DIARY ALYA

DIARY ALYA
126


__ADS_3

Sekarang sudah menyebar di lingkungan sekolah jika Angga dan Alya ada hubungan tapi Mereka berdua selalu profesional saat bekerja.


Bahkan siswa - siswinya mulai tau jika Alya dan Angga berpacaran tak jarang siswi perempuan yang dulunya ngefans sama Angga jadi agak sinis ke Alya sekarang.


Angga kalau pulang selalu mampir ke Lab komputer untuk mengajak Alya pulang bareng walaupun mereka menggunakan sepeda motor sendiri-sendiri tapi karena searah jadi Angga selalu mengikuti Alya dari belakang dan akhirnya nanti akan berpisah di jalan menuju ke rumah masing - masing.


"Nanti jadi ke kampus."


Tanya Angga saat mereka masih di parkiran.


"Iya Mas jadi. Ini Vera sudah perjalanan mau ke rumah."


"Hati - hati, apa mau Mas antar ke kampus."


"Makasih Mas, tapi nggak usah Alya kan udah sama Vera nanti juga sampai malam kasihan Mas Angga pulangnya jauh malam lagi."


"Kamu hati - hati ya, kenapa nggak ambil bimbingan pagi aja pas nggak ada jam mengajar."


"Dosennya bisanya sore Mas."


"Ya sudah, semangat ya. Semoga lancar langsung disetujui dan bisa segera disidangkan."


"Aamiin.. Pulang yuk Mas."


Mereka berdua keluar bersama dari gerbang dengan Angga mengikuti Alya dari belakang setelah sampai di sebuah pertigaan Angga belok ke kiri dan Alya masih lurus menuju ke rumah.


Sore menjelang Alya bersama Vera berangkat ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbing mereka.


"Al, kamu sudah pernah diajak ke rumahnya Mas Angga." Tanya Vera yang sudah tahu kalau mereka berdua berpacaran.


Alya menggelengkan kepalanya.


"Belum Ver, tapi dia sudah pernah mengajak untuk ke sana sih tapi akunya yang belum siap."


"Iya Al, kan masih baru pacaran juga ya. Rencana kalian berdua gimana mau sampai jenjang serius."


"Kita Jalani dulu saja Vera tapi, di awal aku sudah bilang aku nggak mau hubungan yang main-main ya semoga kita berjodoh."


"Aamiin, ikut seneng deh tapi sepertinya dia itu calon suamimu."


"Aamiin... Alfatihah."


Alya semangat dan menyambungnya dengan doa ucapan Vera tadi.


Setelah bertemu dengan dosen Alya merasa lega karena bab 3 sudah mendapat persetujuan dari dosen pembimbingnya sedangkan bab 4 masih harus revisi sembari mengerjakan sebuah Produk akhir yang nantinya akan dia persentasi kan.


Vera juga merasa senang perjuangannya pun membuahkan hasil dia juga sampai tahap sama seperti Alya.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Alya masih berada di kampus bersama dengan Vera.


"Pulang yuk Ver, apa mau cari makan lagi."


"Balik aja Al, aku malah pengen roti bakar nanti beli ya."


"Oke."


Mereka perjalanan menuju ke parkiran untuk mengambil sepeda motor kemudian terdengar ponsel Alia berbunyi.

__ADS_1


"Bentar Ver, calon suami telepon hi hi hi..."


"Iya sana laporan dulu."


Alya menjawab panggilan dari Angga.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, Sayang masih di kampus."


"Ini mau pulang Mas."


"Udah malam hati-hati kalau naik motor yang di depan Kamu apa Vera."


"Aku Mas, tapi ini nanti mau mampir beli roti bakar dulu ya Mas. Nanti Alya kabarin kalau sudah sampai rumah."


"Oke Sayang, hati - hati ya."


"Iya Mas, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, jangan lupa kalau sampai rumah kabari."


"Oke."


Alya segera melajukan sepeda motornya dengan Vera membonceng di belakang, di depan kampus banyak sekali pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai macam jajanan mereka berdua berhenti di penjual roti bakar dan memesannya.


"Mas Angga saudaranya berapa Al."


"Nggak tau Ver, aku belum sampai tanya tanya kayak gitu Ver."


"Dia nggak cerita."


"Kamu nggak ada rasa pengen tahu dulu gitu Al."


"Ada Ver, cuma aku merasa nggak enak aja takutnya dia nggak nyaman. Aku tunggu aja Dia cerita sendiri Ver tentang keluarganya."


"Oke, sudah yuk kita pulang bisa-bisa nanti aku diomelin sama calon suamimu itu, ha ha ha..." Tawa Vera.


"Dia baik kok Ver, yang penting aku tidak bohong sama dia tadi kan udah izin mau mampir."


"Oke, yuk pulang."


Alya melajukan sepeda motornya kembali menuju ke rumah. Sesampainya di rumah Mereka menyantap roti bakar itu bersama dengan adik-adiknya Alya karena ibu dan Bapaknya sudah beristirahat.


Mereka menikmatinya bersama dengan minuman hangat, tapi Alya malah senyum-senyum sendiri sambil memandangi ponselnya.


"Kak Vera, Kak Alya kenapa itu."


Dani adiknya suka kepo.


"Biasa Dan, orang lagi kasmaran."


"Kak Vera tau nggak, pacarnya Kak Alya nembak nya dimana."


Vera sebenarnya sudah tahu karena Alya sudah bercerita namun dia ingin mendengar cerita Dani.


"Dimana."

__ADS_1


"Di situ, Dik mau nggak jadi pacar Ku." Kata Dani seperti cowok yang sedang nembak ceweknya.


"Ha ha ha ha..."


Tawa Vera, Dani dan Ikhsan. Membuat Alya langsung memukul mereka bertiga digunakan bantal.


"Puas Kalian."


"Ha ha ha.."


Mereka masih tertawa.


"Biarin berati cowok berani itu nembak di rumah." Alya membela Angga.


"Iya siapa namanya Kak."


Ikhsan gantian.


"Angga, San namanya."


Vera yang kasih tau.


"Kok nggak ke sini lagi Kak."


Semenjak nembak Alya kemarin belum pernah Angga main lagi ke rumah Alya.


"Sibuk." Jawab Alya ketus.


"Video call Kak." Pinta Dani.


"Udah malam Dani, Dia udah tidur."


"Bohong itu masih chat."


"Video call aja Al." Pinta Vera.


"Iya.."


Alya mengirimkan pesan terlebih dahulu untuk bilang ke Angga baru kemudian melakukan panggilan video call.


"Mas Angga kapan ke sini."


Dani langsung mencecar Angga.


"Kalau libur nanti insya Allah ke sana."


"Bener ya Mas."


"Iya, mau di bawain apa."


Angga baik hati sekali menawari adiknya itu.


"Nggak usah repot-repot Mas, yang penting enak. Ha ha ha.."


Dani nggak punya malu, Alya langsung mencubitnya.


"Sakit Kak."

__ADS_1


Angga ketawa saja melihat tingkah Mereka.


☺☺☺🀣🀣🀣🀣🀣


__ADS_2