
Tak terasa pernikahan mereka sudah 2 minggu berlalu, Angga dan Alya masih tinggal ke sana kemari belum menetap. Tiga hari di rumah orang tua Alya dan nanti tiga harinya di rumah orang tua Angga.
Saat ini Mereka ada di rumah kedua orang tua Angga, setelah pulang dari sekolahan mereka langsung ke sana.
Setelah Angga menghentikan sepeda motornya dengan sempurna Alya pun turun.
"Kok tutupan Mas pintunya."
"Ibu sama Bapak pasti di kios,masuk aja Sayang ini kuncinya."
Angga mengeluarkan kunci rumah yang ada di dalam tasnya dan Alya menerimanya kemudian membuka pintu itu.
"Assalamualaikum."
Ucap Mereka berdua.
"Waalaikumsalam."
Jawab Mereka sendiri karena tidak ada orang di dalam rumah.
Mereka masuk ke dalam kamar dan segera berganti baju kemudian membersihkan diri dan beristirahat karena mereka tadi sudah makan siang di kantin.
Hari makin sore, Alya terbangun dari tidurnya ketika mendengar adzan Ashar kemudian bergegas untuk mandi dan segera melaksanakan sholat Ashar.
"Mas, bangun udah Ashar."
"Hmmm..."
Terdengar suara Angga yang enggan untuk bangun mungkin terlalu terlalu capek kali.
Alya kemudian sholat Ashar sendiri karena dia ingin segera memasak sebelum kedua mertuanya pulang.
Selesai sholat Dia melihat suaminya yang sudah membuka kedua matanya namun masih tiduran di atas kasur.
"Mas, bangun."
Angga tersenyum dan Alya pun meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.
"Iya Sayang, kok nggak bangunin Mas tadi."
Alya tersenyum saja.
"Alya tadi udah coba bangunin mas Angga tapi nggak bangun - bangun, terus Alya sholat duluan."
"Bangun Mas, Alya mau belanja ya mau masak. Mas mau dimasakin apa."
Angga terlihat nampak berpikir.
"Buat soto Sayang."
"Oke, Alya belanja dulu ya."
"Ambil uang di dompet Mas Sayang."
"Iya Mas."
__ADS_1
Alya bangun dan mencari dompet suaminya kemudian bergegas belanja di warung terdekat rumah Angga.
Alya akan memasak sesuai pesanan suaminya jadi Dia membutuhkan beberapa bahan masakan untuk membuat soto.
Selesai belanja Alya kembali ke rumah dan segera meracik bumbunya.
"Sayang, buat apa."
Angga keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sibuk meracik bumbu di dapur sendirian.
"Mau buat soto, tadi Mas Angga minta di masakin soto."
Angga menghampiri dan memeluknya dari belakang.
"Istri Ku pinter banget."
Angga mengecup pipi Alya dan membuatnya tersenyum yang mendapatkan perlakuan romantis.
"Mas kok nggak mandi sekalian."
"Mas mau bersihin kandang burung peliharaan Mas dulu."
" Jangan sore-sore kalau mandi, nanti sholat Ashar nya kelewat lagi."
"Iya Sayang Ku, bentar aja kok."
Angga masih memeluk istrinya yang meracik bumbu dan kemudian sepeda motor yang berhenti di depan rumah dan ada yang mengucapkan salam.
" Assalamualaikum."
Alya dan Angga menjawab salam dan kemudian Angga pun keluar dari dapur.
"Alya mana Ga."
Ibunya bersama Bapaknya yang datang.
"Masak Bu."
Ibunya Angga ke dapur dan tersenyum melihat menantunya yang sudah sibuk di dapur.
"Masak apa Al."
"Bu, mau buat soto. Mas Angga minta soto."
"Ibu sholat dulu ya, nanti ibu bantuin."
"Iya Bu."
Ibunya Alya kemudian segera mandi dan melaksanakan sholat Ashar untuk membantu menantunya itu memasak.
Selesai memasak dengan dibantu Ibunya Angga, Mereka bersantap bersama karena memang soto lebih enak dimakan selagi masih hangat.
"Enak masakan kamu Al."
puji Ibunya Angga.
__ADS_1
"Makasih Bu."
Alya tersipu malu mendengar pujian dari Ibunya Angga.
Selesai makan Mereka bersantai sambil menunggu adzan maghrib.
"Ga, Alya. Bapak mau bicara."
Kata Bapaknya Angga.
"Iya Pak."
Jawab Angga dan Alya ikut mendengarkan.
"Kalian tinggal di sini ya nanti biar Bapak sama Ibu mau buat rumah kecil di belakang saja."
"Kenapa Bapak sama Ibu tidak tinggal di sini jadi satu aja." Kata Angga.
"Bapak sama Ibu Alhamdulillah masih diberi kesehatan. Bapak sama Ibu ingin tinggal berdua saja kan tidak jauh juga dari kalian."
Alya ikut mendengarkan saja tanpa menjawab dan setelah ini pasti Angga akan bertanya kepadanya.
"Jadi satu juga nggak papa Pak."
"Bapak masih diberi rezeki Ga, Bapak mau membuat rumah sendiri aja kalian juga harus mengurus rumah tangga kalian sendiri."
"Baik kalau Bapak maunya begitu."
Angga menatap ke Alya yang sejak tadi hanya diam saja.
Adzan maghrib berkumandang mereka bergegas untuk mengambil air wudhu dan sholat.
Selesai sholat Alya merapikan peralatan sholat.
"Sayang." Panggil Angga.
"Iya Mas."
"Sini Sayang."
Angga menepuk sebelahnya dan meminta Alya untuk mendekat.
"Kenapa Mas."
Alya mendekat dan Angga meraih tangannya dan membawanya kedalam pelukannya.
"Kamu mau kan tinggal di sini, lagian nanti akan lebih dekat juga dengan tempat kerja. Selain itu Mas juga bisa menjaga kedua orang tua Mas."
Alya terdiam namun kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kamu nggak papa kan Sayang."
"Iya Mas."
Walaupun sebenarnya di dalam hati Alya dia juga ingin tinggal dengan dekat dengan kedua orang tuanya namun kalau tidak ada yang mengalah nanti malah menjadikan hubungan keluarga mereka memburuk. Di dalam berumah tangga memang harus ada yang mengalah salah satu menurunkan egonya untuk mencapai kesepakatan bersama.
__ADS_1
☺☺☺☺☺