
"Al... Al ..."
Vera memanggil Alya dengan berulang-ulang karena yang dipanggil terlihat bengong sambil memandangi ponselnya.
"Al.."
Vera yang sudah gemas akhirnya menepuk pundak Alya dan membuatnya kaget.
" Astaghfirullahaladzim... Vera ngapain sih ngagetin."
Alya terlihat mengusap dadanya karena kaget.
"Kamu sih dipanggil dari tadi nggak nyaut, lagi ngapain sih."
Vera penasaran melirik kearah ponsel Alya.
"He he he... Kepo."
Alya menyembunyikan ponselnya dan menutupnya dari pandangan Vera.
"Aku tahu, stalking cowok ya. Ha ha ha..." Tawa Vera.
"Apaan sih, he he he... Cuma penasaran aja aku sama orang."
"Ayo siapa."
Vera Yang penasaran menatap Alya penuh selidik dan menggerak-gerakkan kedua alisnya.
"He he he.. Temen kantor ku yang baru."
"Mana coba lihat."
Vera menengadahkan tangannya meminta ponsel Alya.
"Bentar, tak carikan fotonya."
Alya kelihatan serius membuka profil media sosial seseorang di ponselnya.
"Ini..."
Alya memperlihatkan ponselnya kepada Vera.
"Ini..?,"
Nada Vera seakan tak percaya.
"Iya, Kenapa Kamu kenal."
"He he he... nggak, cakep Al."
Ucap Vera refleks gitu aja saat melihat foto itu.
Alya terlihat tersenyum malu.
"Itu juga yang ada di dalam pikiran ku Ver." batin Alya.
" Dia guru di sana juga Al."
__ADS_1
"Iya, idola murid - murid cewek itu."
"Wah saingan kamu banyak dong, Ha ha ha ...." Tawa Vera.
"Saingan apaan, emang aku ada hubungan apa sama dia cuma rekan kerja Ver."
Alya mengambil lagi ponselnya dan masih membaca sosial milik Angga itu.
"Namanya siapa Al, kayaknya nama medsosnya tadi samaran itu."
"Iya, namanya Angga."
Vera nampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Dia menangkap sinar yang ada di mata Alya sepertinya temannya itu mempunyai rasa.
"Kalau di sekolahan kalian gimana."
"Gimana apa maksudnya."
Alya mengerutkan dahinya tak paham.
"Ah, kamu pura-pura nggak tahu. Kalian apa udah dekat kalau di sekolahan."
"Deket apaan sih Ver, kan aku udah bilang tadi cuma rekan kerja aja nggak lebih."
"Tapi dia cakep kan Al."
Vera masih saja ingin mendengar pendapat Alya mengenai Angga itu.
"Cakep lah, dia kan cowok masa cantik sih."
"Ha ha ha... Itu kamu ngaku kan kalau dia cakep."
Alya meletakkan ponselnya di atas meja kemudian merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan menarik selimutnya.
"Mau mimpikan Pak Angga ya."
Vera masih saja suka menggoda Alya.
"Tidur Ver, kalau kamu berisik tidur aja di luar."
"Jahat amat kamu jadi teman."
Vera ikut merebahkan dirinya di samping Alya.
"Biarin berisik kamu."
Alya memiringkan tubuhnya ke samping kiri dan membelakangi Vera sebenarnya dia pun menahan tawanya.
"Nasib numpang."
πΉπΉπΉπΉπΉ
"He he he... Dia lucu juga."
Angga masih senyum-senyum sendiri sambil melihat ponselnya.
"Ini teman - temannya kali ya, nggak ada foto cowok juga yang terpampang di sini."
__ADS_1
Malam semakin menunjukkan dirinya namun Angga masih terjaga dengan Menatap layar ponselnya sedang stalking media sosial Alya.
"Apa aku kirim pesan ya. Kayaknya dia juga baru aja online."
Saat Angga menekan simbol chat terlihat waktu jika Alya juga baru saja online.
"Tapi mau chat apa, dia juga sudah keluar."
"Huaahhh... Ngantuk tidur aja ah."
Angga menguap terasa matanya sangat mengantuk kemudian dia pun menutup media sosialnya dan meletakkan ponselnya di meja.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Pagi menjelang, Alya sudah bangun dan seperti biasa Dia membantu ibunya di belakang setelah selesai salat subuh. Apa lagi ini Vera juga menginap, dia juga ikut ke belakang untuk mempersiapkan sarapan mereka.
Selesai sarapan bersama Alya dan Vera pun pamit kepada kedua orang tua Alya.
Alya akan berangkat ke sekolahan sedangkan Veer akan pulang ke rumah dan kebetulan arah mereka sama namun mereka menggunakan sepeda motor masing-masing.
Mereka beriringan menuju ke kota tujuan mereka masing-masing.
"Hati - hati ya Ver."
Alya saat sampai di pertigaan jalan dia berhenti di pinggir jalan untuk berpamitan dengan Vera yang akan melajukan sepeda motornya menuju ke rumah.
"Iya Al, kamu juga hati-hati nanti kalau mau ke kampus kabar-kabar lagi ya."
"Oke."
Mereka berpisah di sana dan menuju ke jalur masing-masing.
Alya memasuki gerbang yang tertulis jelas nama sekolah itu kemudian memarkirkan sepeda motornya di parkiran khusus guru dan karyawan.
"Pagi Bu."
Alya yang kaget menoleh ke belakang setelah melepaskan helmnya.
"Pagi Pak."
Jawab Alya kepada orang yang menyapa itu.
"Tadi kok berhenti di pertigaan."
Alya mengerutkan dahinya bagaimana bisa Pak Angga tahu jika tadi dia berhenti di pertigaan.
"Oh.. Pak Angga lihat saya tadi."
" Iya Bu tadi saya lihat, Bu Alya berhenti di pertigaan dan bicara dengan seseorang."
"Itu Pak teman Saya, semalam menginap di rumah jadi dia baru pulang."
Angga nampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Mari Bu, sebentar lagi sudah masuk."
"Baik Pak."
__ADS_1
Alya dan Angga pun berjalan bersama menuju ke kantor.
βΊβΊβΊβΊβΊπππππ