
Angga akhirnya tetap memilih mengajar di sekolah SMK A yang sudah menerimanya bekerja terlebih dahulu dan melepaskan tawaran dari SMK X.
Baginya ini merupakan rasa syukurnya karena perjuangannya mencari pekerjaan akhirnya mendapatkan hasil dan sekarang harus dijalani dengan ikhlas semua diniatkan untuk ibadah.
"Siang Pak Angga."
Murid perempuan yang suka sekali menyapa Angga, bagi Mereka Angga itu guru favorit karena mempunyai paras yang mumpuni di mata mereka.
"Siang, sudah adzan Ayo ke masjid jamaah."
Angga yang mengajar BK tentu sering berinteraksi dengan muridnya apalagi yang sering bermasalah.
"Iya Pak."
Angga tidak terlalu Killer bagi guru BK dia merangkul murid-muridnya untuk bisa dekat dengan mereka dan bisa membantu masalah yang di alami oleh mereka.
Angga menuju ke masjid dan segera mengambil wudhu dan ikut jamaah dengan bapak ibu guru yang lain serta siswa-siswi.
"Pak Angga."
Pak Ahmad yang juga baru keluar dari dalam masjid menghampiri Angga yang sedang duduk santai di serambi masjid.
"Pak Ahmad, tidak ngajar Pak."
"Ada nanti Pak."
"Ayo anak - anak cepat masuk itu bel masuk sudah berbunyi." perintah Angga.
Dia memang sering menunggu anak-anak yang masih ada di dalam masjid dan meminta mereka untuk segera masuk ke dalam kelas jika bel masuk sudah berbunyi.
"Enak ya Pak guru BK, santai."
"Ada enak dan enggaknya Pak. Kalau anaknya yang ditegur itu bisa menerima dia sadar diri kalau mereka salah enak banget Pak tapi sudah salah ditegur malah bantah gurunya bikin emosi aja Pak."
"Ha ha ha... Sabar Pak jangan suka marah-marah masih muda nanti kalau darah tinggi bahaya."
__ADS_1
"Dibawa happy aja Pak."
Mereka masih asyik ngobrol sambil meminta siswa siswi yang masih ada di luar kelas untuk segera masuk ke dalam kelas.
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah hampir 3 bulan putus dari Tri, Alya sudah menata hatinya kembali dan kini Dia ingin fokus dengan kuliah dan juga kerjanya.
Ibunya Alya akhirnya pun sudah tahu jika antara Dia dan Tri sudah tidak ada hubungan, diluar dugaan ternyata ibunya malah mendukung dan meminta Alya untuk fokus saja dengan belajarnya.
Sekarang Alya akan berusaha untuk terbuka kepada ibunya baik itu masalah pekerjaan kuliahnya maupun hubungannya dengan lawan jenis.
Kuliah Alya sudah memasuki akan semester tiga dia semakin fokus dan harus pandai mengatur waktunya.
Rasa bosan juga kadang melanda, Dia jenuh dengan aktivitasnya dari hari Senin sampai hari Jumat harus kerja full time dan juga kuliah.
Kalau sabtu kadang ada lembur tetapi Alya sering meminta ganti dengan temannya yang mau lembur karena dia ingin istirahat.
"Kapan aku main sama temen ku, mbak aja ya yang lembur."
Kadang juga dengan terpaksa harus lembur kalau tidak ada yang mau menggantikannya.
Tri sudah menyelesaikan makanya selama hampir satu semester dan kini dia sedang menyusun proposal untuk skripsinya.
Alya kadang suka melihat sosok Tri yang ada di kampus tapi dia selalu menghindar, Dia nggak mau bertatap muka dengannya.
Awalnya teman-temannya juga curiga akhirnya mereka pun juga tahu kalau mereka berdua sudah putus.
Alya memilih menghindar bukan karena takut untuk berpapasan langsung dengan Tri tetapi lebih baik kayaknya untuk kesehatan hatinya.
Tri sama sekali tidak menjelaskan apapun kepada Alya kenapa memutuskannya hingga saat ini.
Alya juga diam saja kadang Dia melihat Tri ngobrol dan tertawa bersama dengan teman-teman perempuannya tanpa ada beban.
"Dia sudah bahagia, aku juga harus bahagia."
__ADS_1
Begitu kata didalam hatinya saat melihat Tri sudah bisa tertawa seperti itu.
Alya kerja masuk siang dan jam sudah menunjukkan pukul 10.00 saatnya dia pulang.
Dia kebetulan satu shift dengan Yuli, Mereka pun bersama berjalan menuju ke parkiran. Kemudian berpisah saat menjalankan sepeda motor karena mereka beda arah.
Beberapa menit kemudian ia telah sampai di rumah, pintu rumahnya telah ditutup namun tidak dikunci.
Alya mematikan mesin sepeda motornya kemudian menuntun masuk ke dalam rumah.
Kebiasaan Alya setiap pulang malam langsung membersihkan diri dan berbaring di tempat paling enak menurutnya yaitu kasur.
"Alhamdulillah Ya Allah."
Alya merebahkan diri dan menarik selimut menutupi badannya namun dia belum terlelap dia mengambil ponselnya dan headset untuk mendengarkan musik sebelum tidur.
Ada notifikasi pesan masuk..
"Siapa kok nggak ada namanya."
Alya menatap ponselnya namun belum membukanya hanya terlihat aja sebuah nomor yang mengirimkan pesan.
Karena penasaran Alya menggeser ke atas layar ponselnya.
" Assalamualaikum, Mbak Alya Selamat malam selamat beristirahat..
Salam kenal ya Mang Ahsan."
Begitu isi pesannya, Alya mengerutkan dahinya "siapa Mang Ahsan." Batin Alya.
"Tau ah..."
Alya cuma membaca pesan itu tanpa membalasnya kemudian dia memejamkan mata dan meletakkan headset di telinganya.
😴😴😴😴😴😴
__ADS_1