
"Pak Angga baik juga walaupun kelihatan dia pendiam dan jarang bicara."
Batin Alya sambil menaiki sepeda motornya menuju ke rumah.
"Tapi perhatian juga kelihatan banget ada kekhawatiran di wajahnya."
Ucap Alya sendiri sambil tersenyum-senyum untung saja wajahnya ditutup dengan masker dan helmnya.
Tak butuh waktu lama Alya pun sudah sampai di rumahnya,
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Jawab Ibunya dari dalam rumah.
Alya menghampiri Ibunya dan meraih tangannya serta mencium punggung tangannya.
"Bersih-bersih sana Al, kan dari luar terus makan."
Alya yang biasanya langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri ini ku duduk ibunya di kursi ruang tamu.
"Capek Buk... huffft.. Tadi pagi bannya bocor dan harus ganti."
Ibunya terkejut hingga menampakan wajah yang khawatir.
"Tapi kamu nggak papa kan Al di jalan."
"Nggak papa Bu, Alhamdulillah. Alya terus telepon Pak Ahmad untung mereka baik-baik Bu jadi jam ngajarnya bisa tukeran sama teman Alya."
"Alhamdulillah, tidak meninggalkan siswa-siswi dalam keadaan kosong."
"Iya Bu, Alya nggak enak aja berangkat telat tapi memang enggak sengaja kan memang ada kejadian di jalan, Kita kan nggak tahu ya Bu."
"Ya sudah Istirahat sana."
"Iya Buk, Alya masuk dulu."
Alya menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian, membersihkan diri dan ingin segera makan siang juga perutnya terasa keroncongan.
🌹🌹🌹🌹🌹
Angga juga sudah sampai rumah, setelah mengganti pakaiannya dan membersihkan diri seperti biasa dia akan mengeluarkan kandang - kandang burung kicaunya.
"Nggak makan Ga."
Tanya Ibunya.
__ADS_1
"Nanti Buk, tadi istirahat makan di kantin kok masih agak kenyang perutnya."
"Ya sudah, lauknya ada di meja ya."
"Iya Buk."
Angga masih asyik dengan burung-burung peliharaannya, hingga akhirnya merasakan kantuk karena seharian beraktivitas.
"Tidur ah, tapi kok sekarang lapar ya."
Angga yang sudah merasakan kantuk tapi mengusap-usap perutnya yang terasa kosong.
"Makan dulu aja."
Angga menuju ke ruang makannya membuka tudung saji kemudian ambil piring dan menuangkan nasi ke atasnya.
Angga seorang diri menikmati makan siangnya anggota keluarga yang lain sudah beraktifitas sendiri-sendiri.
Adik satu - satunya sudah ikut suaminya setelah menikah dan kini sedang hamil anak pertamanya.
" Assalamualaikum."
Terdengar orang mengucapkan salam masuk ke dalam rumah.
" Waalaikumsalam."
Jawab Angga dari dalam.
Tanya adiknya yang baru saja datang bersama suaminya.
"Biasa ke kios."
Ibunya Angga punya kios buah yang tak jauh dari rumahnya namun letaknya ada di pasar jadi biasanya kalau ke sana naik sepeda motor.
"Makan sendiri Mas."
Adik iparnya menyapa.
"Iya, sini makan belum."
Tawar Angga kepada Ali suami adiknya itu.
"Udah Mas makasih."
"Gimana nggak makan sendiri ya Mas, kan belum punya istri makanya cari istri Mas biar ada yang nemenin kalau makan."
"Nanti aja belum kepikiran."
__ADS_1
Jawab Angga santai sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Ingat umur Mas."
"Masih muda."
Angga memang belum memikirkan untuk menikah di usia mudanya dia masih ingin berkarir.
Di usianya yang baru menginjak usia 24 tahun sama sekali belum ada pikiran untuk menikah adiknya yang beda 2 tahun dengan dirinya sudah menikah duluan namanya juga perempuan sudah ditunggu sama laki-laki.
"Mumpung masih muda Mas biar nanti sama anaknya tuh kayak kakak adik."
Tambah Iparnya.
"Nanti aja lah, masalah anakan itu kehendak Yang Maha Kuasa."
"Ya sudah Mas, Aku mau ke kios aja mau cari buah membuat rujak."
Pamit Adiknya.
"Iya, nanti kalau udah jadi Mas kasih ya."
"Iya.."
Adiknya pergi bersama dengan suaminya menyusul kedua orang tuanya ke kios buah meninggalkan Angga di rumah sendirian.
"Mau nikah sama siapa, pacar aja nggak punya."
Ucap Angga sendiri.
Angga selesai makan siang kemudian membawa piringnya ke dapur dan mencuci tangannya.
Matanya kembali merasakan kantuk apalagi keadaan perutnya yang sudah kenyang membuatnya semakin bergelayut.
Angga membaringkan dirinya di atas tempat tidurnya yang ada di kamar sembari meletakkan tangannya di bawah kepalanya menatap langit-langit kamarnya.
"Kasihan juga wajahnya terlihat lelah."
Angga malah teringat wajah Alya saat dirinya keluar dari kelas dan melihat Alya sudah menunggunya di depan kelas dengan wajah yang terlihat lelah.
"Cantik juga dia, sudah punya pacar belum ya."
"Aduh.. Angga malah mikir kayak gitu."
Angga menggelengkan kepalanya dan mengusap wajahnya.
"Tidur ah..."
__ADS_1
Angga memiringkan tubuhnya memeluk guling kesayangannya dan tak terasa matanya terpejam sendiri.
☺☺☺☺