DIARY ALYA

DIARY ALYA
119


__ADS_3

Malam semakin menampakan dirinya, Alya sudah saling berbalas pesan dengan Angga menanyakan apa sudah sampai rumah, ternyata tadi Angga juga mampir ke rumah Joko walaupun hanya sebentar sebelum pulang ke rumah.


Alya kembali melihat sebuah tas yang berwarna tosca yang diberikan oleh Angga tadi.


"Cie.. Di lihatin terus."


Ledek Vera.


"He he he... kok Dia tahu ya warna kesukaan ku tosca. Cakep ya Ver."


"Iya cakep tambah cantik kamu pakai tas itu."


"Ah... Seneng banget."


Alya memeluk tas itu dan berguling di atas kasur.


"Boleh meluk tasnya tapi jangan bayangin sambil meluk orangnya."


"Ha ha ha... Bisa aja kamu Ver."


" Terus artinya apa Al, kalau dia kasih hadiah kamu kayak gitu."


"Ya sepertinya dia juga mulai serius, atas ini kan beli di Jogger mungkin waktu itu mau belikan aku sesuatu tapi keburu ketahuan sama guru-guru yang lain."


"Semoga segera berstatus ya Al."


Alya tersenyum saja sambil memeluk tas itu.


"Udah tidur."


Vera memiringkan tubuhnya membelakangi Alya yang masih senyam-senyum sendiri memandangi tas itu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Angga sendiri juga sudah sampai rumah setelah melaksanakan kewajibannya dia memilih beristirahat di kamarnya.


Angga tersenyum sendiri mengingat yang barusan terjadi, Dia datang ke rumah alya dan disambut baik oleh kedua orang tuanya.


"Keluarga baik, terlihat harmonis. Sepertinya kedua orang tuanya mendidik sangat baik terhadap anak-anaknya."


Angga berbicara sendiri sambil merebahkan diri dan menggunakan tangannya sebagai bantal.


"Aku harus segera menyatakan perasaan Ku."


"Aku nggak mau Alya jatuh ke pelukan laki-laki lain. Aku sekarang benar-benar sudah jatuh cinta padanya."


"Nanti malam minggu aku ajak keluar dan kali ini harus berhasil menyatakan perasaan ku."


Angga merasakan kantuk yang luar biasa dan tak rasa Dia pun terlelap sendiri.


Pagi telah datang kembali, Angga sudah bersiap untuk berangkat kerja.


"Pak, Buk. Angga berangkat."


Angga meraih tangan kedua orang tuanya secara bergantian dan mencium punggung tangannya.

__ADS_1


"Hati - hati Ga."


"Iya Buk, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Angga melajukan sepeda motornya menuju ke sekolahan dimana dia mengajar. Hari ini rasanya beda setelah semalam bisa main ke rumah Alya.


Alya sendiri hari ini juga berangkat bekerja sedangkan Vera masih berada di rumahnya karena siang nanti baru ke tempat temannya yang menikah itu.


Sesampainya di sekolahan Alya memarkirkan sepeda motornya di parkiran khusus guru.


"Pak Angga udah datang, pagi banget."


Gumamnya sendiri saat melihat motor Angga sudah terparkir di sana.


Alya melepas helmnya dan merapikan jilbabnya.


"Udah cantik."


Tiba - tiba terdengar suara seseorang dari belakang yang membuat Alya menoleh.


Alya tersenyum dan begitu pula sebaliknya Angga pun tersenyum kepadanya.


"Katanya mau ke acara pernikahan temannya."


"Nanti siang, masa jam segini udah kondangan belum matang prasmanan nya he he he..."


Canda Alya membuat Angga terkekeh.


"Rumah temannya mana."


Angga nampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Mbak Vera udah pulang."


"Belum masih di rumah itu, pulang nanti siang setelah kondangan."


"Hati - hati kalau pergi."


"Iya, saya masuk kelas dulu ya pak."


"Ya."


Angga memperhatikan Alya yang berjalan menjauh darinya sambil tersenyum.


Bel tanda masuk telah berbunyi semua siswa sudah masuk ke dalam kelas begitu pula dengan bapak ibu gurunya karena pelajaran akan segera dimulai.


Alya hari ini hanya mengajar sampai jam istirahat dan setelah istirahat dia akan izin pulang.


Tak terasa 3 jam berlalu dan Alya sudah keluar dari kelas kemudian dia pun menemui bapak wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk meminta izin pulang karena memang sudah tidak ada jam mengajar.


setelah mendapatkan izin Alya segera mengambil tasnya dan menuju ke parkiran untuk pulang.


Angga masih berada di parkiran karena seperti biasa dia akan mengecek siswanya setelah istirahat jika masih ada yang nongkrong untuk segera masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Angga melihat Alya sudah mengenakan jaketnya dan juga membawa tas.


Alya tersenyum melihat Angga yang duduk di atas sepeda motor.


"Mau pulang sekarang."


"Iya, sudah nggak ada jam juga jadi nanti nggak keburu - buru."


"Hati - hati, apa mau di anterin."


Alya malah terkekeh.


"Emang mau nganterin Pak."


"Kalau mau saya anterin, saya izin dulu."


"Nggak usah Pak malah merepotkan."


"Beneran Bu saya anterin."


"Makasih Pak, tapi gak usah saya bisa sendiri lagian nanti Vera sama siapa."


"Dia suruh bawa pasangannya juga."


Alya malah terkekeh sendiri sambil mengenakan helm.


"Sudah lah Pak, saya pulang duluan. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, hati-hati loh. Kabari kalau sudah sampai."


Kata Angga dan Alya hanya tersenyum saja.


"Bikin galau."


Dalam hati Alya sambil mengendarai sepeda motornya meninggalkan Angga yang menatap dirinya.


"Bikin kangen senyumannya."


Dalam hati Angga sambil masih menatap tubuh Alya yang semakin lama menjauh.


Sesampainya di rumah Alya langsung berganti baju dan segera berangkat ke acara pernikahan temannya bersama Vera.


"Al, besok kamu kerja nggak."


Tanya ibunya sebelum dia berangkat.


"Berangkat Bu, tapi kan sabtu nanti pulangnya cepat. Kenapa Bu."


"Ibu mau ke rumah Bude kan mau besan Mas Eki, Ibu berencana sama Bapak itu mau berangkat besok kamu di rumah jagain Insan sama Dani ya."


"Iya Buk, nanti Alya ke sana minggunya aja ya Bu sama Dani dan Ikhsan."


"Iya nggak papa. Ibu mau ke pasar juga ini. Kamu hati - hati."


"Iya Buk."

__ADS_1


Ibunya pergi bersama Bapaknya ke pasar sedangkan Alya berangkat ke kondangan temannya bersama Vera.


☺☺☺☺


__ADS_2