
"Alhamdulillah Ya Allah, semua berjalan lancar."
Alya tak hentinya mengucapkan syukur, sidang proposal nya berjalan lancar walaupun ada revisi sedikit tidak masalah bisa langsung menyusun skripsi.
Alya masih merapikan berkasnya di bantu Vera.
"Rasanya udah lega banget Ver, walaupun masih segudang PR nya setelah ini."
"Iya Al, seenggaknya satu langkah udah selesai."
"Sudah selesai kita pulang yuk, tapi makan dulu ya Ver lapar."
Alya mengusap perutnya yang terasa keroncongan.
"Ayo.. Yang pedas segar nih Al."
"Oke, lets go."
Alya melajukan sepeda motornya untuk menuju ke sebuah kedai mie ayam kesukaan mereka.
Dua porsi mie ayam dan dua gelas es teh telah mereka pesan siap disantap dengan menambahkan sambel dan juga saus sesuai selera.
"Apa nggak pedas itu Ver, banyak banget sambelnya kamu kasih."
Alya ngeri sendiri melihat Vera menambahkan sambal dua sendok di mie ayamnya.
"Nggak Al, enak lho cobain deh."
"Nggak ah..."
Alya memang tidak suka menambahkan sambal jika dia makan mie ayam atau bakso karena menurutnya hanya panas saja di bibir menghilangkan kenikmatan aslinya.
Mereka menikmati mie ayam sesuai dengan selera masing-masing dan setelah itu pulang menuju ke rumah Alya.
Sesampainya di rumah Dia langsung beristirahat merasakan badannya sudah terasa capek seharian berkutat di kampus dari sidang Vera dan sidang proposal nya sendiri namun semuanya terbayarkan dengan keberhasilannya begitu pula dengan Vera.
"Kamu besok pulang Ver."
"Iya Al udah 2 hari numpang hidup sama kamu di sini."
"Ha ha ha ... bahasa kamu."
"Iya memang bener kan dari mandi, makan semua di rumah kamu."
"Bayar nanti ha ha ha."
Tentu Alya tidak beneran.
"Iya berapa di total aja, tapi bayarnya kalau udah bisa nyari duit ya ha ha ha...."
"Kasbon dong."
"Ha ha ha ha.."
🌹🌹🌹🌹🌹
"Alya..."
Nama itu terngiang-ngiang di kepala Angga.
"Gimana sidangnya ya."
Angga yang duduk di pinggir tempat tidurnya sambil memainkan ponselnya.
Angga rasanya sangat ingin menanyakan bagaimana hasilnya kepada Alya namun dirinya merasa takut mengganggu lagian juga sudah malam.
"Besok juga ketemu, semoga besok dia sudah masuk."
Angga meletakkan ponselnya dan lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
"Apa aku lebih mendekat lagi ya, tapi aku sendiri belum yakin dengan perasaan ku tapi rasanya kalau dekat dengan dirinya nyaman di hati."
Angga menggunakan tangannya untuk bantal di bawah kepalanya, sambil menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
"Apa aku chat langsung ke nomor ponselnya."
Angga memang tipe orang yang selalu berpikir matang untuk kedepannya tidak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan.
"Beri petunjuk Mu Ya Allah, hamba rasanya sudah bosan hanya pacaran tapi belum juga cocok untuk langsung menikah."
Angga mengusap wajahnya kemudian memilih memejamkan matanya dan terlelap.
🌹🌹🌹🌹🌹
Esok hari Alya sudah rapi akan berangkat kerja begitu juga dengan Vera yang akan pulang ke rumah setelah dua hari numpang hidup di rumah Alya.
"Pak, Buk makasih sudah penampung Vera selama 2 hari ini di sini he he he... Maaf kalau merepotkan."
Vera berpamitan dengan kedua orang tua Alya sembari meraih tangan mereka dan mencium punggung tangannya.
"Kamu Ver, kayak sama siapa aja. Hati - hati ya di jalan."
"Iya Buk. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Alya juga berpamitan dengan kedua orang tuanya kemudian melaju bersama dengan Vera dengan menggunakan motor sendiri - sendiri.
Seperti biasa di persimpangan jalan dimana mereka sudah berbeda arah menuju tujuan masing-masing Vera dan Alya saling berpamitan.
Alya melanjutkan perjalanannya menuju ke sekolahan dimana dia mengajar sedangkan Vera melajukan sepeda motornya menuju ke arah rumahnya.
Alya memasuki gerbang sekolahan yang terpampang jelas identitas sekolah tersebut.
Sepeda motor ia parkir kan dimana tempatnya kemudian segera menuju ke ruang guru.
"Bu Alya."
Tegur Bu Rima saat mereka berpapasan di dekat kantin.
"Iya Bu Rima, ada apa."
"Gimana sidang proposal penelitiannya sukseskan."
Saat itu pula datang Angga yang baru saja datang dan melewati mereka yang sedang ngobrol.
"Pagi Bu Rima, Bu Alya."
"Pagi Pak Angga."
"Duluan Bu."
Pamit Angga karena dia harus segera melakukan rutinitas paginya.
"Iya Pak, silahkan."
Jawab Alya dan Bu Rima.
"Alhamdulillah , jika sidangnya berjalan dengan lancar."
Batin Angga yang tak sengaja tadi mendengar percakapan Alya dan Bu Rima, senyum pun terbit di bibirnya.
"Maaf Bu Alya, soal kelengkapan berkas yang sudah diminta oleh tim Bu Asih gimana."
" Insya Allah hari ini saya selesaikan Bu karena hari ini saya kosong jam tidak mengejar nanti akan saya kerjakan di lab komputer saja. Maaf ya Bu jadi terlambat karena harus menunggu saya."
"Nggak papa Bu Alya, karena Bu Alya juga sedang ada kepentingan dan itu pun juga harus segera diselesaikan, saya memahaminya Bu. Bu Alya yang sabar ya kalau sama Bu Asih dia mau nanya seperti itu kalau minta harus jadi juga saat itu."
"Iya Bu Rima, makasih ya Bu. Pokoknya hari ini saya usahakan selesai."
"Oke, makasih Bu Alya."
"Sama - sama Bu."
Alya lanjut Kembali menuju ke ruang guru sedangkan Bu Rima Dia akan ke kantin karena belum sempat sarapan tadi.
Bel tanda masuk sudah berbunyi karena hari itu Alya juga kosong dan sudah berjanji menyelesaikan dokumen yang ditunggu oleh guru-guru yang lain dia segera menuju ke lab komputer dan mengerjakannya.
__ADS_1
Joko ternyata sudah ada di sana dan Alya pun langsung masuk ke dalam.
"Gimana Al sukses."
"Alhamdulillah, ya walaupun ada revisi sedikit yang penting bisa lanjut ke skripsi."
"Ya semoga lancar."
"Aamiin."
Alya mulai konsentrasi mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Tak terasa hampir 2 jam Alya di dalam sana dan kurang sedikit lagi akan selesai tinggal menunggu cetak saja.
" Assalamualaikum."
Terdengar seorang laki-laki mengucapkan salam di pintu Lab sebelum masuk ke dalam.
" Waalaikumsalam."
Jawab Alya dan Joko yang ada di dalam.
"Pak Angga, wah ada apa ini ke sini."
Joko yang langsung menyapa sedangkan Alya melanjutkan mengetik nya.
"Ini cari Bu Alya Pak, ternyata ada di sini."
Alya mendengar namanya disebut dia langsung menghadap ke arah Angga.
"Ada apa Pak cari Saya."
"Mau menanyakan yang kemarin saya minta Bu apa sudah siap."
Angga mengambil duduk di depan Alya namun mereka terhalang oleh monitor komputer yang ada di hadapan masing-masing.
"Sebentar Pak, Saya cetak dulu ya."
"Oke."
Alya merasa gerogi karena di tungguin Angga yang langsung berada di hadapannya.
"Nggak bisa minggir apa, atau kemana gitu."
Batin Alya.
"Saya tunggu Bu. Pak Joko ngapain."
Angga sepertinya merasakan apa yang dirasakan oleh Alya dia pun beranjak dari hadapan Alya dan menuju ke dalam ruangan khusus guru dimana Joko berada.
"Akhirnya pindah juga dia."
Batin Alya dengan bernafas lega.
"Ini membuatkan desain yang diminta oleh Pak kepala sekolah."
Mereka berdua ngobrol di daerah sedangkan area berada di luar sedang mencetak.
"Ini Pak Angga sudah selesai."
"Makasih ya Bu."
Angga menerimanya dengan memberikan senyumannya dan dibalas pula oleh Alya.
😁😁😁😁😁
BONUS NIHH...
Selamat Bermalam minggu
😀😀😀😀😀
jangan lupa tinggalkan jejak ya kasih VOTE, LIKE dan KOMENNYA..
__ADS_1
😉😉😉😉😉