DIARY ALYA

DIARY ALYA
42


__ADS_3

"Minggu besok ada acara nggak Al." Dari Adit.


Yuli Penasaran melihat ekspresi Alya ketika membuka ponselnya.


"Siapa, Ayang Beb."


ledek Yuli.


"Bukan.."


Jawab Alya singkat.


"Terus..."


"Kamu kenal Adit."


"Adit, yang mana."


Yuli sedikit berpikir karena nama Adit tidak satu orang aja yang dia kenal.


"Adit teman SMA kita dulu yang anak IPS."


"Adit yang tinggi kurus itu."


"Iya, kamu kan dulu IPS ya."


"Oh.. kalau Adit itu aku kenal Dia SMP nya sama aku juga. Dari mana kamu kenal dia."


"Dia sepupunya silvi."


Yuli menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Alya.


Alya masih mau jawab apa,


"Kenapa, nggak balas pesannya."


Yuli membuyarkan lamunan Alya.


"Nanti aja, sudah habis makannya kita sholat yuk."


Mereka segera sholat dhuhur karena sebentar lagi juga waktu istirahat akan habis.


Alya duduk sambil memegang kaos kakinya tapi belum dia pakai tapi dia tersenyum sambil melihat ponselnya.


"Ngapain..."


Yuli duduk di sampingnya memakai sepatu.


"Nggak papa, he he he..."


"Aneh sekarang kamu, ayo buruan."


Mereka berdua setelah memakai sepatunya kembali ke tempat kerja, Yuli menuju ke ruang produksi dan Alya menuju ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Namun Alya membuka ponselnya lagi teringat belum membalas pesan dari seseorang yang membuatnya tersenyum sendiri tadi.


"Sebentar lagi ketemu ☺☺☺."


Pesan dari Tri.


Alya tersenyum sendiri hingga membuat Mbak Ani rekan kerja penasaran.


"Senyum - senyum sendiri, awas hati - hati kesambet lho."


"He he he.. apaan Mbak Ani ini .."


Alya kemudian mengetik pesan untuk membalas pesan dari Tri.

__ADS_1


"Terus.."


Singkat aja balas Alya.


"Mau di bawain apa."


Tak lama Tri membalas pesan lagi.


"Nggak usah Mas, malah ngerepotin lagi. Hati - hati berangkat kerjanya."


"Oke.."


Kemudian saya segera menyelesaikan pekerjaannya karena sebentar lagi waktu pulang.


Tak terasa kurang 15 menit lagi jam pulang, Alya masih sibuk membuat laporan untuk pekerjaannya hari itu karena akan serah terima dengan shift siang.


"Ciye... siapa yang datang itu."


Yuli tiba - tiba duduk di depan Alya sambil meledeknya.


Alya langsung menoleh ke arah pintu dan melihat Tri yang tersenyum manis padanya.


Seketika jantung Alya terasa berdegup lebih kencang, Dia membalas senyuman Tri.


"Apaan Kamu itu."


Alya masih masih menyangkal saja jika di depan Yuli.


Tri berjalan mendekati Alya dan masih menenteng tasnya.


"Mas, ada yang kangen itu."


ledek Yuli sambil melirik ke arah Alya, tapi Alya seolah tak peduli tetap saja meneruskan pekerjaannya.


Tri tersenyum saja kemudian duduk di depan Alya yang sibuk menulis.


"Dikit lagi Mas."


"Tri..."


Rekan kerja Tri memanggilnya untuk serah terima shift.


"Aku ke sana dulu ya, nanti tunggu sebentar ya."


pesan Tri kepada Alya.


Alya gangguan kepalanya kemudian dia juga kembali ke ruangannya untuk serah terima kepada shift berikutnya.


Setelah selesai Alya berkemas untuk pulang, tetapi dia tadi ingat pesan Tri untuk menunggunya sebentar.


Alya mengambil tasnya dan akan pulang, kemudian melihat ponselnya niat hati ingin mengirim pesan kepada Tri ternyata lebih dulu dia yang lebih dulu mengirim pesan kepada Alya.


"Aku tunggu di pintu belakang."


Alya kemudian bergegas untuk pulang namun dia lewat pintu belakang karena sudah ditunggu Tri di sana.


Alya melihat Tri sudah berdiri di samping pintu sambil tersenyum dan Alya menghampirinya.


"Hati - hati pulang ya, ini buat kamu."


Tri memberikan sebuah paper bag yang dia simpan di dalam tas ranselnya.


"Apa ini Mas."


"Buka di rumah aja, hati-hati ya."


"Iya Makasih Mas."

__ADS_1


"Nanti kuliah."


"Malam aja Mas."


"Kalau berangkat jalan mepet terus kalau pulang juga harus hati-hati karena udah malam maaf ya nggak bisa nemenin."


"Iya Mas nggak papa udah biasa sendiri, aku pulang dulu ya Mas."


"Oke, Oh ya Al.. Besok sabtu jalan yuk."


Alya tersenyum, "Nanti aku kabari lagi Mas."


"Oke.. hati - hati ya."


"Iya Mas, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Alya berlalu dan Tri masih memandangi tubuh Alya yang semakin lama semakin menghilang.


🌹🌹🌹🌹


Sesampainya di rumah Alya beristirahat di kamarnya setelah membersihkan diri dari sepulang kerja.


Alya teringat belum membalas pesan Adit, tetapi hatinya galau Tri juga mengajaknya jalan.


"Bagaimana ini."


Gumam Alya sendiri dan akhirnya terlintas di pikirannya untuk coba mengirim pesan kepada Silvi menanyakan tentang Adit, memang sejak kemarin sih tidak terlalu ikut bagaimana hubungannya dengan Adit.


"Silvi..."


Alya mengirim pesan singkat saja dengan memanggil namanya namun lama tak dibalas juga akhirnya karena merasakan badannya capek akhirnya tertidur.


Sebangun tidur dia membuka ponselnya kembali dan sudah ada pesan dari Silvi dan juga dari Adit.


"Iya Al.. kenapa."


Dari Silvi.


"Sudah pulang kerja Al, apa kamu sibuk Al untuk besok Minggu." Dari Adit.


Alya bingung harus jawab apa, dia membalas pesannya Silvi dulu.


"Nggak papa Sil, Ini Adit kirim pesan Minggu ajak jalan."


Sedangkan pesan Adit belum ia jawab juga.


"Terserah kamu Al, Kamu mau enggak di ajak jalan sama Adit. Kalau aku sih nggak berpihak ke kamu juga tidak berpihak ke Adit."


"Baiknya gimana Sil."


"Ya kembali lagi ke kamu Al, apa kamu sedang ada yang mendekati atau tidak sepertinya Adit mau mendekat kepadamu itu."


"Aku jujur ya Sil, ini ada yang mendekati ku dan sudah nembak."


"Whatt... !!! Kurang gercep dong Adit 😱😱😱😱🤭🤭🤭🤭."


"Gimana Sil, aku nggak enak sama Adit."


"Jawab aja sibuk atau gimana, Dia pasti nanti tanya ke aku nanti biar aku yang jelasin."


"Oke makasih Sil, maaf ya Sil."


"Its Oke Al. ☺☺☺. Kenalin sama kita cowoknya dong."


"He he he.. nanti kapan - kapan ya 😁😁😁😁."

__ADS_1


🤭🤭🤭🤭🤭


__ADS_2