
"Ih.. nggak ada balasan juga."
Alya begitu bangun dari tidurnya langsung mencari ponselnya dan membuka media sosial yang semalam digunakan untuk kirim pesan dengan Angga.
"Apa coba maksudnya, ih...ih... gemes...."
Alya jadi geregetan sendiri dengan kelakuan Angga sudah berkirim pesan gak ada balasan lagi.
Dia mengambil charger kemudian meninggalkan ponselnya di kamar sambil di cas dan dia ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri di dan segera salat subuh.
Selesai sholat Alya seperti biasa membantu ibunya di dapur menyiapkan sarapan untuk adik serta Bapaknya.
"Mbak..."
Ikhsan tiba - tiba berdiri di depan pintu sambil memanggil Alya dengan wajah memelas.
"Kenapa kamu."
Alya masih memotong sayuran yang dimasak oleh ibunya.
"Hemmmm... Mbak Alya mau pergi nggak."
Alya mengerutkan dahinya dia sudah paham kemana arah pembicaraan adiknya itu.
"Emang kenapa."
Alya ingin mendengar alasan Ikhsan.
"Mau pinjam motornya ya, boleh ya Mbak sore udah pulang."
Ikhsan memelas.
"Mau kemana."
Ibunya yang langsung bertanya, pasalnya ini menjelang malam tahun baru.
"Mau keluar Buk, boleh ya Bu Janji deh sore udah pulang dan malam nggak akan pergi di rumah aja."
"Mau kemana."
Alya tak mungkin langsung mengiyakan kemauan Ikhsan.
__ADS_1
"Keluar Mbak, sama temen - temen."
"Iya kemana keluarnya, keluarkan ada tujuannya mau ke mana nggak asal keluarkan Ikhsan."
"Nongkrong aja, boleh ya Mbak."
"Sama siapa."
Ibunya menelisik.
"Pacarnya kali Buk."
"Nggak ada pacar Mbak, boleh ya Mbak pinjem motornya."
Ikhsan memohon lagi.
"Kalau Ibu boleh bawa aja."
Alya memang tidak ada rencana mau pergi kemana pun.
"Jangan sampai sore."
"Oke, Makasih Mbak Alya, Makasih Buk."
Ikhsan kegirangan rencananya mau jalan-jalan sama teman-teman yang akhirnya terealisasikan.
"Kamu nggak pergi Al."
Tanya Ibunya.
"Nggak Buk, di rumah aja lah mau ke mana juga males Buk."
Ibu tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja.
Selesai menyiapkan sarapan mereka semua sarapan bersama dengan menu yang telah tersaji rapi di meja.
Selesai sarapan akhirnya Ehsan pun meminta kunci motor Alya untuk di bawahnya pergi bersama STNK nya juga.
"Hati - hati."
pesan Alya.
__ADS_1
"Iya Mbak."
Ikhsan pergi bersama temannya, Dani juga main entah kemana. Alya di rumah sendiri karena kedua orang tuanya pergi ke rumah tetangga yang sedang punya hajatan.
"Al kamu nggak pergi kan."
"Nggak Buk, Alya mau di rumah aja."
"Ya sudah, kalau pergi jangan lupa pintunya dikunci, kuncinya taruh aja di tempat biasa."
"Iya Buk."
Setelah ibunya pergi Dia di rumah sendiri dia kembali ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.
Alya membawa ponselnya ke depan karena dia ingin menonton televisi sambil membuka medsos miliknya.
Jujur Alya dalam hati masih menunggu balasan pesan lagi dari Angga.
Entah kenapa ada rasa bahagia dalam dirinya saat mendapatkan messenger dari Angga, padahal Angga sendiri pasti tau nomor ponsel Alya karena mereka berada dalam satu grup yang sama di admin sekolah.
Tapi enggak tau kenapa Angga malah memilih mulai menghubungi Alya melalui Messenger.
"Ahhh... Dia nggak balas juga ternyata."
Alya terduduk di depan televisi dengan muka kecewa apa yang diharapkan ternyata belum ada.
"Apa sih maunya."
Alya malah uring - uringan sendiri.
"Alya... Sadar Alya, siapa Dia buat kamu sih Al. Hisss... gemes deh, lagian ngapain juga message tadi malam."
Alya malah ngomel sendiri untung tidak ada orang di rumah.
Alya meletakan ponselnya begitu saja karena kecewa lalu menghidupkan televisi mencari siaran yang dia suka.
Ponselnya kemudian berdering dan Alya melihatnya, ternyata sahabat - sahabatnya yang mengajak video call.
Alya mendapatkan hiburan di tengah perasaannya yang kacau karena perasaannya sendiri yang terlalu berharap.
😌😌😌😌😌
__ADS_1