
Baru separuh perjalanan, iya ini baru hari ke lima dimana Angga meninggalkan Alya untuk sementara menempuh pendidikan profesi.
Rasa rindu sudah memenuhi dada Alya, walaupun setiap hari mereka tak pernah melewatkan vidio call dan saling bertatap muka walaupun hanya lewat Ponsel.
"Mas... Alya kangen."
Katanya saat Mereka sedang video call, Angga pun tersenyum dan juga mengungkapkan rasa Kangennya.
Alya merasa sepi hari-harinya tanpa kehadiran suami tercinta yang biasanya mereka berdua selalu bersama, dari membuka mata hingga menutup mata kembali.
Kini Dia harus semua sendiri dari bangun tidur hingga mau tidur kembali dan Alya juga mandiri bekerja berangkat sendiri.
Kedua orang tua Alya pun tau jika Angga sedang berada di luar kota, hingga Ibu dan Bapaknya Alya pun datang untuk menemui putrinya karena biasanya Alya yang ke sana kini Mereka yang datang karena menantunya sedang berada di luar kota.
Betapa senangnya hati Alya saat orang tuanya datang, rasanya ingin ikut saja pulang dengan Mereka karena di sana ada adik - adik Alya yang membuat rumah rame tidak seperti ada di rumah Angga yang ada hanya kedua orang tuanya saja.
Ibunya Alya membawakan makanan kesukaan putrinya itu sebaiknya obat rasa rindunya dengan rumah.
Orang tua Alya pun tidak bisa menginap karena ada kepentingan lain, Alya sedih saat orang tuanya pulang tetapi kerinduannya sedikit telah terobati dengan kedatangan mereka.
Malam ini Alya merasakan badannya capek sekali karena seharian di sekolahan ada ujian praktek jadi dia pulang sampai sore.
Dia rebahan di dalam kamar, sambil memainkan ponselnya.
"Mas Angga ngapain ya, dari tadi kok enggak bales pesan aku."
__ADS_1
Dari habis sholat isya tadi pesan dari Alya belum terbaca jadi belun terbalas oleh Angga.
"Apa lagi banyak tugas ya."
Tadi habis maghrib Mereka sudah teleponan dan kata Angga, Dia baru saja keluar dari kelas dan akan mandi terus sholat.
"Capek banget Mas, badan Alya."
Biasanya kalau Alya lagi capek dan mengeluh dengan suaminya, Angga akan memijitnya ya walaupun setelah itu harus ada upahnya.
Alya memiringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan kedua matanya agar capeknya segera hilang kalau dia bisa tidur.
"Kok nggak bisa tidur sih."
Alya bangunkan lagi dan mencari headset nya biasanya kalau lagi sendiri dia akan mudah tidur kalau sambil mendengarkan musik.
"Kemana sih Mas Angga."
Alya lama-lama merasakan kantuk juga dan akhirnya terpejam tanpa tahu kalau Angga sudah membalas pesannya.
Hingga dini hari Alya terbangun dan merasakan ingin ke kamar mandi, Dia mendapati ponselnya sudah berhenti berputar musiknya dan ada pesan masuk dari suaminya.
Dia tersenyum tetapi langsung ke kamar mandi tidak membaca pesan Angga dulu. Baru setelah dari kamar mandi ia membuka ponselnya kembali dan membaca pesan dari suaminya.
"Maaf Sayang, Mas dari luar mencari peralatan untuk ujian besok. Sayang udah tidur."
__ADS_1
Begitu pesan dari Angga.
Alya bernafas lega suaminya baik - baik saja tapi ya merasa jengkel juga masa balas pesan sampai nggak bisa.
"Mas jaga kesehatan, jangan tidur malam." Alya mengirim pesan ke suaminya.
Tak lama ada panggilan masuk dari Angga, ternyata dia belum tidur.
Alya pingin jawab tapi takut nanti malah mengganggu orang tua Angga karena masih dini hari.
"Chat aja ya Mas, takut ganggu Bapak sama Ibu."
"Iya Sayang, kamu belum tidur."
"Kebangun tadi Mas kebelet. Mas belum tidur."
"Ini mau tidur Sayang, habis lembur buat besok."
"Istirahat Mas, jaga kesehatan."
"Iya Sayang Ku, Mas kangen."
"😘😘😘😘."
Semakin lama Alya pun tertidur lagi karena masih mengantuk.
__ADS_1
😌😌😌😌