
Hari - hari Alya disibukkan dengan belajar dan belajar, Dia sudah tak memikirkan lagi tentang asmaranya.
Dia ingin sekali mencapai cita-citanya ingin menjadi seorang guru makanya dia berusaha dengan belajar sebaik mungkin agar bisa masuk ke Universitas yang bagus.
Di sela - sela waktu istirahat dia sering berkumpul dengan Ana juga Silvi dan kini mereka punya satu sahabat lagi Sifa dia pandai banget kalau soal menggambar dan melukis apalagi bernyanyi sambil main gitar.
Entah bagaimana kabarnya Rafi sekarang dia juga sudah tidak mau lagi memikirkannya. Baginya itu semua sudah selesai dan Alya hanya ingin fokus dengan pendidikannya saja.
Karena kata Ibunya belum saatnya baginya untuk memikirkan pacaran, itu berarti belum ada sinyal dari kedua orang tuanya jika dia memiliki hubungan dengan lawan jenis.
Alya juga tidak mempermasalahkan itu nggak apa-apa belum punya pasangan atau istilahnya jomblo tapi berkualitas.
__ADS_1
Memang teman-teman seusianya banyak yang sudah punya pacar, berangkat dan pulang sekolah sering diantar jemput bahkan weekend juga jalan-jalan bareng, kalau ditanya pengen Alya juga ingin tapi itu bukan prioritas baginya sekarang yang lebih penting adalah menyelesaikan pendidikannya di tingkat Sekolah Menengah Atas dan membanggakan kedua orang tuanya.
Bukan hal mudah juga Alya dulu bisa bersekolah di sana karena sekolah tersebut tergolong favorit dan biayanya juga lebih mahal dibanding dengan sekolah lainnya, dia tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya yang sudah mempercayainya dan berjuang demi mendapatkan biaya pendidikannya.
Alya memang telah membuktikan kepada kedua orangtuanya Jika dia berprestasi, bahkan kemarin memenangkan lomba tingkat kabupaten saja dia sudah mendapatkan beasiswa dan bisa meringankan beban pendidikannya.
Kedua orang tua Alya tidak pernah meminta lebih yang penting anaknya penurut dan tidak membantah kedua orang tuanya atau bahkan mengecewakannya.
Ketiga sahabat Alya juga sangat dekat dengan kedua orang tuanya begitu pula dengan Alya yang juga sudah sangat dengan orang tua ketiga sahabatnya.
Mereka kalau ada hari libur sering bergantian berkunjung ke rumah masing-masing secara bergiliran.
__ADS_1
Mereka berjanji akan selalu bersama dan sampai kapanpun masih akan tetap menjalin komunikasi walaupun nantinya mereka juga akan terpisah karena nantinya mereka akan memiliki kehidupan masing-masing.
Satu semester sudah dia lewati tanpa terasa, dan dia berhasil mendapat peringkat satu di kelasnya sungguh kebahagiaan yang luar biasa bagi dirinya.
Mulai semester dua ini mereka sudah disibukkan dengan jam tambahan dan harus rela berangkat pagi hari dan pulang sore hari, bahkan tak sedikit dari teman-teman kalian yang masih mengambil les privat maupun les ke bimbingan belajar yang terkenal.
Namun bagi Alya kasihan dengan kedua orang tuanya jika harus menambah biaya lagi untuk dirinya les lagi di bimbel atau di tempat bapak ibu guru yang membuka les, akhirnya dia pun juga tidak mengikuti kegiatan les apapun hanya belajar sendiri di rumah dari buku-buku materi yang ada dan sering latihan soal saja untuk mengasah kemampuannya.
Silvi ikut les tambahan Matematika di tempat guru yang mengajar di sekolahnya, sedangkan Ana mengambil les fisika dan biologi kalau Sifa dia mengambil les Kimia.
Alya tidak minder sama sekali dia percaya dengan kemampuannya jika dia bisa...
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA 😊😊😊😊😊