DIARY ALYA

DIARY ALYA
102


__ADS_3

Pagi harinya Alya berangkat ke sekolahan untuk menunaikan tugasnya sebagai seorang pendidik.


Dia harus pandai mengatur waktu hari ini karena sore hari sudah membuat janji dengan dosen pembimbingnya dan di sekolahan pun ada rapat yang dimulai setelah kegiatan belajar mengajar selesai itu artinya sehabis dhuhur.


Sesampainya di sekolahan Alya segera memarkirkan sepeda motornya dan langsung saja ke lab dia males ke ruang guru pasti jadi bahan ledekan.


Kemudian datang pula Angga berselang beberapa menit tetapi Alya sudah berjalan meninggalkan area parkiran.


"Itu Alya."


Dalam hati Angga, yang sedang memarkirkan sepeda motornya sambil Alya yang berjalan ke arah lab.


"Dia pasti mau di Lab."


Angga masih bicara sendiri di dalam hatinya.


"Hufftt..."


Terdengar helaan nafas Angga yang terasa berat.


"Dia sepertinya sekarang benar-benar menghindar dari guru-guru yang ada di ruang guru karena sering jadi bahan ledekan dan jodoh - jodohkan dengan ku."


"Aku terlalu lama membiarkan perasaan ini, tapi belum ada momen yang pas untuk mengatakannya."


Angga asyik sendiri berbicara di dalam hati hingga tak sadar Pak Budi dan Pak Ridwan yang baru saja datang mendekatinya.


"Ayo Pak, ngapain."


Mereka berdua mengagetkan Angga.


"Pak Budi, Pak Ridwan bikin kaget aja."


Angga sampai mengusap dadanya karena kaget.


"Lihatin siapa sih Pak."


Pak Budi memang jahil, karena mereka bertiga hampir seumuran dan sama-sama masih lajang jadi kalau bercanda suka bebas aja.


"Nggak ada ayo keruang guru Pak."


Ajak Angga.


"Pak Angga tau nggak yang sering di jodohkan sama Bu Alya, yang inisialnya Pak A."


Pak Budi memang jahil orangnya Dia pura-pura aja nggak tahu padahal sebenarnya yang dimaksud itu juga Angga dia paham.


"Nggak paham juga Pak."


Kata Angga sambil tersenyum dan mereka bertiga berjalan bersama menuju ke ruang guru.


"Masa iya Pak Abdi, dia sudah beristri Pak."


Celetuk Pak Ridwan yang membuat agar langsung melirik kearahnya.


"Ha ha ha... "


Tawa Pak Budi dan Pak Ridwan sedangkan Angga hanya ikut tersenyum saja.


"Pak Angga, kalau kita mau mendekat ke Bu Alya gimana."


Pak Budi menepuk pundak Angga seolah-olah Dia itu bicara serius padahal sebenarnya tujuan dia itu hanya untuk memanasi Angga.


Budi dan Ridwan ini dekat dengan Joko mereka bertiga sering ngobrol bareng dan Joko pernah menceritakan kedekatan antara Angga dan Alya tapi entah kenapa mereka berdua belum jadian sampai saat ini.


"Aku juga mau Pak, ha ha.."

__ADS_1


Tawa Ridwan.


"Oke, kita saingan yang sehat ya untuk dapatkan Bu Alya."


Budi dan Ridwan sengaja menambahi Angga supaya panas dia.


"Saya ke ruang BK dulu ya Pak."


Angga tanpa menjawab Pak Budi dia pun langsung permisi masuk ke dalam ruangan BK.


"Oh.. Oke Pak Angga."


Setelah Angga masuk ke dalam ruangan Budi dan Ridwan mereka tertawa bersama berhasil membuat Angga panas.


Angga meletakkan tasnya di meja yang ada di ruang BK, ruangan khusus untuk menangani anak-anak yang bermasalah.


"Hufft..."


Angga menghela nafasnya kemudian duduk di kursi dan memijat keningnya.


"Pak Angga, ngapain."


Sapa Pak Ari teman sejawat nya sama-sama guru BK.


"He.. Nggak papa Pak. Siswa yang saya suruh kesini pagi-pagi sama orang tuanya sudah datang belum Pak."


"Itu di depan Pak, baru datang."


"Oke makasih Pak Ari."


Angga langsung merasakan dirinya hari itu seperti tak bersemangat tapi karena profesional kerja dia menyembunyikan itu.


Sedangkan Alya, sekarang lebih asik di dalam lab bisa menyendiri tidak mendengar ledekan teman - teman guru yang bikin telinganya panas.


Malu rasanya diledekin terus seperti itu seolah-olah seperti dia yang malah mengejar-ngejar Angga.


Sapa Joko yang baru saja masuk ke dalam ruangan dan melihat Alya melamun.


"Eh.. Iya."


"Pagi - pagi melamun, udah sarapan belum."


"Udah kok tadi di rumah."


Bel masuk pun berbunyi dan kegiatan belajar mengajar segera dimulai.


Setelah mendekati istirahat kedua, sumber suara yang ada di setiap sekelas menyiarkan sebuah pengumuman jika kegiatan belajar mengajar di akhiri sampai di situ karena bapak ibu guru harus melaksanakan rapat, sontak saja suara gembira bergemuruh di setiap kelas dari siswa-siswi mereka.


"Alhamdulillah, rapatnya dimulai gasik jadi aku tetap bisa ke kampus."


Alya bersyukur di dalam hati dan dia kemudian menghubungi Vera.


Adzan Dhuhur di masjid sekolahan telah berkumandang Alya mengambil mukenanya dan segera menuju ke masjid.


Saat berjalan ke masjid Dia berpapasan dengan Pak Budi dan Pak Ridwan.


"Halo Bu Alya."


Sapa Pak Ridwan.


"Ya Pak."


Jawab Alya tentunya sambil tersenyum.


"Sendirian aja Bu."

__ADS_1


"Berani kok Pak sendirian."


"Saya temenin ya Bu."


Pak Budi yang berjalan bersama Pak Ridwan beriringan dengan Alya.


Di belakang mereka ada Angga yang mengamati mereka bertiga berjalan sambil ngobrol dan tertawa - tawa.


"Ngapain Bu Alya tertawa sama Pak Budi dan Pak Ridwan."


Angga menggerutu sendiri di dalam hatinya, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa kalau dia mendekat dan bergabung dengan mereka pasti para guru yang melihatnya akan semakin meledeknya.


Sesampainya di masjid Alya langsung menuju ke tempat wudhu khusus perempuan dan segera berjamaah.


Selesai berjamaah sudah disiapkan makan siang sebelum rapat dimulai semua bapak ibu guru masuk ke dalam ruang guru untuk makan siang bersama.


"Bu, rapatnya mau bahas apa."


Terdengar pembicaraan beberapa guru yang lain Alya hanya diam saja dan menghabiskan makan siangnya.


"Katanya mau studi tour ke Bali."


"Wah, jalan - jalan ini."


Selesai makan siang bapak kepala sekolah beserta wakil kepala sekolah masuk ke dalam ruangan dan rapat segera dimulai.


Hampir dua jam berlangsung dan didapatkan kesepakatan bersama sekolah mereka akan mengadakan kunjungan kerja industri sekaligus studi tour ke Pulau Bali.


Semua bapak ibu guru diberi kesempatan untuk ikut tetapi jika memang berhalangan pihak sekolah tidak memaksanya.


Selesai rapat Alya mengirimkan pesan kepada Vera jika kegiatannya di sekolah telah selesai dan dia akan segera pulang.


"Kita bareng aja Al, Aku menuju ke sekolahan."


Balas Vera karena dia juga sudah dekat dengan sekolahan Alya.


Tak lama Vera sudah sampai di depan gerbang sekolahan Alya dia menunggu ya di depan dan segera menelepon Alya.


Alya pun bergegas untuk ngambil sepeda motornya, namun saat memakai helm ada yang memanggilnya.


"Bu Alya."


Alya menoleh ke arah sumber suara itu.


"Iya Pak, ada apa."


"Sudah mau pulang."


"Iya Pak, sudah ditunggu teman di depan."


"Mana temannya suruh masuk aja Bu."


"Nggak usah Pak, Saya juga mau langsung balik soalnya sudah janjian sama dosen pembimbing jam 5."


"Ya udah hati - hati Bu."


"Oke makasih Pak."


Alya segera menyalakan mesin sepeda motornya dan meninggalkan area sekolahan diiringi dengan tatapan Angga yang melihat punggung Alya. semakin tak terlihat


"Temennya cewek apa cowok tadi."


Batin Angga.


😃😃😃😃

__ADS_1


Ada yang Parno, kepanasan kali ya... 🤭🤭🤭🤭🤭


__ADS_2