DIARY ALYA

DIARY ALYA
113


__ADS_3

Suasana pagi yang cerah membuat mereka bersemangat mengawali hari.


Hari ini semua rombongan akan check-out dari penginapan karena nanti malam mereka sudah harus menyebrang kembali ke pulau Jawa.


Setiap orang sudah mengepak keperluan mereka masing-masing, entah apa yang membuat barang bawaan mereka semakin banyak daripada pas mereka datang.


Sarapan pagi telah tersedia hari ini istimewa menu yang disediakan oleh pihak penginapan.


Siswa-siswi sudah antusias sekali mengantri untuk mengambil jatah sarapan mereka di pagi itu.


Mereka menikmati pagi hari terakhir di Pulau Bali dengan menyantap sarapan bersama.


Angga menyapa Alya yang sedang mengambil lauk.


"Makan yang banyak biar kuat."


Kata Angga dengan tersenyum ke arah Alya.


Alya pun menoleh kearah Angga yang sedang mengambil nasi di belakangnya.


"Kuat menghadapi kenyataan Pak, he he he..."


Canda Alya.


"Kuat naik kapal nanti malam Bu."


"Nggak usah mengejek Pak."


Alya berlaga marah.


"Bercanda Bu, maaf ya."


Alya tersenyum pergi berlalu begitu saja meninggalkan Angga.


"Tunggu nanti di bedugul Bu, kau akan menjadi milikku."


Dalam hati Angga sambil tersenyum memandangi Alya yang pergi.


Mereka semua asyik menikmati makanan yang ada di piring di hadapan mereka.


"Selamat pagi semuanya."


Pihak Biro akan memberikan hiburan di pagi hari itu sebagai tanda terima kasihnya telah menggunakan jasa mereka.


"Pagi.."


semua siswa siswi antusias.


"Ada yang mau hadiah."


"Mau..."


kompak semuanya.


Ada beberapa pertanyaan yang diberikan oleh pihak biro dan mereka sudah menyiapkan doorprize.


Anak - anak terlihat sangat antusias apalagi tersedia berbagai macam hadiah untuk mereka.


Hadiah habis dibagikan saatnya anak-anak dipersilakan untuk tampil didepan menghibur mereka semua.


Ternyata kreativitas mereka ada aja bisa bermain gitar dan bernyanyi bersama, ada yang Stand Up Comedy hingga membuat mereka semua tertawa.


"Dari bapak ibu guru silakan menampilkan sesuatu."


"Ayo Bu, Bu Alya nyanyi."


Teriak Bu Asih, Alya yang masih menikmati minumannya kaget hingga tersedak.


"Ayo Bu."


Bu Susi berdiri dan menghampiri Alya yang duduk bersama dengan Bu Laras untuk maju ke depan.


"Saya nggak bisa Bu."


Alya sudah menolaknya namun Bu Susi masih menggandeng tangannya dan membawanya ke depan.


Angga memperhatikan Alya yang dipaksa oleh Bu Susi untuk tampil ke depan.


"Pinjam gitarnya Mas."


Bu Susi meminta gitar dari seorang siswa.


Alya akhirnya mau nggak mau duduk di depan mengatur gitar dan juga mikrofonnya.


"Mohon maaf sebelumnya jika nanti terdengar jelek."


Alya mencoba mencairkan suasana.


"Mau lagu apa."


"Pergilah kasih."


Teriak siswi - siswi.

__ADS_1


"Oke, semua bernyanyi."


Alya mulai memetik gitarnya.


jreng...jreng..jreng..


Tak pernah ku sangka ini terjadi


Kisah cinta yang suci ini


Kau tinggalkan begitu saja


Sekian lamanya kita berdua


Suara merdu Alya mendapat tepuk tangan dari semaunya, tak terkecuali Angga yang tersenyum memandangnya.


Tak kusangka begitu cepat berlalu


Tuk mencari kesombongan diri


Kau tinggalkan daku


Mereka ikut bernyanyi bersama.


Alya menghentikan gitarnya.


"Mana suaranya."


Pergilah kasih kejarlah keinginanmu


(Selingkuhan Mu)


Siswi perempuan malah mengganti liriknya.


"Jangan curhat."


Sindir Alya dan mereka bertepuk tangan.


Selagi masih ada waktu


Suara Alya kembali bergema dan diikuti semua yang larut dalam kegembiraan.


Jangan hiraukan diriku


Aku rela berpisah demi untuk dirimu


Semoga tercapai segala keinginan mu.


Tak kusangka begitu cepat berlalu


Tuk mencari kesombongan diri


Kau tinggalkan daku


Pergilah


Alya berhenti bernyanyi dan mereka yang meneruskan.


kasih kejarlah keinginanmu


(Selingkuhan Mu)


Selagi masih ada waktu


Jangan hiraukan diriku


Aku rela berpisah demi untuk dirimu


Semoga tercapai segala keinginan mu


Tepuk tangan ramai menggema.


Hu-uu-uu


"Ini lirik terakhir kita harus nyanyi bersama, ready."


teriak Alya.


"Ready..."


jreng.. jreng.. jreng..


Pergilah


Suara Alya mengawali.


kasih kejarlah keinginanmu


Selagi masih ada waktu


Jangan hiraukan diriku


Aku rela berpisah demi untuk dirimu

__ADS_1


Semoga tercapai segala keinginanmu


Mereka yang bernyanyi dan Alya hanya memainkan gitarnya saja.


Kejarlah keinginanmu


Selagi masih ada waktu


Jangan hiraukan diriku


Aku rela berpisah demi untuk dirimu


Semoga tercapai segala keinginanmu


Alya mengakhiri lagunya dan mengucapkan terima kasih.


"Lagi Bu, lagi.."


Teriak siswa - siswinya.


"Kalian main sendiri ya, terima kasih."


Alia mengembalikan kita di itu kepada pemiliknya dan kembali ke tempat duduk asalnya.


"Suara bagus dan main gitarnya juga keren."


Pesan masuk kedalam ponsel Alya dari siapa lagi kalau bukan Angga.


"Makasih."


Balas Alya.


Akhirnya semua diminta untuk bersiap karena jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan mereka akan segera menuju ke Tanah Lot.


Perjalanan di pagi hari masih lengang sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk sampai ke tempat wisata.


Di sana mereka berfoto ria, mengabadikan setiap momen yang terjadi di sana.


Alya juga ikut berfoto bersama dengan bapak ibu guru yang ada di sana.


Tak lama setelah mereka sudah merasa puas kemudian beralih ke destinasi wisata selanjutnya yaitu ke Bedugul.


Hawa dingin mulai menyentuh kulit mereka setelah memasuki wilayah Bedugul.


Mereka secara bergantian turun dari bis mereka penasaran dengan danau yang ada di atas itu.


"Pelan - pelan jalannya."


Angga yang berjalan di belakang Alya mengingatkannya yang hampir terpeleset karena licin.


Alya tersenyum aja ke arah Angga.


"Pak Angga gimana sih, kesempatan dong Pa kalau bukan yang kepleset."


Ledek Pak Abdi.


"Pak Abdi ini ada aja, sakit dong Pak kalau jatuh terpeleset."


"Ha ha.. di gendong Pak."


Alya udah kan mereka berdua bercanda langsung berjalan duluan meninggalkan mereka.


Sampai di sana saat makan siang dan menu sudah tersedia tertata rapi di atas meja.


Alya langsung ikut mengantri dengan ibu - ibu guru, setelah itu dia mencari tempat duduk yang enak untuk makan.


Pemandangan di depan matanya sangat menyejukkan hamparan danau yang luas serta udara yang dingin menambah kesejukan dan kedamaian di dalam hati.


"Pas ini Dia sendirian."


Batin Angga di dalam hati saat melihat Alya masih duduk sendirian menatap ke arah danau.


Angga bergegas mengambil makan dan ingin duduk bersama dengan Alya.


Angga membawa piringnya dan berjalan menuju ke arah Alya, namun Alya tak melihatnya karena posisinya berada di belakang Alya.


"Bu, saya duduk sini ya."


Bu Eni membawa piring dan kemudian duduk di depan Alya.


"Silahkan Bu."


Angga langsung berhenti tidak bergerak maju lagi begitu melihat Bu Eni duduk di depan Alya.


"Gagal lagi, gagal lagi."


Umpat Angga di dalam hatinya kemudian dia pun berjalan melewati Arya sambil memandangnya.


Alya pun membalas senyuman Angga namun Angga langsung bergabung dengan bapak - bapak guru yang lain.


🤣🤣🤣🤣🤣..


Gatot

__ADS_1


Alias Gagal Total..


__ADS_2