DIARY ALYA

DIARY ALYA
17


__ADS_3

Pagi menjelang, hari ini pengambilan raport untuk kenaikan kelas. Alya berangkat ke sekolah bersama dengan Ida sedangkan nanti yang akan mengambilkan raport ibunya karena Bapaknya masuk pagi jadi tidak bisa tetapi sang ibu juga harus mengatur waktu karena mengambil raport kedua adiknya terlebih dahulu di sekolah dasar.


"Alya berangkat Buk."


Alya mencium punggung tangan ibunya.


"Iya hati - hati Nak."


"Ya bu, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Sesampainya di sekolahan Alya turun di gerbang dan menunggu Ida yang sedang memarkirkan motor.


"Da, nanti aku pulang sama Ibu ku ya."


"Ya Al."


Kemudian mereka berdua berpisah di parkiran dan menuju ke kelas masing-masing.


"Al... Alya..."


Alya mencari sumber suara yang memanggilnya menengok ke kanan kiri depan belakang dan setelah ketemu ternyata Ana yang masih nangkring di atas motor tapi teriak-teriak memanggil dirinya.


"Kenapa."


"Tungguin."


"Cepetan..."


Alya berjalan pelan-pelan menuju ke kelasnya dan Ana pun segera berlari menyusulnya.


"Al..." Ana langsung merangkul pundak Alya dari belakang.


"Hmmmm.... "


"Nanti ikut aku ya."


"Kemana."


Alya langsung menatap Ana dengan tatapan curiga.


"Ada deh, nanti pulang sama aku."


"Aku mau pulang sama Ibu ku, sekalian mau nyariin baju buat adik."

__ADS_1


"Yahhh... nggak seru."


Ana cemberut tapi cuma pura - pura aja.


"Emang mau kemana."


"Hmmmm... gimana ya."


Alya menghentikan langkahnya meminta penjelasan kepada Ana.


"Ada apa sih An, kamu kelihatan mencurigakan banget."


"Yuk.. ikut aku bentar."


Ana menarik tangan Alya menuju ke tempat biasa mereka duduk, yaitu di bawah pohon mangga di depan basecamp Pramuka.


"Kalian mau kemana." teriak Silvi melihat Ana berjalan sambil menggandeng tangan Alya.


"Kepo..."


kata Ana, tapi Silvi tetap mengikuti mereka berdua.


"Kenapa sih An."


"Sebelumnya aku tanya dulu kamu tahu kan acara makan-makan yang di share sama Mas Wahid." tanya Ana.


"Oh.. yang di share di grup itu sama Mas Wahid."


"Iya."


"Kalau itu tahu tapi aku nggak bisa ikut kan udah janji sama ibu mau nemenin nyari seragam buat adik."


"Nggak seru Alya."


tambah Silvi.


"Memang itu makan-makan dalam rangka apa sih."


Alya memang tahunya hanya dishare untuk makan-makan sama kakak angkatan mereka tetapi dia enggak tahu kalau acara itu sebenarnya perpisahan dengan Rafi.


Ana dan Silvi saling pandang dan membuat Alya semakin curiga.


"Apa yang kalian sembunyikan."


"Hmmm.. sebenarnya cara makan makan itu..." Silvi terdiam kemudian setelah kakinya diinjak oleh Ana.

__ADS_1


"Hmm... kenapa sih kalian."


"Maafin kami ya Al, sebenarnya makan-makan itu yang buat Mas Rafi Karena besok dia akan kembali ke kotanya." lanjut Silvi yang tak tega untuk tetap diam dan membohongi Alya.


Alya memandang Ana dan Silvi bergantian dia memang tidak tahu kapan Rafi akan kembali ke kotanya yang dia tahu hanya memang Rafi akan kembali lagi ke kotanya hanya itu saja.


"Besok."


Alya sedikit kaget, walaupun memang kenyataannya yang Alya tahu Rafi cuma menganggapnya sebagai adik saja tetapi memang tidak bisa dipungkiri jika Rafi selama berbulan-bulan ada di hati Alya.


Ana dan Silvi menganggukkan kepala mereka bersamaan.


"Kami memang disuruh Mas Wahid untuk merahasiakan ini dari kamu Al supaya kamu datang."


"Memangnya kalau aku tahu itu acara Mas Rafi aku nggak akan datang."


Alya membalikan pertanyaan Mereka, memang jika Alya tahu itu adalah acara perpisahan dengan Rafi Alya akan tetap datang jika tak punya janji dengan orang lain.


"Kalian tega sama aku, aku maksud kalian merahasiakannya."


Alya beranjak pergi meninggalkan Ana dan Silvi menuju ke kelasnya.


Dia malah merasa nggak di undang kenapa dia nggak boleh tahu jika itu adalah acara dari Rafi dan kenapa harus di rahasiakan semua orang di suruh diam.


"Al... mau kemana."


Alya hanya diam dan berjalan menuju ke kelas.


"Kalian tega..."


ucap Alya sendiri dan masih berlalu ke kelasnya.


"Gimana ini An."


Silvi malah bingung sendiri.


"Kamu sih tadi kenapa jujur."


"Kasihan Alya An.."


"Kita susul yuk, aku juga mau kasih tahu Mas Wahid."


Ana menarik tangan Silvi untuk menemui Alya di kelasnya.


🤭🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2