil tersenyum setelah menyeruput minuman yang disajikan oleh Alya.


Alya menganggukkan kepalanya, ada rasa senang di dalam hatinya dikunjungi pacar di sabtu sore belum malam minggu ya.


Mereka ngobrol di waktu sore itu, hingga Alya tinggal mandi dan sholat Tri ngobrol dengan Ikhsan yang pulang dari pondok juga.


"Mas, motornya keren ya."


Ikhsan melihat motor Tri yang terlihat cocok banget untuk cowok.


"Masih banyak yang lebih keren San "


"Ini aja bagus banget Mas, mahal ya Mas."


Tri tertawa aja Ikhsan sampai menanyakan harga.

__ADS_1


"Kepo kamu San."


Alya datang ikut bergabung.


"Mbak kalau bonceng gimana naiknya."


"Kenapa kamu mikir sampai sana sih San."


"He he he... nggak mungkin kan Mbak Alya gak pernah bonceng pakai motornya Mas Tri."


"Kepo."


"Ha ha ha.. Pasti kayak orang-orang itu ya Mbak kalau bonceng."


Maksud Ikhsan seperti orang-orang kalau pacaran kalau bonceng itu sambil meluk cowoknya.


"Enak aja kamu."


Tri hanya tertawa saja melihat kakak beradik itu berdebat.


Hingga adzan maghrib sebentar lagi berkumandang dan Tri akhirnya berpamitan kepada kedua orang tua Alya untuk pulang.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Alhamdulillah, Pak Buk. Besok senin Angga wawancara."


Angga senang sekali mendapatkan pesan dari salah satu sekolahan yang dia lamar untuk bisa datang melakukan tes wawancara.


"Alhamdulillah Nak, siapkan semua."


"Iya Buk."


Malam itu Angga bahagia sekali akhirnya setelah menunggu ada hasil juga.


Angga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dia akan mempersiapkan yang terbaik untuk tes wawancara.


Hingga hari yang di tunggu pun datang, Senin pagi Angga sudah bersiap dengan kemeja putih dan celana hitamnya dipadukan dengan sepatu warna hitam sudah sangat cocok sekali untuk menjadi seorang guru.


Kedua orang tua Angga sangat senang sekali melihat penampilan anaknya, Mereka mendoakan yang terbaik untuk keberhasilan Angga.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya Angga menyalakan mesin motornya dan segera melajukannya menuju ke sekolahan karena pagi itu pukul 08.00 sudah harus sampai di sana.


Sesampainya di sekolah Kejuruan yang terkenal di kotanya, Angga masuk ke dalam gerbangnya pengertian bertanya pada satpam yang berada di pos keperluannya datang ke sana.


"Mari Pak Saya antar."


Dengan ramah satpam yang berjaga di sekolah itu mengantarkan Angga sampai ke ruangan wakil bapak kepala sekolah bagian kurikulum.


Angga disambut dengan sangat baik dan kemudian dilakukan tes wawancara ternyata bukan hanya dirinya saja ada dua orang lainnya yang juga hari itu mendapat panggilan untuk tes wawancara.


Selesai tes wawancara mereka bertiga tidak langsung diberi hasilnya nanti akan dihubungi lebih lanjut dari pihak sekolah.

__ADS_1


Angga kembali pulang ke rumah dengan perasaan lega sekarang tinggal berdoa saja semoga menjadi rezekinya.


😉😉😉😉


__ADS_2