DIARY ALYA

DIARY ALYA
137


__ADS_3

Angga menatap Alya, ada guratan wajahnya yang nampak tak senang dan Alya bisa merasakan itu.


"Alya nggak pergi aja Mas."


Kata Alya sambil tersenyum.


"Dulu kenapa putus."


Angga menanyakan sebab Mereka putus sebenarnya membuat Alya kaget juga.


"Nggak tau."


Alya menggelengkan kepalanya tapi malah membuat Angga mengerutkan dahinya.


"Kok bisa."


"Iya Alya nggak Mas, kenapa dia mutusin Alya. Tiba - tiba aja Dia kirim chat dan bilang kita temenan aja gitu."


Alya menjelaskannya supaya Angga tidak salah paham.


"Masa begitu nggak ada sebabnya."


"Bener Mas, kalau nggak percaya tanya aja sama ibu atau temen - temen Alya, Mereka tau kok Mas kalau Alya dulu itu diputus gitu aja."


"Udah lama putusnya."


"Udah Mas, dari awal Alya kuliah. Mas Angga cemburu, udah ya nggak usah dibahas Alya nggak datang ke sana."


Alya meraih tangan Angga dan mengusapnya.


Angga tersenyum dan menggenggam tangan Alya.


"Wajar dong kalau Mas cemburu, kamu kalau mau ke sana sama Mas."


Alya kaget Angga bilang begitu.


"Mas Angga yakin."


"Hmmm..." Angga mengangguk mantap.


"Kenapa Mas Angga mau nemenin Alya."


"Mas mau mengucapkan terima kasih sama dia."


"Ha..? Terima kasih untuk apa Mas."


"Karena dia sudah mutusin kamu dan akhirnya sekarang Kamu sama mas."


"Ha ha ha.. Mas Angga kok bisa mikir kayak gitu sih, ada - ada aja deh."


"Ya nggak papa kan, Mas mau tau dia."


"Beneran nih Mas Angga mau nemenin ke sana."


"Iya Sayang, kapan.?"


"Besok."


"Oke, dari sekolahan kita langsung aja ya."


"Iya Mas."


"Ini beneran Mas Angga, mau nemenin." Dalam hati Alya masih nggak percaya.


"Sayang, Mas ada sesuatu buat kamu." Angga mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya ke Alya.


"Apa ini Mas."


"Buka dong."


Alya yang penasaran langsung membuka isi kotak itu.


"Jam tangan Mas."


"Hmmm... sama kan."

__ADS_1


Angga memperlihatkan jam tangan yang ada di tangannya ternyata sama dengan yang dikasihkan ke Alya.


"Couple."


Alya berbinar - binar.


"Iya, Mas pakaikan ya."


Alya mengangguk semangat, kemudian Angga mengambil jam itu dari kotak dan memakaikannya di tangan Alya.


"Cantik."


Alya memperlihatkan jam yang sudah terpasang di tangannya.


"Secantik orangnya."


Puji Angga membuat pipi Alya memerah.


Hari semakin sore Alya mengajak Angga untuk pulang, Dia seharian belum istirahat.


Sesampainya di rumah Angga mampir sebentar dan membawakan oleh - oleh untuk keluarga Alya.


"Buk."


Alya mendekati ibunya yang sedang menonton televisi.


"Kenapa Al."


"Ibu tau nggak, Mas Angga mau nemenin Alya ke pernikahan Mas Tri."


Ibunya memandang Alya penuh tanda tanya.


"Kok bisa."


"Hemm, Alya kan bilang undangan dari mantan terus Mas Angga ingin tahu kenapa dulu Alya putus ya cerita aja apa adanya Bu terus malah dia yang ngajakin ke sana dan mau nemenin." Terang Alya.


"Nggak cemburu nanti Angga."


"He he he... Nggak katanya Bu, udah mantan juga."


"Ya sudah kalau memang Angga sendiri ya mau nemenin kamu."


"Iya Bu, besok Alya langsung berangkat dari sekolahan ya Bu."


"Iya kamu hati - hati."


Malam pun semakin larut mereka beristirahat untuk memulihkan kembali pikiran dan menyegarkan badannya untum memulai aktivitas di esok hari lagi.


Pagi sudah menjelang Alya bersiap untuk bekerja setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya Dia melanjutkan sepeda motornya ke arah sekolahan dimana dia akan menularkan ilmunya kepada para peserta didiknya.


Sesampainya di sekolahan Alya menjadi bahan ledekan para guru - guru itupun saat di depan Angga. Mereka mengejek jika kemarin selama 3 hari ditinggal oleh Angga Alya terlihat murung dan tidak bersemangat.


Angga hanya senyum - senyum saja sambil memperhatikan Alya.


Tak terasa seharian telah berlalu bel pulang sekolah pun telah berbunyi. Alya masih membereskan laptopnya dan Angga pun menyusulnya ke lab.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, duduk Mas. Alya mau ke kamar mandi dulu ya."


Angga menganggukkan kepalanya dan memandang Alya yang pergi dari hadapannya.


Alya keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti pakaiannya.


"Ayo Mas."


Angga menoleh ke belakang, dan tersenyum melibat Alya.


"Cantik banget, bisa nyesel ini mantan kamu mutusin kamu dulu." ledek Angga sambil menggoda Alya dengan memandangnya penuh cinta.


"Mas, apaan sih. Yuk kita berangkat."


"Kemana." Goda Angga.


"Ke pelaminan." jawab Alya dengan kesal.

__ADS_1


"Ayo, sekarang."


Angga berdiri dan menggandeng Alya.


"Mas bercanda terus, ayo berangkat."


Mereka berjalan menuju ke parkiran sesekali di ledekin Bapak ibu guru yang masih ada di sekolahan.


Angga melajukan sepeda motornya meninggalkan ke sekolahan menuju ke tempat resepsi.


Sekitar hampir 30 menit mereka telah sampai di tempat acara.


Alya merapikan jilbabnya karena kena helm begitu pula dengan Angga.


"Udah siap belum."


Ledek Angga.


"Siap dong, ayo Mas."


Alya melingkarkan tangannya di lengan Angga, Mereka masuk ke dalam gedung tempat resepsi.


Di depan terpampang foto prewedding Tri dan juga istrinya, Alya mengamatinya dan ternyata perempuan itu yang dia lihat waktu itu kampus.


"Kenapa Sayang."


Angga melihat Alya bengong.


"Nggak papa Mas, ayo kita kasih ucapan ke pengantin."


Angga tersenyum menggandeng tangan Alya naik ke atas pelaminan. Dari bawah sudah terlihat Tri dan juga istri yang tersenyum bahagia di hari bersejarah mereka.


"Kamu deg - degan Sayang."


Bisik Angga saat mereka antri untuk mengucapkan selamat ke pengantin.


"Nggak Mas biasa aja."


Angga tersenyum menggodanya dan mengeratkan tangannya menggenggam Alya.


Kini giliran mereka untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Alya yang di genggam tangannya oleh Angga tersenyum manis mendekati kedua pengantin.


Alya berjalan duluan di ikuti Angga, terlihat wajah Tri yang memandang ke arah Alya.


"Selamat menempuh hidup baru Mas." Alya mengulurkan tangannya dan disambut oleh Tri.


"Makasih Alya."


Suara nampak biasa saja tapi tatapannya mengisyaratkan sesuatu apalagi Alya datang bersama seorang laki-laki yang gagah mendampinginya. Tri menatap ke arah Angga yang tersenyum kepadanya.


"Selamat Mbak."


Alya juga bersalaman dengan istrinya Tri.


"Makasih Mbak."


Angga pun melakukan hal yang sama memberi ucapan kepada kedua pengantin.


Setelah mengucapkan selamat kepada kedua pengantin Angga kembali menggandeng tangan Alya dan turun dari pelaminan.


Dari atas pelaminan nampak Tri memandang kepergian Alya yang terlihat sangat bahagia bersama Angga.


"Maafkan aku Al, semoga kamu bahagia dengan pasanganmu." Doa Tri dalam hati untuk Alya.


Angga dan Alya menikmati beberapa hidangan yang ada di sana dan setelah itu mereka pun pulang.


"Mantan kamu lihatin kamu terus tadi Sayang." Kata Angga saat di parkiran mau pulang.


"Mas cemburu."


"Nggak lah, ngapain cemburu juga dia udah memiliki yang lain, Kamu sekarang dan selamanya akan menjadi milik Mas."


Angga mengucapkan itu penuh dengan ketulusan dari dalam hatinya membuat Alya tersenyum bahagia.


😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2