
Alya sudah mulai persiapan untuk menjadi mahasiswa baru, walaupun dia juga masih bekerja di pabrik.
Dia sudah berbicara dengan rekan kerjanya jika dirinya mengambil kuliah dan mungkin nantinya akan merepotkan mereka, karena Alya kadang butuh tukar shift karena harus benturan dengan waktu kuliahnya.
Mereka yang rata - rata sudah karyawan tetap di sana mereka memahami Alya dan sangat mendukung Alya yang masih mau kuliah.
Alya sangat berterima kasih kepada mereka semua, dan berita itu menyebar dengan cepatnya hingga orang produksi pun tau jika Alya dan Yuli melanjutkan kuliah.
Tri sangat mendukung Alya dan Yuli bahkan dia siap membantu jika mereka berdua ada kesulitan.
"Al..."
Tri memanggilnya saat melihat Alya keluar dari ruang produksi dan Tri baru saja datang.
"Iya Mas, ada apa."
"Kapan mulai kuliah."
"Minggu depan Mas."
"Semangat.."
Tri tersenyum dan memberikan jempolnya.
"Pasti dong Mas, he he he... Duluan ya Mas, mau pulang."
"Oke..."
Tri masuk ke dalam pabrik dan Alya perjalanan menuju ke tempat absensi karena ingin pulang.
"Mbak, kamu ada hubungan apa sama Tri."
Tiba - tiba ada seorang perempuan yang Alya tidak kenal berbicara di belakangnya saat mengantri absen.
"Siapa Mbak, Saya."
Alya merasa saja kalau dia yang diajak bicara karena saat di situ hanya ada tiga orang yaitu Alya, cewek itu dan satu temannya.
"Iya Kamu, ada hubungan apa kamu sama Tri. Kelihatannya dekat banget sering ngobrol."
Alya mengerutkan dahinya dalam hatinya kok bisa tahu ini cewek kalau Dia sering ngobrol dengan Tri.
"Malah diam aja Mbak."
kata cewek satunya yang nyolot.
"Saya nggak ada hubungan apa-apa Mbak sama Mas Tri hanya teman kerja saja."
"Jangan bohong kamu."
"Saya nggak bohong Mbak, tanya saja langsung sama Mas Tri kalau Mbak nggak percaya."
"Oke, aku ingat omongan kamu ya. " Cewek itu menepuk pundak Alya dan senyuman diberikan olehnya.
Alya tersenyum saja memandang kedua cewek tadi yang kelihatannya salah satu dari mereka menyukai Tri.
"Ada - ada aja."
Alya menggerutu sendiri dan kemudian segera mengambil kunci motornya untuk bisa segera sampai ke rumah karena badannya sudah terasa capek.
Sesampainya di rumah Alya mencuci kaki dan tangannya dan kemudian berganti baju.
"Makan Al."
kata Ibunya.
"Alya masih kenyang Buk."
"Ya udah istirahat aja."
__ADS_1
"Iya Buk."
Alya masuk ke dalam kamar ingin beristirahat dia mengambil ponselnya dan menyalakan musik favoritnya.
Alunan musik berhasil merilekskan badan dan pikirannya hingga ia pun terlelap ke alam mimpi.
Adzan ashar membangunkan Alya, kemudian dia memilih untuk mandi terlebih dahulu dan nanti baru akan membantu ibunya di dapur.
"Alya mana Buk."
"Di kamar Pak, mungkin baru sholat."
Bapaknya Alya baru saja pulang dari kerja dan ingin memberikan kabar gembira kepada Alya.
Kemudian terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah Alya.
Alya sendiri tidak tahu siapa yang datang bertamu, karena sudah selesai juga dengan ibadahnya Alya merapikan mukena dan keluar dari kamar.
"Taruh di sini aja Mas."
kata Bapaknya Alya.
Alya heran ada mobil pick up di depan rumahnya dan menurunkan sepeda motor baru memarkirkannya di depan rumah Alya.
Bapaknya Alya sedang difoto dengan sepeda motor baru itu sebagai bukti pengiriman dari pihak dealer.
"Di minum dulu Mas."
Pinta Ibunya Alya.
"Makasih Buk."
"Al, tolong ambilkan cemilan di meja."
Alya malah bengong, dengan pemandangan yang ada di depan matanya.
"Eh.. Iya Buk."
Setelah menghidangkan camilan itu di meja kemudian Alya pun keluar melihat sepeda motor yang terparkir di halaman rumahnya.
"Wah.. Motor Alya baru."
kata Bibinya.
"He he he ... apa punya Alya Bi."
Alya masih belum tahu sebenarnya motor siapa yang baru datang itu.
"Motor kamu itu Al, masa motor Bibi kalau ada di rumah kamu."
"Mbak, motor siapa."
Dani yang baru pulang dari main juga heran ada sepeda motor baru.
"Mbak Alya juga nggak tau Dik."
Kemudian karyawan dari dealer yang pengantar sepeda motor tadi berpamitan dan kembali ke kantornya lagi.
"Kami permisi, Terima kasih Pak atas suguhannya."
"Hanya air Mas, saya juga terima kasih Mas, sudah di antar sampai rumah."
"Baik Pak, kami permisi. Mari Bu, Mbak."
"Iya Mas Makasih."
Setelah 2 karyawan dealer itu pergi Bapaknya Alya mendekati Alya yang sedang melihat-lihat sepeda motor yang baru saja datang tadi.
"Suka Al."
__ADS_1
"Suka Pak, bagus warnanya."
"Motor siapa Pak."
Dani langsung aja nangkring di atasnya.
"Motor Mbak Alya..."
"Ha.... Buat Alya Pak."
"Hmm...."
Senyum Bapak dan Ibunya Alya mengembang melihat putrinya kaget dibelikan sepeda motor baru.
"Yang bener pak buat Alya."
"Iya Al, coba naik."
Alya dengan semangat menaiki sepeda motor baru berjenis matic keluaran terbaru yang sedang digandrungi banyak orang dan menyalakan mesinnya.
"Wah... Jalan yuk Mbak."
Dani sudah rewel minta jalan-jalan.
"Maghrib Dik, ngaji sana."
"Hmmm.. Mbak Alya pelit."
Dani memukul Alya karena kesal kemauannya tidak dituruti.
"Sakit Dik, iya besok jalan. Ini Motor baru itu kalau belum syukuran tidak boleh jalan Dek."
"Bohong... Mbak Alya."
"Beneran Dik, tanya Ibu itu."
"Iya Dan, besok aja jalannya motornya mau ada acara Syukuran dulu."
"Kapan Buk."
"Iya nanti habis maghrib."
Kemudian terdengar adzan maghrib Dani bersama dengan bapaknya segera bergegas untuk menuju ke masjid salat jamaah sekaligus mengantarkan Dani untuk mengaji.
Ternyata ibunya Alya sudah memasak banyak untuk acara syukuran sepeda motor barunya yang akan digunakan oleh Alya beraktifitas.
"Ibu masak sendiri tadi."
"Iya, cuma buat nasi sama lauk aja sederhana tetapi harus disyukuri."
"Iya Buk."
Beberapa tetangga Alya terdekat sudah diundang oleh Bapaknya untuk acara syukuran sepeda motor baru Alya dan mereka sudah berdatangan.
Acara diisi dengan doa semoga dengan sepeda motor baru itu bisa memberi manfaat kepada yang mengendarai dan juga selalu diberi keselamatan di jalan.
Bingkisan juga sudah disiapkan oleh ibunya Alya untuk dibawa para tetangga pulang disantap bersama keluarga.
"Alhamdulillah, Alya suka."
tanya Bapaknya.
"Suka Pak, makasih Pak Bu. Pasti mahal ini kan yang model baru itu ya pak.
"Maaf kan Bapak sama Ibu ya Al, kamu baru bisa kuliah nanti dan Bapak baru bisa membelikan sepeda motor."
"Alya sangat berterima kasih Pak. Maaf Alya selalu merepotkan bapak dan ibu selalu menjadi beban kalian."
"Kami bangga sama kamu Al, kamu selalu nurut sama Bapak dan Ibu. Maaf ya Al kamu harus kerja juga agar bisa kuliah."
__ADS_1
"Nggak papa Buk, Alya ikhlas.."
☺☺☺☺☺☺