DIARY ALYA

DIARY ALYA
115


__ADS_3

Dini hari kembali rombongan telah sampai di pelabuhan Gilimanuk untuk menyebrang ke pulau jawa.


Semua turun dari bis dan berjalan masuk ke dalam kapal ferry yang siap mengantar mereka ke pelabuhan Ketapang.


Angga berdiri di atas kabin menikmati perjalanan, pikirannya menerawang ke depan, pandangannya menatap kegelapan yang terhampar di depannya.


"Gagal rencana Ku, ini sudah kembali ke pulau jawa. Momen romantis yang ku rencanakan tak berhasil semuanya."


Angga mengusap kasar wajahnya dan menghembuskan nafasnya.


"Harus segera setelah pulang dari sini."


Dalam hati Angga.


Sedangkan Alya sedang asyik bersama siswi - siswinya dengan berfoto, kapan lagi mau seperti itu kesempatan terakhir.


"Bu Alya habis ini kita langsung pulang."


Tanya seorang siswinya.


"Nggak, kita masih ada kunjungan kerja industri di dua tempat nanti di Surabaya."


"Kita sampai kapan Bu."


"Mungkin besok paginya lagi, Insya Allah sudah mendarat dengan selamat di sekolahan."


"Cepat banget ya Bu."


"Lama ini, Bu Alya aja udah merasa capek banget."


"Bu Alya capek ada yang nemenin, lha kita."


Alya mengerutkan dahinya.


"Siapa yang nemenin."


"Itu Bu, belakang Bu Alya."


Alya memutar tubuhnya dan melihat Angga sudah berdiri di belakangnya dengan tersenyum.


"Kalian kan juga di temenin Pak Angga." Sangkal Alya.


"Kalau sama kita Pak Angga galak, kalau sama Bu Alya beda."


Kata seorang siswanya Angga pun hanya tersenyum.


"Beda gimana."


Ucap Alya.


"Beda Bu, Pak Angga itu kalah menatap Bu Alya beda, pakai perasaan."


Alya melirik ke arah Angga dan mendapatkan senyumannya.


"Itu Pak Angga kalau ada Bu Alya senyum aja, beda kalau sama kita mukanya serem."


"Tapi kalian ngefans kan."


Alya sengaja biar Angga ke GR-an.

__ADS_1


"Soalnya ganteng sih Bu."


"Kalau nggak ganteng kalian nggak ngefans."


"Nggak lah Bu, udah galak nggak ganteng lagi tapi Pak Angga galak tapi ganteng."


Katanya siswanya centil.


"Sudah - sudah bubar sana bubar."


Angga mengusir beberapa siswinya itu.


"Pak Angga apaan sih, kan Kita duluan yang di sini."


Protes Mereka.


"Udah pergi aja, Pak Angga mau berduaan sama Bu Alya."


Kata seorang siswinya yang mengajak teman-temannya untuk pindah dari sana.


"Awas kalau Pak Angga macam-macam sama Bu Alya, kita akan video dan kita buat viral."


Ancam mereka yang kemudian membubarkan diri dan pindah tempat.


" Sekarang Bu Alya jadi guru idola ya di sini."


Ucap Angga saat mereka sudah berdua saja.


Alya tersenyum dan menyandarkan tangannya di pinggiran kapal.


"Mereka sudah saya anggap seperti adik sendiri Pak, seru kalau sedang bersama mereka. Rasanya seperti punya adik perempuan."


"Adiknya cowok semua ya Bu."


"Iya Pak, dua cowok semua suka jahil lagi. Kayaknya seru aja punya adik perempuan."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Gimana skripsinya."


"Ini proses pengerjaan untuk bab 3 kemudian mau lanjut juga ke bab 4 membuat program."


" Memang harus ada program yang harus di buat."


"Iya Pak, jadi ada produk yang dihasilkan."


"Agak susah ya."


"Lumayan."


"Semangat Bu, pasti segera selesai dan segera mengenakan toga tahun ini."


"Aamiin."


Mereka menikmati perjalanan hingga tak terasa kapal pun telah menepi ke dermaga dan semuanya turun untuk segera melanjutkan perjalanan menggunakan bus.


Hari kembali pagi, rombongan berhenti di sebuah restoran untuk sarapan juga bagi para siswa siswi untuk mempersiapkan diri melakukan kunjungan kerja industri kedua perusahaan.


Bapak Ibu guru setelah sarapan melaksanakan briefing terlebih dahulu karena waktu kunjungan yang diberikan oleh perusahaan hampir bersamaan dan tidak mungkin semuanya bisa dikunjungi, maka disiasati dikelompokkan sesuai dengan jurusannya.

__ADS_1


Rombongan pertama menuju ke perusahaan yang bergerak di bidang properti sedangkan yang satu menuju ke perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi.


"Jadi ini Bis 3 dan 6 harus di bagi ya. Untuk pendampingnya bisa disesuaikan dengan bapak ibu guru masing-masing sesuai jurusannya."


Begitu pengarahan dari ketua panitia pelaksana.


Alya jantungnya kembali berdebar karena bis dia dan Angga akan dibagi, yang ada dipikirannya jangan-jangan nanti dia malah satu bis dengan Angga.


"Berati ini untuk bis 3 yang jurusan telekomunikasi pindah ke bis 6 sedangkan siswa yang jurusannya property bisa pindah ke bis 3 begitu pula dengan bapak ibu gurunya bisa mengikuti."


Alya langsung melongo, yang ditakutkan terjadi juga dia satu bis dengan Angga.


Mau menolak pun tidak bisa itu sudah tanggung jawab Alya.


Mereka semua akhirnya naik ke atas bis dan Alya membawa Siswinya yang jurusan telekomunikasi untuk pindah ke bis 6.


"Ciyee..."


Begitu sorak-sorai dari siswa-siswinya begitu melihat Alya naik ke atas Bis dan Angga sudah ada di dalam bis.


"Al, duduk situ."


Kata Joko menunjuk jok di belakang sopir yang kosong.


Tanpa Alya tahu itu tadi tempat yang diduduki oleh Joko dan Angga.


"Oke."


Alya tenang-tenang saja karena tidak tahu apa rencana Joko.


"Wah tambah deket ini."


Teriak anak - anak.


"Tenang semua perjalanan akan di mulai."


Ucap Angga membuatnya diam kembali.


"Pak Angga duduk sana aja."


Pinta Joko menunjuk ke sebelah Alya kare Dia sudah duduk di sebelah sopir.


Alya memandang Angga begitu sebaliknya, jantung Alya semakin bergetar bukan pertama mereka berduaan tapi karena ini di siswanya posisi mereka juga dekat sekali tak ada jarak.


"Maaf ya Bu."


Kata Angga dan Alya tersenyum.


"Ciyeee.... Di pegangin Pak kalau ngerem."


Suara anak - anak membuat Alya tersudut.


"Wah yang baru jadian cocok."


Ledek Joko.


Alya melongo.


"Jadian apaan, jadi pikir mereka kita jadian."

__ADS_1


Dalam hati Alya.


🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2