DIARY ALYA

DIARY ALYA
90


__ADS_3

Kegiatan akreditasi di sekolah Alya sudah terlewati, semua mengucap syukur semua telah terlalui dengan baik kini tinggal menunggu saja hasilnya yang nantinya akan di beritahukan ke pihak sekolah.


Kerja keras mereka terbayar semua, dan mereka percaya hasil tidak akan mengkhianati proses.


Alya juga sudah menyelesaikan proposal penelitiannya kini Dia melanjutkan menyusun skripsi, BAB 1 sampai 3 langsung Dia kejar supaya mempercepat langkahnya karena itu hanya kebanyakan teori saja.


Malam minggu bagi Alya seperti tak ada karena di dalam pikirannya hanya esok harinya libur tidak bekerja.


Alya membuka laptopnya mulai membaca lagi yang sudah ia ketikan di sana dan menambahinya jika di rasa kurang.


"Buntu banget ini, pusing..."


Alya merebahkan badannya di atas tempat tidurnya.


Alya mengambil ponselnya dan membuka sosial medianya untuk sekedar mencari hiburan.


Terimalah lagu ini 


Dari orang biasa 


Tapi cintaku padamu luar biasa 


Aku tak punya bunga 


Aku tak punya harta 


Yang ku punya hanyalah hati yang setia 


Tulus padamu


Alya sambil bersenandung sendiri.


"Jadi kangen main gitar."


Alya melirik gitarnya yang dianggurin di pojok kamarnya.


"Udah malam Ibu nanti ribut."


Katanya sambil memandang gitarnya.


Alya melanjutkan scroll layar ponselnya dan tersenyum sendiri setiap melihat status yang dibikin oleh teman-temannya.


Ting..


Masuk sebuah notifikasi jika ada Messenger masuk.


Alya tersenyum melihat nama pengirim pesan itu.


"Malam minggu online aja Bu."


Pesan dari Angga.


"😁😁😁, mau ngapain Pak."


Balas Alya.

__ADS_1


"Keluar gitu ke tempat makan favorit."


Alya tertawa sendiri.


"Udah malam Pak, enakan kalau siang lebih leluasa waktunya."


"Takut gemuk pasti kalau makan malam, he he he..."


Angga bisa juga bercanda padahal terlihat orangnya itu seriusan.


"Nggak juga Pak, nggak terbiasa aja keluar malam."


"Anak rumahan ini pasti 😁😁😁."


"Ya begitu, ☺☺☺."


"Gimana revisinya sudah clear."


"Alhamdulillah Pak, ini sudah tahap pengerjaan Bab 1 sampai 3."


"Waw.. langsung 3 bab 😆😆😆."


"He he he... biar cepat selesai kan cuma teori aja itu."


"Semangat Bu."


"Terima kasih Pak ☺☺☺."


Dan malam itu rasa bahagia memenuhi dada Alya. Dia merebahkan dirinya masih sambil senyum-senyum sendiri.


Alya bergumam sendiri kadang dia merasa jika Angga itu hanya sekedar saja tidak ada yang serius.


"Tidur aja Al, biarkanlah hari esok menjadi rahasia."


Dia memejamkan matanya dan akhirnya terlelap ke alam mimpi.


🌹🌹🌹🌹🌹


☺☺☺☺☺


Begitu lah Angga dia senyum-senyum sendiri sambil memandang layar ponselnya.


"Apa aku chat aja ya lewat nomor ponselnya."


Dia bergumam sendiri dan memandangi ponselnya karena dia sedang membuka nomor ponsel Alya tanpa mengirimkan pesan kepadanya.


"Apa Dia punya rasa sama aku, kalau dilihat dia saat memandang ku seperti malu-malu."


"Aku ajak jalan aja ya, sekalian mau cari sepatu. Kalau Dia mau kayaknya memang Dia punya rasa dan rasa ku tak bertepuk sebelah tangan."


Angga berencana untuk mengajak Alya jalan dan semoga Alya mau itu yang harapan kan Angga.


Malam makin larut dan Angga memilih istirahat karena dia bukan tipe orang yang suka nongkrong juga di malam hari.


Adzan subuh berkumandang, Angga terbangun dan segera membersihkan dirinya untuk segera melaksanakan kewajibannya.

__ADS_1


Selesai sholat subuh seperti biasa Angga akan berolahraga apalagi ini hari minggu biasanya akan lebih lama dirinya joging.


Angga beristirahat di pinggir lapangan sepak bola untuk mengembalikan tenaganya sebelum pulang ke rumah.


"Aku kirim pesan aja ya."


Angga mengambil ponselnya yang ia gunakan untuk mendengarkan musik sambil berlari.


" Assalamualaikum Bu Alya."


Pesan terkirim ke nomor ponsel Alya dan bukan lewat Messenger lagi.


Lama tak ada balasan dan Angga memilih untuk pulang ke rumah.


"Mungkin lagi sibuk beraktifitas Dia."


Gumam Angga sendiri.


Sesampainya di rumah Angga memilih beristirahat di teras sembari menunggu keringatnya kering Dia melihat ponselnya kembali.


Senyum di bibirnya pun terbit begitu melihat ada notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya.


" Waalaikumsalam Pak."


Balasan dari Alya.


"Sibuk ya Bu, maaf ya pagi - pagi ganggu."


Jari-jemari Angga dengan lincah membalas pesan dari Alya.


Sambil menunggu balasan dari Alya, Angga mengambil beberapa burung kicau peliharaannya untuk ia bersihkan kandangnya mumpung libur dirinya.


Selesai sudah membersihkan kandang Angga melihat kembali ponselnya.


Lagi - lagi bibirnya tersenyum membaca pesan balasan dari Alya.


"Biasa Pak, hanya mengerjakan pekerjaan rumah aja."


"Ada acara Bu hari ini."


Balas Angga lagi dan kini tak lama balasan langsung masuk ke dalam ponsel Angga.


"Iya Pak, mengantar Ibu ke saudara. Ada apa ya Pak."


"Mau ngajak Bu Alya keluar menikmati hari minggu, tapi telat ya he he he..."


Balasan dari Angga sedikit ada rasa kecewa di hatinya gagal rencananya.


"Maaf ya Pak he he he...Mungkin lain kali."


Kemudian Angga teringat jika besok senin itu tanggal merah jadi masih libur.


"Besok tanggal merah kan Bu. Gimana kalau besok kita jalan."


Kirim Angga namun belum ada juga balasan dari Alya yang membuatnya resah.

__ADS_1


😆😆😆😆😆


__ADS_2