DIARY ALYA

DIARY ALYA
187


__ADS_3

10 hari berlalu dan hari ini Angga pulang ke rumah, Alya sungguh bahagia hari yang dinantinya pun telah tiba.


Esok hari dia sudah bersiap untuk berangkat bekerja karena Angga pulangnya masih nanti siang dan Dia akan menjemputnya.


Wajah gembira nampak jelas di muka Alya, rasanya sudah tak sabar ingin bertemu dengan suaminya.


"Bu Alya bahagia sekali hari ini." Goda Bu Asih.


"Masa sih Bu Asih, perasaan tiap hari juga bahagia."


" Tapi beda lho 10 hari yang telah terlewati Bu Alya nampak sedikit murung." Bu Asih mempraktekannya dengan wajahnya yang memelas.


"He he he.. Bu Asih perhatian sekali sih sama saya."


"Hari ini Pak Angga pulang ya Bu."


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Jam berapa."


"Katanya habis Dhuhur nanti sudah sampai sini Bu."


"Gimana hasilnya Lulus.?"


"Belum tahu Bu, kan pengumumannya masih nanti."


"Semoga mendapatkan hasil yang terbaik."


"Aamiin, terima kasih doanya Bu Asih." Ucap Alya dan kemudian dia bersiap untuk mengajar dan meluncur ke lab.


Tak terasa adzan Dhuhur berkumandang, dan jam mengajar Alya pun telah habis. Dia mengirimkan pesan kepada suaminya untuk menanyakan sampai mana.


"Mas sampai mana."


Sambil menunggu balasan dari Angga, Alya pun menuju ke masjid untuk menunaikan kewajibannya terlebih dahulu.


Setelah sholat berjamaah dia membuka ponselnya kembali dan masih duduk di serambi masjid.


Senyum merekah bibirnya dan dia pun beranjak mengenakan sepatu.


"Mas sudah sampai Sayang, hati - hati kalau ke sini."


Begitu pesan alasan dari Angga dan Alya bersemangat untuk menjemput suaminya itu.

__ADS_1


"Kemana Bu, buru - buru."


Tanya Bu Eni yang juga baru mengenakan sepatu.


"Mau jemput Pak Angga Bu, Saya duluan ya Bu."


"Iya Bu, hati-hati."


"Iya Bu Eni, makasih."


Alya segera menuju ke Lab untuk mengambil tas dan mengenakan jaketnya terus bergegas menuju ke parkiran dan mengendarai sepeda motornya untuk menjemput Angga karena dia tidak mau suaminya menunggu terlalu lama.


Hanya sekitar butuh 10 menit dari sekolahan Alya setelah sampai di rumah teman suaminya itu dan melihat Angga yang sedang mengobrol dengan teman-temannya yang sama-sama menunggu jemputan.


"Istrinya Pak Angga itu datang."


Kata temannya dan Angga menoleh kearah Alya yang sedang memarkirkan sepeda motornya.


"Iya Pak, itu istri Saya."


Kata Angga sambil tersenyum memandang ke arah istrinya yang sudah ia rindukan.


Alya berjalan menuju ke arah suaminya.


"Mengajar di SMK yang sama ya Pak."


"Irit bensin dong he he he..." Canda temannya.


"Maklum cinlok Pak, he he he..." Tawa Angga.


"Sini Dik."


Angga memanggil Alya yang nampak ragu untuk mendekat kearah Angga yang masih ngobrol dengan temannya dan Alya pun mendekat.


"Assalamualaikum."


Ucap Alya sampai meraih tangan Angga dan mencium punggung tangan suaminya.


"Waalaikumsalam." Jawab Angga dan teman - temannya.


Alya pun tersenyum dengan teman-teman suaminya itu.


"Pak Angga duluan aja nggak papa, sudah di jemput." Kata teman Angga.

__ADS_1


"Baiklah, kasihan juga istri saya capek habis bekerja juga."


"Hati - hati Pak Angga."


"Kami permisi."


Setelah berpamitan Angga dan Alya meninggalkan mereka semua menuju ke rumah.


Angga melingkarkan tangan istrinya di perutnya.


"Mas kangen Sayang."


Kata Angga sambil mengusap tangan Alya.


"Alya juga kangen Mas."


Alya memeluk tubuh Angga selama perjalanan sampai ke rumah.


Sesampainya di rumah ternyata adik dan kedua orang tua dari Angga di rumah yang membuat rumah suasananya menjadi ramai.


Mereka mengucapkan salam kemudian masuk ke dalam rumah. Angga membawa beberapa buah tangan dan Alya pun menyuguhkan kepada mereka semua.


Alya membawa koper Angga masuk ke dalam kamar karena ia ingin membereskan barang bawaan suaminya memilah mana yang kotor dan mana yang bersih.


Angga pun mengikuti Alya masuk ke dalam kamar, dan memeluk tubuh Alya dari belakang.


"Mas, ganti baju dulu kan dari perjalanan bawa kuman."


Angga pun tidak bergeming dia masih memeluk tubuh Alya dan menyandarkan kepalanya di bahu Alya.


"Mas kangen."


Alya tersenyum sambil tangannya mengusap rambut Angga.


Tubuh Alya di balik sama Angga yang membuat mereka saling berhadapan. Angga menangkup wajah Alya dan perlahan menyambar bibir istrinya itu dengan lembut dan semakin lama semakin terasa kasar dan mendominasi pergerakannya untuk mengungkapkan rasa kangennya kepada isterinya itu.


Alya menepuk lengan Angga karena Dia sudah merasakan sesak akibat perbuatan suaminya.


Angga malah tersenyum senang melihat istrinya yang masih mengatur nafas dan membawanya ke dalam pelukannya.


"I Love You Sayang."


"Love You Too Mas."

__ADS_1


Alya senang merasakan pelukan hangat dari suaminya yang sudah sangat Ia rindukan selama 10 hari.


☺☺☺☺☺☺


__ADS_2