DIARY ALYA

DIARY ALYA
38


__ADS_3

"Ini tanda tangan."


Tri memberikan kertas tadi yang telah dia isi dan tinggal menambahkan tanda tangan Alya aja.


"Tumben baik banget."


celetuk Alya, Tri hanya senyum-senyum saja sambil memainkan kedua alisnya.


"Kerja, jangan pacaran terus."


Bu Mandor juga suka menggoda mereka berdua karena memang terlihat kedekatan mereka seperti tak biasa.


"Sambil menyelam minum air Bu." Kelakar Tri dan Alya menatapnya.


"Apa maksudnya Mas Tri."


Batin Alya.


"Kembung Tri."


Ledek Mbak Ani yang ikut menggoda Alya dan Tri.


"Biar kenyang Mbak."


Balas Tri.


Alya hanya tersenyum saja dia di ledekin terus ada hubungan sama Tri.


"Al..."


Mbak Ani mendekati Alya yang sedang melakukan pengecekan produk.


"Hmmmm... Napa Mbak."


"Ada yang kasmaran sama kamu." Bisik Mbak Ani membuat Alya merinding.


"Siapa."


"Itu lihat, dia mandang terus ke arah kamu dari tadi."

__ADS_1


Mbak Ani memberi isyarat dengan lirikan matanya ke arah Tri.


"He he he..."


Alya malah tertawa saja.


" Ya jelaslah ngeliatin aku dia takut produknya ada masalah, nanti jadi reject semuanya, Mbak" Kekeh Alya.


"Masa kamu nggak peka sih Al, tatapan Tri itu tak biasa sama kamu."


" Enggak biasa gimana sih Mbak."


Alya memang memilih cuek, takut terlalu berharap sama orang lain yang memberinya perhatian. Selama belum mendekat dan mengatakannya langsung kepadanya dan hanya sebatas mengagumi saja, dia takut kecewa kembali seperti yang pernah dialami.


"Kamu Al... Gemesin deh."


Mbak Ani terlihat gregetan dengan Alya yang cuek.


Sebenarnya Alya juga tidak cuek dia menyadari jika Tri memberikan perhatian yang lebih daripada orang lain tetapi dia tidak mau terlalu berharap selama Tri belum mendekat dan mengatakannya sendiri.


"Aku lucu yah... jadi gemesin ya Mbak, he he he..."


Tanpa Alya sadari Tri tersenyum sendiri memandang diri Alya yang terlihat sangat lucu di matanya.


"Aku pergi Al, malas sama kamu. Gemesin...."


"Ha ha ha... "


Alya menertawakan teman kerjanya yang sudah senior itu.


Setelah melakukan pengecekan Alya berniat kembali lagi ke ruangannya, tetap baru sampai pintu Tri memanggilnya kembali.


"Al.."


"Iya Kenapa Mas."


Alya berhenti dan menoleh ke belakang.


"Kamu kuliah jam berapa."

__ADS_1


Tanya Tri sambil menatapnya.


"Sore nanti Mas, kenapa."


"He he he.. nggak papa. Aku juga ada kuliah sore nanti."


"Oke, Mas. Aku ke ruangan dulu ya."


Alya beranjak menuju ke ruangannya dan Tri tersenyum mengangguk.


Tri memandang tubuh Alya hingga tak terlihat lagi, kemudian tersenyum dan masuk lagi ke ruang produksi.


Tak terasa waktu untuk pulang kerja telah tiba Alya setelah serah terima dengan temannya yang di Shift siang dia langsung menuju ke absen untuk pulang ke rumah, karena sore ini dia ada jam kuliah jadi buru-buru mau pulang ke rumah istirahat dan bisa fit kembali saat berangkat kuliah.


Sesampainya di rumah Alya langsung membersihkan diri dan beristirahat di kamarnya.


Saat akan memejamkan kedua matanya terdengar pesan yang masuk kedalam ponsel pintarnya.


"Hai Alya udah pulang."


pesan dari Adit.


Alya membaca pesan itu dan di dalam hatinya kenapa adit sekarang jadi lebih sering mengirimkan pesan kepadanya dan memberikan perhatian perhatian yang lebih.


"Udah Dit, ini mau istirahat karena sore nanti ada kuliah."


Balas Alya.


Tak lama Adit pun mengirimkan pesan kembali kepada Alya.


"Boleh telepon."


Alya sebenarnya merasa berat karena capek ingin beristirahat, tetapi rasanya tidak enak cuek sama Adit kemarin.


"Iya Dit."


balas Alya.


☺☺☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2