DIARY ALYA

DIARY ALYA
54


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang Alya mengucek kedua matanya untuk menyadarkan diri.


" Alhamdulillah."


Ucap Alya sambil duduk dan mengusap mukanya dengan kedua tangannya mengucapkan syukur atas nikmat yang Allah berikan, dia masih bisa menikmati Pagi yang indah dan udara bebas.


Alya turun dari tempat tidur segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan melaksanakan salat subuh.


Selesai sholat Alya mengambil ponselnya dan mengecek, dia teringat dengan pesan yang dikirimkan oleh seseorang tadi malam.


"Siapa ya Mang Ahsan."


ucapnya sendiri.


"Tapi pagi nanya bukan seperti orang sini, macam daerah jawa barat." Alya masih bergumam sendiri.


Kemudian Alya memutuskan untuk membalas pesan itu.


" Waalaikumsalam, salam kenal juga. Tapi maaf siapa dan dapat nomor saya dari mana."


Begitu balasan Alya, kemudian dia meletakkan ponselnya sambil di charger kemudian meninggalkannya di atas meja dia ingin membantu ibunya di dapur.


Selesai membantu ibunya dan sarapan sudah siap mereka sarapan bersama karena Alya akan ke kampus.


"Aku temennya Ikhsan dan dapat nomor kamu dari Ikhsan."


Balasan chat dari Mang Ahsan namun belum dibaca oleh Alya namun hanya di lihat aja notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya kemudian bergegas berangkat ke kampus.


Sepanjang jalan Alya juga masih kepikiran dengan Mang Ahsan berarti dia orang yang dimaksud Ikhsan kemarin yang ingin kenalan dengan dirinya, anak pondok.


Sesampainya di kampus Alya segera memarkirkan sepeda motornya dan akan masuk kelas.


Teman Alya sudah menunggunya di depan kelas kemudian mereka berdua masuk setelah dosen pun terlihat akan segera memasuki ruang mereka.

__ADS_1


Satu jam mata kuliah telah berlangsung dan sudah diakhiri, Alya keluar ruangan bersama dengan teman-temannya.


"Aku ke WC dulu ya."


Pamit Alya dengan teman - temannya dan anggukan oleh mereka.


Alya berpisah dari mereka dan terlalu menuju ke kamar mandi, setelah selesai menyelesaikan hajatnya, Alya keluar dan hendak merapikan jilbabnya di depan cermin yang tersedia.


Alya beranjak keluar dari kamar mandi dan bergabung bersama teman-temannya.


Sesaat setelah keluar dari kamar mandi dan masih membenarkan lengan bajunya, Alya di kejutkan dengan orang yang berada di depannya, Mereka saling tatap dan terdiam.


"Alya, apa kabar."


Tri yang menyapa duluan, Dia ke kampus untuk bimbingan proposal nya.


"Baik Mas."


Jawab Alya singkat dengan tersenyum.


"Iya Mas, Alya permisi ya sudah di tunggu sama teman-teman."


Tri tersenyum dan menganggukkan kepalanya,


"Iya Al."


Alya berlalu dari hadapan Tri, namun berbeda dengan Tri yang masih menatap punggung Alya hingga tak terlihat.


"Maaf Al, kamu pasti kecewa dengan diriku tanpa memberi penjelasan apapun."


Batin Tri


Alya jujur jantungnya masih saja tidak terkendali jika berhadapan lagi dengan Tri, Dia mencoba menetralkan nya dan ikut bercanda dengan teman-temannya.

__ADS_1


Waktu sudah siang karena mata kuliah pun juga sudah selesai Alya memilih untuk pulang karena harus kerja masuk siang.


Alya mengendarai sepeda motornya dengan memboncengkan temannya yang kost dekat kampus yang sekalian bareng.


Saat melewati lobi kampus dia berpapasan dengan sebuah mobil putih dan keluar seorang perempuan mengenakan jilbab dan tersenyum ke arah cowok yang datang menghampirinya.


"Mas Tri.."


Batin Alya saat melihat cowok itu, ceweknya pun meraih tangan Tri dan meletakkannya di dahi, sudah seperti suami istri saja kalau bertemu salim.


Alya langsung melajukan sepeda motornya menuju ke kost temannya tak di pungkiri juga ada rasa tak enak di dalam hati melihat mantan sudah menggandeng cewek lagi.


"Kenapa Al."


Vera temannya melihat raut muka Alya berbeda.


"Eh.. nggak papa Ver, aku langsung pulang ya."


"Oke, makasih Al. Tapi yakin kamu baik - baik saja."


Vera memastikan Alya baik-baik saja dia takut terjadi kenapa-napa nanti di jalan.


"Nggak papa Ver, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Vera menatap motor Alya yang melaju meninggalkan dirinya.


Alya melajukan sepeda motornya di atas jalan beraspal dengan kecepatan sedang tak dipungkiri hatinya galau ada rasa sedih tapi juga ada rasa ya sudah bukan miliknya lagi.


Yang bikin nyesek semudah itu Tri berganti pasangan dan jelas terlihat lebih dari Alya, naiknya aja mobil tampilannya juga terlihat lebih berada.


"Sudah Alya, dia bukan milik mu lagi dan kamu harus menatap ke depan. Akan ada pelangi habis hujan, percaya Alya kamu akan bahagia."

__ADS_1


Alya bicara sendiri sepanjang jalan sambil mengendarai sepeda motornya untuk melegakan perasaannya.


☺☺☺☺☺


__ADS_2