DIARY ALYA

DIARY ALYA
39


__ADS_3

Alya terbangun saat adzan Ashar, Dia meregangkan tubuhnya segera mandi karena harus segera berangkat kuliah.


Dia tertidur setelah Adit menelponnya tadi, matanya terasa mengantuk dan langsung terlelap begitu saja.


Alya mengerutkan dahinya melihat ponselnya, ada pesan dari Adit tetapi ada juga dari Tri.


"Berangkat udah sore, tak tunggu di kampus ya." pesan dari Tri.


"Bangun Al.. Udah sore nanti telat." pesan dari Adit.


"Mereka kenapa sih "


gumam Alya sendiri sambil membalas pesan mereka berdua hanya dengan jawaban "iya".


Alya kemudian menuju ke kamar mandi untuk segera mandi dan berangkat ke kampus.


Setelah selesai melaksanakan sholat Ashar dan berdandan sederhana saja memang dia tidak pernah memakai make up yang terlalu mencolok kemudian berpamitan dengan ibunya untuk berangkat ke kampus.


"Buk, Alya berangkat."


Alya meraih tangan Ibunya dan mencium punggung tangannya.


"Hati - hati Al, nggak makan dulu."


"Udah telat Bu, nanti aja makan nanti di kampus, hari ini Alya sampai malam ya Buk."


"Iya, kalau pulang hati-hati kalau nggak berani nanti telepon Bapak ya."


"Iya Buk, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Kemudian Alya melajukan sepeda motornya ke arah kampus yang bisa ditempuh hanya dengan waktu 30 menit itu jika situasi lalu lintas lancar tetapi akan memerlukan waktu yang lebih lama jika sedang macet seperti saat ini karena berbarengan dengan karyawan yang pulang kerja.


Setelah hampir 45 menit perjalanan dan itupun Alya harus pandai mencari sela di antara mobil-mobil yang terhalang macet, dia sudah sampai kampus.


Karena waktunya juga sudah menunjukkan harus masuk kelas setelah memarkirkan sepeda motornya Alya langsung bergegas menuju ke ruang kelasnya.


"Al.. Alya..."


Tri melambaikan tangannya dari lantai 2.


Alya menengadah ke atas dan melihat Tri yang tersenyum manis ke arahnya sambil melambaikan tangan.


"Udah telat, Alya masuk dulu Mas."


Ruangan Alya ada di lantai satu, dia sudah melihat dosennya akan masuk ke dalam kelas ia bergegas untuk langsung masuk ke dalam setelah memberi kode kepada Tri.


Tri tersenyum dan menganggukkan kepalanya melihat Alya yang terlihat terburu-buru dan menghilang masuk ke dalam kelas.


"Kamu lucu Al."


Ucapnya sendiri.


"Siapa..."


Alan teman Tri yang sejak tadi mengamati tingkah laku temannya itu ikut melihat ke arah bawah mencari seseorang yang sedang bicara dengan Tri.


"Ada deh, kepo kamu."


"Cewek ya, mana."

__ADS_1


Alan masih penasaran jadi dia masih melihat ke arah bawah siapa yang sebenarnya yang dilihat oleh Tri dari tadi.


"Kepo kamu, udah itu Pak Aris datang."


Tri merangkul pundak Alan dan membawanya masuk ke dalam kelas.


Adzan magrib telah berkumandang itu artinya jam kuliah telah selesai.


Alya bersama teman-temannya keluar dari kelas dan menuju ke masjid yang ada di kampusnya untuk melaksanakan kewajibannya.


Setelah selesai sholat, Alya berniat mencari makan karena tadi sore tidak sempat makan di rumah dan perutnya sudah terasa keroncongan.


"Al..."


Tri menunggunya di serambi masjid karena tadi melihat Alya masuk ke dalam masjid dan mendekatinya.


Alya menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.


"Mas Tri, ada apa."


Alya sambil memakai sepatu bersama teman - temannya dan Tri berdiri di depannya.


"Masih ada kelas."


"Masih Mas, kenapa Mas."


"Masih nanti kan masuknya."


"Iya kenapa Mas, Mas Tri ada jam kuliah lagi."


"Udah nggak ada, Kamu udah makan."


" Ini mau cari makan sama teman-teman Mas."


" Kayaknya di depan aja Mas, takut nanti buru-buru masuk kelas."


"Cie... siapa Al."


Susan temannya Alya kepo.


"Ini Mas Tri, temen aku kerja San."


Tri tersenyum saja sama Susan.


"Gitu ya, mau makan sekarang."


Susan yang melihat tatapan Tri kepada Alya, memiliki insting sepertinya dia ingin pergi makan bareng Alya tapi merasa tidak enak ada teman-temannya.


"Al... Kita mau ke kamar mandi dulu. Kamu makan aja dulu sama Mas nya katanya tadi kan udah lapar di rumah nggak sempet makan." Susan mengajak Vera temannya Alya yang satu lagi untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


"Iya Al, kebelet nih."


Vera buru - buru berlari ke kamar mandi dan diikuti oleh Susan.


"Hei... kok aku di tinggal."


Alya memandang kedua temannya yang begitu saja meninggalkannya.


"Al.. Kita makan yuk, sebentar lagi Kamu masuk kelas."


"Hmmm.. tapi teman-temanku Mas."

__ADS_1


"Nanti kirim chat aja suruh nyusul kita."


"Gitu ya, ya udah ayo Mas makan depan aja ya."


Tri tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua berjalan menuju kedai makan yang ada di depan kampus favorit mahasiswa di sana.


Sesampainya di kedai Alya dan Tri mengambil duduk yang masih kosong dan memesan makanan mereka.


"Mau apa Al."


"Nasi bakar aja Mas."


"Oke, minum."


"Jeruk hangat."


Tri kemudian memberikan pesanannya kepada karyawan yang ada di sana.


Sambil menunggu pesanan mereka Alya mengirimkan pesan kepada kedua temannya.


"Kamu nggak nyaman ya Al, makan sama aku."


Alya yang tadi memandang ponselnya kemudian menatap Tri menatapnya juga.


"Maaf Mas."


Alya meletakkan ponselnya.


Tri tersenyum, "Kenapa minta maaf Al, he he.."


Pesanan Mereka datang, "Makan Al."


"Iya Mas."


Selesai makan Alya melihat jam di ponselnya.


"Masih ada 10 menit Al."


ucap Tri.


"Iya Mas, kita balik ke kampus yuk Mas."


Alya ingin beranjak namun di tahan Tri.


"Sebentar Al."


"Kenapa Mas."


"Duduk dulu."


Alya duduk kembali dan Tri bersiap bicara.


"Hmmm... aku mau ngomong sesuatu sebentar aja."


"Iya Mas, mau ngomong apa."


"Aku mau mengenal kamu Al lebih."


Alya diam memandang Tri yang bicara sambil menatapnya dalam.


😁😁😁😁😁

__ADS_1


Jeng...jeng..jeng...


Tahan dulu


__ADS_2