DIARY ALYA

DIARY ALYA
97


__ADS_3

"Jangan terlalu malam kalau tidur."


pesan itu masuk lagi ke ponsel Alya, dari siapa lagi kalau bukan Angga yang selalu memberinya perhatian.


"Kamu jahat Pak Angga."


Gumam Alya sendiri, dia merasakan Angga nggak peka terus perhatian - perhatian yang diberikan itu semua maksudnya apa.


Satu bulan sudah setelah mereka berdua jalan bareng, tapi hubungan Alya dan Angga belum ada status yang jelas.


"Nggak usah terlalu dipikirkan Al, tidur."


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam Ayah mengistirahatkan dirinya yang sudah mengantuk lagi karena jam 8 tadi sudah bangun tidur.


Sekarang malah jadi kebiasaan kalau habis maghrib Alya ngantuk, terus kalau bangun Dia memilih mengerjakan skripsinya daripada hanya bengong.


Pagi menjelang, Alya bangun dan hari ini harus kerja. Selesai sholat subuh sudah menjadi kebiasaan untuk membantu ibunya di dapur setelah itu sarapan bersama dan berangkat bekerja.


"Al mata kamu kenapa."


Ibunya melihat mata sebelah kanan milik Alya agak sipit.


"Agak sakit nih Buk."


"Kamu itu terlalu lama melihat layar laptop jadi mata kamu itu lelah, sudah di tetesi obat mata belum."


"Sudah Bu, sudah Alya kasih obat tetes mata tadi."


"Hati - hati kamu ya jangan dipaksakan menatap layar laptop terus kalau capek istirahat pulang cepat kalau nggak ada kegiatan biar bisa istirahat tidur."


Pesan ibunya.


"Iya Buk, Alya pamit Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mata sebelah kanan Alya memang terasa pegal mungkin ini efek terlalu capek karena kena radiasi dari layar laptopnya.


Alya melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang menembus lalu lintas di pagi hari itu yang lumayan padat.


Kini sepeda motor Alya telah terparkir sempurna, Dia segera menuju ruang guru akan mengambil bukunya segera mengerjakan sesuatu yang belum terselesaikan.


Alya masuk ke dalam ruang guru dengan mengucapkan salam dan dijawab oleh beberapa Bapak Ibu guru yang telah hadir termasuk Angga yang sudah ada di sana.


Alya bersalaman dengan Ibu guru sedangkan dengan Bapak - bapak ia tersenyum sambil menyatukan tangannya di depan dada.


Angga membalas senyuman Alya dan menganggukkan kepalanya sambil mengamati raut muka Alya yang terlihat agak lesu.


Alya memang merasakan kurang enak badan terasa capek banget badannya apalagi ditambah mata sebelah kanannya terasa sakit.


"Dia sakit, kelihatan pucat padahal semalam juga nggak bilang apa - apa."


Dalam hati Angga.

__ADS_1


"Saya duluan ya Bu."


Pamit Alya ke Bu Laras yang duduk di depannya.


"Kemana Bu."


"Biasa mau ngumpet he he he... "


Alya memang sering menghabiskan waktu seharian di dalam komputer jadi teman - temannya menyebutnya dia suka ngumpet di basecamp.


"Oke, hati - hati ya Bu kalau di sana sendirian."


Ledek Bu Laras dan Alya hanya tersenyum aja.


"Sudah berteman Bu sama Saya he he he..."


Alya membawa bukunya dan langsung menuju ke lab komputer.


Angga memperhatikan Alya dalam diamnya hingga Dia keluar dari ruang guru.


"Dia kelihatan pucat tapi masih semangat kerja."


Lagi - lagi Angga hanya bicara di dalam hati sambil memperhatikan Alya.


Alya masuk ke dalam dan kebetulan Joko tadi sudah menelponnya dia bisanya berangkat agak siang karena ada keperluan jadi Alya juga dimintai tolong untuk mengisi kelasnya Joko terlebih dahulu.


Alya semakin merasakan matanya terasa berat dan Dia takut akan semakin parah jika dia biarkan.


Istirahat ke dua Alya akhirnya ijin kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk bisa pulang cepat karena juga jamnya sudah habis.


"Joko, aku pulang duluan ya."


"Iya Al, hati - hati kamu ya."


"Oke."


Alya mengambil tasnya dan segera keluar dari ruangan namun saat akan keluar dari pintu terlihat Angga masuk ke dalam.


"Assalamualaikum."


Ucap Angga dan Alya sontak melihat ke arah pintu.


"Waalaikumsalam."


Jawab Alya sambil berjalan menuju ke pintu karena Dia ingin segera pulang.


"Mau kemana Bu."


Tanya Angga, memang tadi tujuannya Dia ke situ ingin melihat keadaan Alya karena sejak pagi tadi dia tidak melihatnya keluar Lab.


"Mau pulang Pak, maaf Pak saya duluan."


Alya tersenyum dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Angga yang terdiam.

__ADS_1


"Dia kenapa."


Batin Angga.


"Pak Angga."


Joko keluar dari dalam melihat Angga yang bengong melihat Alya.


"Pak Joko."


Angga memandang ke belakang.


"Kenapa Pak."


Angga tersenyum saja namun Joko tau bagaimana tatapan Angga ke Alya.


"He he ... Nggak papa Pak."


Angga nyengir aja.


"Kok mandang Bu Alya begitu."


Joko masih menelisiknya.


"Bu Alya kok pulang cepat kenapa Pak.."


Joko tersenyum melihat kekhawatiran di wajah Angga.


"Nggak enak badan katanya Pak, matanya sakit."


Kata Joko singkat.


"Sakit Pak."


"He he he... Iya. Kenapa Pak Angga khawatir begitu. Ayooo... Jangan - jangan.."


Goda Joko.


"Apa Pak Joko."


Angga masih nggak mau terbuka.


"Main ke rumah Pak, kapan - kapan."


Joko menepuk pundak Angga kemudian mereka berdua ke masjid bareng.


Alya sendiri setelah sampai rumah Dia diminta Ibunya untuk langsung salat Dhuhur dan kemudian makan siang supaya bisa segera beristirahat.


Alya merebahkan tubuhnya di kamar memejamkan matanya yang terasa pegal yaang sebelumnya telah ia obati.


"Bu Alya sakit."


Angga mengirimkan pesan sejak di sekolahan tadi namun belum ada jawaban dari Alya.

__ADS_1


😉😉😉


__ADS_2