DIARY ALYA

DIARY ALYA
16


__ADS_3

"Wah... Menghayati banget nyanyinya he he he..." ledek Ana sambil senyum - senyum sendiri nggak jelas.


Mereka saat ini sedang duduk di teras depan kelas sambil menikmati minuman dingin.


Pensi baru saja selesai dan para siswa sudah mulai pulang setelah seharian bersenang - senang dan besok adalah waktu pengambilan raport hasil dari belajar 1 tahun kebelakang kemarin.


"Kayaknya ke bawa sampai hati."


tambah Silvi dan Alya tersenyum masam aja.


"Tapi lagu yang kedua dalem banget, jadi tadi itu kita kayak melihat dan mendengarkan curhatan Alya."


"Apaan kalian, yang milih kan Surya lagunya memang sih yang kedua aku yang milih."


Memang tadi setelah menyanyikan lagu yang pertama, Alya bersama The Triples menyanyikan satu lagu lagi menghapus jejak mu dan itu terasa dalam.


"Curhat ya Al."


Silvi sambil merangkul pundak Alya.


"Curhat apaan pingin aja nyanyi itu."


"Bener nggak curcol tadi, curhat colongan hi hi hi..." ledek Ana.

__ADS_1


"Nggak, yuk balik."


Alya beranjak berdiri dan di ikuti oleh Silvi dan juga Ana.


Mereka jalan menuju ke parkiran hari ini Alya pulang boncengan sama Ana yang hari ini dia bawa motor dan juga Alya sudah di tinggal sama Ida yang main sama temannya.


🌹🌹🌹🌹🌹


~Rafi PoV~


"Cemen kamu Fi, mana ada Cinta tanpa dinyatakan orang itu akan tahu"


Aku masih terngiang ucapan Wahid tadi siang saat melihat Alya yang sedang tampil di atas panggung.


Dia menghayati sekali nyanyinya serasa dari dalam hati, Alya aku merasa itu ungkapan dari dalam hati mu untuk ku.


Munafik, memang munafik, aku menyangkal semua perasaan ku terhadap Alya di hadapan Wahid dan sampai aku jadian sama Nunik karena dia yang terus memberikan perhatian pada ku.


Tetapi selama jalan bersama Nunik hati ini tak bisa menyangkal hati ini lebih memilih Alya.


Aku merasa bahagia melihat dia tersenyum dan tertawa lepas bersama teman-temannya.


Dia gadis hebat di mataku dia pelajaran pandai, ekstrakurikuler rajin Nilai plus lagi dia pinter banget nyanyi sama main gitar.

__ADS_1


Tapi aku harus pergi setelah ini entah kapan lagi aku akan kembali ke sini atau bahkan tak akan pernah karena memang harus berdomisili di sana dan Papa sudah akan pensiun enggak akan di pindah tugaskan lagi.


Alya ingin rasanya aku menyatakan perasaan ini kepadamu, tetapi mungkin kamu perlahan sudah menghapus perasaanmu kepadaku.


Bodoh, memang bodoh aku, seandainya kemarin aku mengungkapkannya dan walaupun nantinya harus berakhir karena perpisahan seenggaknya kita pernah tertawa bersama mengisi hari-hari kita di masa-masa SMA.


Alya aku mau selalu berteman denganmu tetapi mungkin akan sulit bagimu jika kamu mengetahui perasaanku.


Memang ini yang aku pilih Alya kita sama-sama memendam perasaan ini karena itu jauh lebih baik kita tidak akan ada rasa segan ataupun tak enak hati ketika akan ngobrol ataupun bercanda.


Besok penerimaan rapot dan akan aku temui dia, ini terakhir aku di sini dan akan segera berangkat ke kota asal ku.


Selamat tinggal cinta terpendam dan cinta yang tak pernah terungkapkan semoga kita bahagia dengan kehidupan kita masing-masing.


Alya maaf, kamu seseorang yang pernah menghiasi hari ku tanpa harus memiliki mu...


Rafi...


😉😉😉😉😉


Udah ya Readers, gimana perasaan Rafi sebenarnya 😁😁😁😁


Cinta datang tanpa kita minta, tetapi ada sebuah keputusan yang harus kita ambil untuk menyikapi cinta tersebut...

__ADS_1


...DIRGAHAYU INDONESIA...


...🇮🇩🇮🇩🇮🇩 MERDEKA... 🇮🇩🇮🇩🇮🇩...


__ADS_2