
"Besok ketemu di gang dekat SMA Negeri 1 ya Pak. Di situ ada penitipan sepeda motor."
Alya mengirimkan pesan ke Angga dengan perasaan yang berbunga - bunga.
Tak lama ada balasan masuk.
"Oke, siap. Jam berapa Bu."
"Saya ikut Pak Angga aja."
Jawaban Alya, Dia nggak enak ingin menentukan jamnya karena yang mengajak Angga.
"Oke, Saya jam 9 sampai di sana."
"Oke."
Mereka telah membuat kesepakatan dan esok akan bertemu di tempat yang telah di tentukan Alya.
Malam itu Alya tidur nyenyak karena perasaannya sedang bahagia begitu pula dengan Angga tak hentinya dia tersenyum sendiri.
Pagi menjelang, selesai sholat subuh seperti biasa ia membantu ibunya di dapur mempersiapkan sarapan untuk keluarga mereka.
"Mbak."
Ikhsan mengagetkannya.
"Kenapa sih San, bikin kaget aja kamu."
"Libur kan?."
"Iya, kenapa."
Alya sambil mencuci piring.
"Motornya aku pinjam ya mbak."
Alya langsung menatap kearah Ikhsan.
"Nggak bisa mbak mau pergi."
"Bentar aja Mbak."
"Nggak bisa Ikhsan, Mbak sudah janjian sama temen Mbak."
"Pakai motor kamu sendiri kenapa sih San."
Ibunya menengahi kadang terasa pusing di kepala mereka berdua suka berdebat.
"He he he.. boros Buk."
" Kemarin minta motor kayak gitu sekarang ngeluh boros."
Ledek Alya, karena sudah diingatkan Alya kalau minta motor cowok memang risikonya bensinnya agak boros jika dibandingkan dengan motor matic.
"Iya uang jajan Ku nanti habis buat beli bensin."
"Udah pakai punya Bapak itu."
Kata Ibunya karena hari ini bapaknya libur tidak kerja.
"Nggak mau."
Ikhsan langsung Peterpan meninggalkan ibu dan kakaknya yang pasti berada di dapur.
"Biarin aja Buk."
Ucap Alya dan dalam hati tersenyum sendiri mengingat sebentar lagi dia mau jalan berdua dengan Angga.
Sarapan sudah tersaji di meja makan mereka semua sarapan bersama dengan menu sederhana yang telah disiapkan oleh ibunya dan juga Alya.
Selesai sarapan Alya mencuci piring bekas makan mereka kemudian segera mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 8.
Selesai mandi Alya mencari baju yang cocok yang akan ia kenakan sampai mengeluarkan isi lemarinya.
__ADS_1
"Ini deh, kelihatan santai."
Alya berkaca didepan cermin sambil memutar-mutar tubuhnya.
Alya mengenakan celana bahan model slim kemudian dipadukan dengan atasan tunik dan juga jilbab pashmina yang senada dengan warna tunik nya.
Alya sudah siap dia mengambil yas kecilnya dan jaket kemudian keluar dari kamar.
"Alya berangkat ya Buk, Pak."
Alya meraih tangan kedua orang tuanya dan mencium punggung tangannya.
"Hati - hati Al."
"Iya Buk, Pak. Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
"Mau kencan ya."
Ledek Ikhsan sambil menggerak-gerakkan kedua alisnya.
"Kepo."
Alya tidak menggubrisnya dia mengenakan helm dan segera melajukan sepeda motornya menuju tempat janjian dengan Angga.
Hanya butuh waktu 15 menit dari rumah Alya itu pun berjalan dengan kecepatan pelan, Ia sudah sampai di penitipan sepeda motor yang dimaksud.
"Belum datang Dia."
Gumam Alya saat saat berhenti di pinggir jalan akan menyebrang.
Namun saat akan menyebrang sepeda motor Angga pas berbelok, Alya pun tersenyum sendiri namun Angga tidak lihat karena Alya menggunakan masker.
Angga berhenti di depan penitipan sepeda motor itu menunggu Alya yang sedang menyeberang.
Angga membuka helm dan maskernya seraya tersenyum kepada Alya yang juga sudah membuka kaca helmnya.
"Bu Alya, sepeda motornya dititipin aja pakai sepeda motor saya."
Setelah motor terparkir di dalam Alya pun keluar menemui Angga yang menunggunya.
"Sudah Bu Alya."
"Sudah Pak."
Mereka berdoa masing-masing merasakan gugup dan grogi karena baru pertama kali ini mereka berdua ngobrol dengan sedekat itu.
"Kita jalan sekarang."
Angga tak pernah meninggalkan senyumnya yang selalu menghiasi bibirnya.
"Boleh."
"Ayo Bu, tapi sebelumnya nggak papa kan saya boncengan sama Bu Alya nggak ada yang marah kan."
Itu hanya candaan Angga saja untuk mencairkan suasana padahal sebenarnya dia juga sudah tahu kalau Alya kosong tidak ada pasangan.
Alya tersenyum saja.
"Nggak ada Pak, kalau ada nggak mungkin Saya mau di ajak sama Pak Angga. Tapi Pak Angga juga nggak ada yang marah kan nanti kalau saya bonceng Pak Angga."
"He he he.. Nggak ada Bu. Ayo Bu naik kalau siang tambah panas nanti."
"Oke, maaf ya Pak saya pegangan agak repot."
"It's oke."
(Belum apa-apa Alya udah pegang pegang ini.. 😆😆😆😆😆 bikin Angga tambah deg - degan aja.)
Alya naik ke sepeda motor Angga dengan berpegangan pundak Angga walaupun sepeda motor matic tetapi ia mengenakan tunik yang panjangnya di bawah lutut dia takut kalau bajunya nanti menjulur ke bawah jadi mau dia duduki aja.
"Sudah Bu."
__ADS_1
Tanya Angga setelah Alya duduk di atas motornya.
"Sebentar Pak, benerin baju dulu takut kalau menjuntai ke bawah."
"Posisinya di enakan dulu Bu he he he.."
"He he he.. Maaf ya Pak takut aja. Oke sudah Pak."
"Siap Bu."
"Let's Go."
Angga mulai menjalankan sepeda motornya meninggalkan tempat itu menuju ke tempat yang mereka tuju.
"Bu Alya biasanya kalau cari sepatu kemana."
Angga mengajaknya bicara padahal mereka baru saja melaju.
"Saya di toko-toko dekat sini aja Pak, enggak pernah jauh-jauh."
"Kalau kita pergi agak jauh dari sini nggak apa-apa Bu, sekalian jalan-jalan ke mall."
"Nggak papa, santai aja Pak."
"Seleranya berkelas juga 😁😁😁😁😁" batin Alya.
Alya orangnya nggak neko-neko kalau beli sepatu ya hanya di toko aja.
"Nggak ada yang marah ya he he he..."
Angga masih saja suka mencandai Alya.
"Ya nggak tau Pak, semoga aman he he he..."
Mereka berdua sama - sama tersenyum-senyum sendiri tapi mereka tak saling melihat.
"Ini kampus Bu Alya."
Sepeda motornya agak pelan pas di depan kampus Alya karena ada orang yang menyebrang.
"Iya Pak, semoga tahun ini bisa meninggalkan tempat ini he he he..."
"Target pakai toga tahun ini Bu."
"Iya Pak, Insya Allah tahun ini wisuda."
"Aamiin."
Angga melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah mal yang terkenal di kota itu.
Tak lama sepeda motor Angga memasuki area parkiran dan setelah mengambil karcis secara otomatis Angga pun memarkirkan sepeda motornya di tempat yang aman.
Alya turun dari sepeda motor dan melepas helmnya sedangkan Angga masih ada di atas motor sambil melepas helmnya juga.
"Makasih ya Bu."
Mereka saling berhadapan dan saling tersenyum. Karena tadi saat ngobrol Alya masih memakai maskernya jadi Angga belum puas memandang wajah Alya.
"Buat apa Pak."
"Bu Alya sudah bersedia menemani saya."
"Sekalian refreshing Pak penat juga dengan rutinitas."
"Ayo Bu kita masuk, kasihan Bu Alya kepanasan di sini."
Alya memang berdiri dan menutupi pandangannya karena silau.
Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam mall.
😀😀😀😀😀
Terus Mereka ngapain ya setelah ini 😁😁😁😁..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak kalian dong..😉😉😉😉