DIARY ALYA

DIARY ALYA
194


__ADS_3

Perjuangan Alya dan Angga masih berlanjut untuk mendapatkan momongan. Mereka bersiap ke rumah sakit yang di saran oleh Dokter dari rumah sakit sebelumnya.


Sesampainya di sana mereka membuat reservasi dan tinggal menunggu dokter untuk melakukan pemeriksaan.


Hampir sekitar 1 jam mereka menunggu akhirnya dokter itu pun datang, rasa letih dan capek selama menunggu terbayar sudah dengan melihat kedatangan dokter itu.


Satu per satu pasien yang sudah menunggu mulai dipanggil untuk melakukan konsultasi dengan dokter ke dalam ruangan.


Lama pemeriksaan tergantung keluhan mereka, namun karena ruang menunggunya yang terasa nyaman membuat setiap pasien sabar menantinya.


Setelah tiga pasien berlalu akhirnya giliran Alya dan Angga untuk masuk ke dalam ruangan bertemu dengan dokter.


Mereka disambut dengan senyuman ramah dari dokter dan juga seorang suster yang bertindak sebagai asisten di dalam ruangan.


Alya menceritakan semuanya kepada dokter dan memperlihatkan hasil pemeriksaan dari rumah sakit sebelumnya.


"Baik Bapak dan Ibu untuk saat ini kita akan melakukan pemeriksaan ulang kepada ibu Alya untuk melihat perkembangannya namun jika masih tetap sama dengan hasil pemeriksaan dari rumah sakit yang lama kita akan melakukan terapi dengan obat dan selain itu juga akan melakukan kita akan pemeriksaan terhadap Bapak melalui uji ******." Penjelasan dari dokter Dandi anggukan kepala oleh Alya dan juga Angga.


"Baik Dok, kami akan mengikuti setiap prosedur dari dokter." Ucap Angga.


"Sus, tolong Ibu Alya untuk dibantu." Pinta Dokter kepada suster asistennya.


Alya mengikuti arahan dari suster untuk mempersiapkan pemeriksaan.

__ADS_1


Setelah siap Dokter mulai melaksanakan USG transvaginal dan dengan memanggil serta Angga untuk ikut menyaksikan pemeriksaan mendengarkan penjelasan dari dokter.


Angga nampak menganggukkan kepalanya sambil mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh dokter tentang kondisi Alya.


"Jadi hasilnya tidak jauh beda dari pemeriksaan Rumah Sakit sebelumnya memang bisa dikatakan Ibu Alya ini ada ada PCOS."


"Kami akan memberikannya terapi obat yang harus dikonsumsi secara rutin oleh ibu Alya. Serta di sini Ibu Alya harus menurunkan berat badan ya, mungkin bisa dengan olahraga yang ringan seperti jalan kaki atau lari ditempat jangan dipaksakan dengan olahraga yang terlalu berat karena akan membuat kondisi Ibu Alya semakin capek."


"Baik Dok." Ucap Alya.


"Terus jaga pola makannya jangan suka makan yang terlalu banyak bahan pengawetnya lebih baik banyakin konsumsi sayur dan buahnya."


"Iya Dok." Jawab Alya lagi.


"Untuk minggu depan akan kami jadwalkan untuk pemeriksaan Bapak Angga."


"Baik Dok."


"Kalau begitu ini ada resep yang harus Bapak sama Ibu tebus di apotek."


"Baik Dok, Makasih banyak Dok kami permisi."


"Silahkan."

__ADS_1


Angga dan Alya meninggalkan ruang pemeriksaan dan mereka langsung menuju ke Apotek untuk menebus obat yang telah diresepkan oleh dokter.


Mereka harus mengantri dengan pasien yang lainnya, dan sepertinya cukup lama untuk mengantri nya.


Setelah menunggu hampir setengah jam baru mereka bisa mendapatkan obatnya.


"Mas mahal ya bayarnya."


Kata Alya saat melihat kuitansi yang diberikan oleh apoteker.


"Sudah Sayang, jangan terlalu dipikirkan Kita pulang yuk kamu pasti sudah capek."


Angga menggandeng tangan Alya menuju ke parkiran dimana sepeda motor mereka berada.


"Sayang Mas lapar, kita makan dulu ya."


Alya hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya di dalam otaknya masih kepikiran dengan biaya rumah sakit yang baru saja Angga gelontorkan.


"Sayang banget ya uang segitu, Ya Allah segera berikan kami momongan." Doa dalam hati Alya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Readers... Maaf ya, mendekati lebaran ini sepertinya slow respon dulu ya ☺☺☺☺

__ADS_1


Mohon maaf lahir batin 🙏🙏🙏


__ADS_2