
Semenjak pesan dari Mang Ahsan terakhir kali yang menyebutkan pacarnya, Alya sudah tak menganggap Dia ada.
"Malas urusin Dia."
Alya menghapus kontak Mang Ahsan tapi dia sebenarnya hafal dengan nomornya saking seringnya berbalas pesan.
Dalam hati Alya merasa di bohongi dengan laki - laki yang bermulut manis tapi nyatanya sama saja tak ada bedanya dengan laki-laki yang lain.
Alya memasukkan ponselnya dan bersiap berangkat ke tempat magangnya karena hari ini memang jadwalnya.
"Buk, Alya berangkat."
Alya meraih tangan ibunya yang mencium punggung tangannya.
"Iya Al, hati-hati jangan ngebut jam segini ramai lalu lintasnya."
"Iya Buk, Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Dia mengancingkan helm nya sampai berbunyi klik kemudian melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang karena memang lalu lintas akan terasa padat karena berbarengan dengan jam kantor.
Hampir 45 menit perjalanan Arya pun memakaikan sepeda motornya di parkiran perusahaan khusus karyawan.
Ada beberapa karyawan yang sudah mengenalnya, ya khusus divisinya aja.
"Al."
Panggil karyawan di sana yang bernama Hanzela.
Alya menoleh ke arah sumber suara.
"Mbak Han."
"Yuk masuk."
Mbak Hanzela meraih lengan Alya dan mengajaknya masuk.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan mereka bersiap untuk bekerja hari itu karena banyak sekali yang harus segera di selesaikan.
Perusahaan tempat dimana Alya magang bergerak di bidang manufaktur penjualan produk kesehatan.
Alya mendapatkan tugas di bagian administrasi untuk barang keluar dan masuk, jadi pekerjaannya memang sangat membutuhkan ketelitian.
Sudah hampir satu bulan ini Alya magang dia sudah cukup handal untuk melakukan setiap pekerjaan yang ditugaskan kepada, hingga beberapa karyawan yang ada di dalam satu tim Alya merasa sangat terbantu dengan adanya dia.
Alya anaknya cekatan dan cepat beradaptasi jadi setelah mendapatkan pengarahan dari seniornya dia akan mampu mengerjakannya sendiri walaupun kadang juga masih bertanya namun itu masih dalam tahap wajar karena Alya takut melakukan kesalahan jika tidak bertanya. Dirinya di sana sangat menyadari posisinya hanya sebagai Mahasiswa magang yang sangat membutuhkan perusahaan sebagai bahan untuk skripsinya.
Tak terasa hari sudah sore Alya sudah bersiap untuk pulang ke rumah namun dia selalu menyempatkan untuk salat Ashar terlebih dahulu daripada nanti buru-buru sampai rumah.
Selesai sholat Alya akan langsung pulang ke rumah tetapi kadang juga mampir ke kampus jika ada keperluan.
Alya berencana akan segera mengajukan judul proposal setelah magang ini sehingga tidak akan memakan waktu lama dan bisa segera berlanjut menyusun skripsi.
Rasanya Alya sudah ingin segera untuk wisuda dalam waktu satu tahun terakhir ini, sehingga tidak akan lagi membebankan kedua orang tuanya dan Dia bisa mandiri dan bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sesampainya di rumah Alya akan beristirahat sebentar baru setelah merasa keringatnya hilang dia akan segera untuk mandi karena adzan maghrib juga akan segera berkumandang.
Saat malam menjelang Alya memilih untuk beristirahat di dalam kamar sambil mendengarkan musik dan juga dia manfaatkan untuk belajar baik itu tentang pekerjaannya sebagai seorang pendidik maupun di tempat magangnya yang masih dia belum pahami.
Esok harinya lagi jadwal Alya untuk ke sekolahan karena tiga hari ke perusahaan untuk magang dan tiga hari ke sekolahan untuk mengajar.
Alya merasakan sangat senang jika akan berangkat bekerja karena baginya bertemu dengan anak-anak didiknya merupakan suatu hiburan sekaligus menghilangkan rasa capek pada dirinya yang harus penuh dengan aktivitas.
Tunik batik telah ia kenakan dengan dipadukan rok bawahan hitam panjang bermodel span dan mengenakan jilbab yang senada dengan bajunya namun polos.
Alya duduk di depan sambil mengenakan kaos kaki dan juga sepatunya sambil menunggu motornya yang sudah dinyalakan mesinnya agar panas.
"Buk, Alya berangkat."
Alya mencari ibunya ke dalam rumah untuk berpamitan.
"Iya, hati - hati."
Bapaknya yang menjawab.
__ADS_1
"Iya Pak. Ibu kemana Pak."
"Baru ke belakang tadi."
Bapaknya sedang mengelap sepeda motornya karena kerja masuk siang.
"Ya udah Alya berangkat ya Pak."
Alya meraih tangan bapaknya dan mencium punggung tangannya.
"Hati - hati La, jangan ngebut ramai jam segini ramai."
"Iya Pak, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Alya melajukan sepeda motornya menuju ke arah sekolahan, diperlukan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di sana dengan keadaan lalu lintas yang lancar namun jika macet akan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Sesampainya di SMK A tempat ia mengajar, Alya menuju ke ruang guru untuk mempersiapkan materi yang akan dia ajarkan hari itu.
Karena jadwalnya praktek Alya membawa siswa - siswinya ke lab komputer yang tersedia.
"Bu Alya."
Panggil joko yang berada di lab komputer.
"Iya Pak Joko."
"Ini di sini meja kamu, kamu boleh juga menempati kantor sini karen kamu guru TIK."
"Boleh ya, kayaknya emang enak di sini nggak terlalu rame. Ya udah nanti aku di sini aja ya."
"Iya, sesuka kamu mau di mana saja."
"Oke.."
Alya memang lebih suka menyendiri karena bisa bebas dan tidak terlalu banyak ghibah menambah dosa saja.
__ADS_1
Lebih baik melakukan pekerjaan yang lain daripada bercerita dan menghabiskan waktu dengan sia-sia.
😉😉😉😉