DIARY ALYA

DIARY ALYA
71


__ADS_3

"Pulang Bu."


Pak Ridwan menyapa karena sepeda motornya berada di samping sepeda motor milik Alya.


"Iya Pak."


"Lewat mana Bu."


"Lewat jalan biasanya Pak."


Pak Ridwan ini masih sendiri dan belum menikah usianya di atas Alya.


"Kita searah lho Bu, he he.."


Pak Ridwan memang suka bercanda orangnya.


"Ayo Pak, malah menggoda Bu Alya di sini."


Pak Budi yang sering bareng dengan Pak Ridwan datang mereka akan pulang bareng.


"Siapa tau Bu Alya mau bareng sama kita Pak, iya kan Bu."


Canda Pak Ridwan dan Alya hanya tersenyum saja.


"Jangan,, udah ayo pulang."


Pak Budi naik ke atas motor Pak Ridwan dan mereka berdua pun meninggalkan sekolahan.


Alya masih memakai kaos tangannya karena cuaca sangat panas.


Sedangkan dari jauh ada yang mengamati dirinya dari tadi saat masih ada Pak Ridwan dan juga Pak Budi yang mencandai Alya.


"Udah pergi Pak Ridwan itu."


Batinnya dan tersenyum berjalan menuju ke parkiran.


Sedangkan Alya juga sudah beres memakai kaos tangannya dan kemudian melajukan sepeda motornya meninggalkan sekolahan.


"Yaahh.. pergi Dia."


Sambil memandang punggung Alya yang tak terlihat lagi.

__ADS_1


Alya melajukan sepeda motornya menuju ke rumah menembus jalanan di siang hari yang terasa terik namun lalu lintasnya lengang.


Butuh sekitar 30 menit Alya sudah sampai di rumah, Dia memarkirkan sepeda motornya di teras kemudian masuk ke dalam rumah.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, udah pulang Alya."


"Iya Buk, Alya masuk ya Bu udah gerah badannya."


"Iya, makan ada di meja ya Ibu mau pergi pengajian."


"Iya Buk, hati - hati."


Alya meletakkan tas yang dia bawa kemudian menanggalkan jaketnya dari tubuhnya dan segera berganti baju.


Setelah merasakan badannya lebih segar Alya menuju ke meja makan karena perutnya juga sudah terasa keroncongan.


Nasi dia taruh di piring dilengkapi dengan lauk pauk kemudian menyeret kursi dan duduk diatasnya menikmati makan siangnya.


"Mbak, ibu kemana."


Dani yang baru datang dari rumah temen yang mencari ibunya.


Jawab Alya singkat.


"Yah, Mbak minta uang dong buat beli bahan ini membuat prakarya tugas sekolah."


"Bentar makan dulu."


"Cepetan Mbak, udah ditunggu teman itu di depan."


"Nanti mau makan dulu."


"Mbak Alya.... cepetan."


Dani masih ngeyel terus minta diambilkan sekarang.


"Ihh.. nggak sabar banget sih."


Alya pun akhirnya berdiri kemudian mencuci tangan dan mengambilkan uang untuk Dani.

__ADS_1


"Ini, hati-hati kalau naik motor."


"Iya, makasih Mbak."


Alya melanjutkan makan siangnya setelah Dani pergi dengan temannya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Angga sudah sampai rumahnya, kurang lebih perjalanan selama 30 menit akhirnya dirinya sampai di rumah orang tuanya.


Sampai di rumah dia kemudian meletakkan tasnya di dalam kamar dan segera berganti baju mencuci tangan dan kakinya.


"Makan Ga."


Kata Ibunya.


"Iya Buk bentar."


Angga suka dengan burung berkicau jadi setelah pulang sekolah dia akan melihat burung peliharaan kesayangannya.


Selesai mengecek makanan dan minuman di kandang burung kesayangannya baru setelah itu dia akan mengisi perutnya.


Angga merebahkan dirinya di kamar karena matanya terasa sangat mengantuk.


"Dia senang banget sama Pak Ridwan."


Dia bergeming sendiri sambil memandang langit-langit kamarnya.


"Ahh... kamu kenapa sih Ga."


Dia memejamkan kedua matanya yang sudah terasa sangat berat.


Semenjak melihat Alya di parkiran tadi yang sedang di becandain oleh Pak Ridwan dan juga Pak Budi hingga dia tertawa - tawa pikirannya terganggu.


Sepanjang jalan dia masih terngiang-ngiang Alya yang tersenyum dengan Pak Ridwan dan Pak Budi namun saat Dia akan mendekat ke parkiran malah Alya nya sudah pergi dari sana.


"Dia manis juga, terlihat kalau kerja sungguh-sungguh dan bertanggung jawab."


Angga membuka kembali kedua matanya entah apa yang merasukinya kenapa pikirannya jadi menuju ke Alya.


"Ah.. Angga tidur..."

__ADS_1


Dia memiringkan badannya memeluk guling kesayangannya dan akhirnya tertidur...


😉😉😉😉


__ADS_2